Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah), Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono (kiri), dan Ketua Bidang Operasional & Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin (kanan) saat paparan kinerja kuartal II-2019 industri asuransi jiwa di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu (11/9/2019). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah), Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono (kiri), dan Ketua Bidang Operasional & Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin (kanan) saat paparan kinerja kuartal II-2019 industri asuransi jiwa di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu (11/9/2019). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Kuartal II-2019, Pendapatan Asuransi Jiwa Tumbuh 31,9%

Prisma Ardianto, Rabu, 11 September 2019 | 14:25 WIB

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja pencapaian pendapatan industri asuransi jiwa Indonesia pada kuartal II-2019 meningkat 31,9% secara year on year (yoy) sebesar Rp 118,32 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 89,73 triliun. Pertumbuhan pendapatan itu ditopang oleh perolehan premi pada kuartal II-2019 yang melambat 3,6% (yoy).

”Pada kuartal II-2019, AAJI mencatat total pendapatan, total klaim dan manfaat yang dibayarkan serta jumlah agen berlisensi di industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan, meski total pendapatan premi mengalami perlambatan," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Pada kuartal II-2019, total perolehan premi tercatat mengalami perlambatan 3,6% (yoy) atau menjadi sebesar Rp 90,25 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 93,58 triliun. Perolehan premi memiliki kontribusi terhadap total pendapatan sebesar 76,3%.

"Terhitung, 60,5% dari total premi tersebut merupakan kontribusi dari premi bisnis baru sebesar Rp 54,7 triliun dan mengalami perlambatan 8,8% (yoy), sementara 39,5% merupakan kontribusi dari premi lanjutan sebesar Rp 35,68 triliun, yang meningkat sebesar 5,8% (yoy) dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu," papar Budi.

Perlambatan premi bisnis baru, lanjut dia, dipengaruhi oleh melambatnya kinerja saluran distribusi bancassurance sebesar 16,8% (yoy) dan saluran keagenan sebesar 8,6% (yoy), dan masing-masing berkontribusi sebesar 50,8% dan 27,5%. Kemudian, pendapatan premi bisnis baru yang berasal dari produk asuransi kesehatan memiliki kontribusi sebesar 5,9%.

Total pendapatan industri asuransi jiwa juga dipengaruhi oleh hasil investasi yang meningkat signifikan sebesar 373,4% (yoy), menjadi Rp 22,84 triliun dibandingkan periode tahun lalu. Perbaikan kinerja hasil investasi asuransi jiwa dipengaruhi oleh kondisi pasar modal yang menguat, yaitu adanya penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada awal tahun 2019.

Sementara itu, total aset industri asuransi jiwa pada kuartal II-2019 meningkat 10,1% (yoy) senilai Rp 550,38 triliun, dibanding pencapaian periode sama tahun 2018 sebesar Rp 499,96 triliun. Tercatat, selama kuartal II-2017 sampai dengan kuartal II-2019, total aset perusahaan asuransi jiwa mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 5,6%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA