Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Bidang Komunikasi dan Marketing AAJI Wiroyo Karsono (kanan atas), Ketua Bidang Keuangan, Pajak, dan Investasi AAJI  Simon Imanto (kiri bawah), Ketua Bidang Kerjasama dan Internasional AAJI Elin Waty (kanan bawah), dan Moderator Yuda Wirawan (kiri atas) saat paparan kinerja kuartal III-2020 industri asuransi jiwa, Jumat (27/11).

Ketua Bidang Komunikasi dan Marketing AAJI Wiroyo Karsono (kanan atas), Ketua Bidang Keuangan, Pajak, dan Investasi AAJI Simon Imanto (kiri bawah), Ketua Bidang Kerjasama dan Internasional AAJI Elin Waty (kanan bawah), dan Moderator Yuda Wirawan (kiri atas) saat paparan kinerja kuartal III-2020 industri asuransi jiwa, Jumat (27/11).

Kuartal III, Total Pendapatan Asuransi Jiwa Melambat 25,1%

Jumat, 27 November 2020 | 13:04 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Hingga kuartal III-2020, total pendapatan premi asuransi jiwa melambat 25,1% secara tahunan (year on year/yoy), menjadi sebesar Rp 123,56 triliun. Perlambatan itu terutama dipengaruhi kontraksi dari kinerja pendapatan premi dan hasil investasi.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang mencakup 58 perusahaan dari total 60 perusahaan asuransi mencatat, total pendapatan premi terkontraksi 7,9% (yoy) dari Rp 145,41 triliun di kuartal III-2019 menjadi sebesar Rp 133,99 triliun di kuartal III-2020.

Kontraksi yang terjadi pada pendapatan premi dipengaruhi premi bisnis baru dan premi lanjutan yang belum mampu bergerak positif. Premi bisnis baru turun 11,5% (yoy) menjadi sebesar Rp 80,13 triliun. Sedangkan premi lanjutan turun tipis sebesar 1,9% (yoy) menjadi sebesar Rp 53,87% (yoy).

Kinerja hasil investasi juga sama, lini tersebut terkontraksi bahkan mencapai 252,8% (yoy), dari Rp 11,50 triliun pada kuartal III-2019 menjadi minus Rp 17,57 triliun di kuartal III-2020.

Ketua Bidang Komunikasi dan Marketing AAJI Wiroyo Karsono menerangkan, perlambatan hasil investasi banyak dipengaruhi kinerja pasar modal yang pada saat yang sama masih belum sepenuhnya pulih.

Selain lini pendapatan premi dan hasil investasi, AAJI juga mencatat bahwa total pendapatan premi juga disokong dari klaim reasuransi sampai kuartal III-2020 sebesar Rp 4,02 triliun, turun 2,2% (yoy). Kemudian, pendapatan lainnya pun ikut menurun 23,2% (yoy) menjadi sebesar Rp 3,11 triliun.

Wiroyo memaparkan, secara umum kinerja dari sejumlah lini pendapatan asuransi jiwa itu telah mengalami proses pemulihan (recovery) jika dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal sebelumnya. Misalnya yang terjadi pada tren pendapatan premi baru dan kinerja hasil investasi secara kuartalan mampu dicatatkan positif. Pihaknya optimistis pemulihan bisa berlanjut sampai akhir tahun ini.

"Kami berpandangan optimistis sambil tetap berhati-hati dalam mengambil langkah, selain itu kami juga melihat perkembangan pasar modal yang konsisten berada di zona positif pada Oktober dan November 2020 serta tren IHSG yang membaik, dimana kinerja pasar modal sangat berpengaruh kepada kinerja industri asuransi jiwa. Program PEN juga memberi dampak positif agar perekonomian semakin kondusif dan tingkat konsumsi membaik," ucap Wiroyo pada paparan kinerja industri asuransi kuartal III-2020 secara virtual, Jumat (27/11).

Dia juga meyakini, tren pemulihan akan terus berlanjut sampai dengan tahun depan. Hal itu didukung oleh kabar baik dari keberhasilan percobaan vaksin Covid-19 dan implementasi vaksin di Indonesia yang diharapkan bisa terselenggara awal tahun depan. Selain itu, kebijakan relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendukung upaya adaptasi industri asuransi jiwa menghadapi krisis atas Covid-19.

Menurut Wiroyo, kabar baik lainnya datang dari sejumlah survei yang memaparkan bahwa banyak dari masyarakat mulai menyadari pentingnya memproteksi diri lewat asuransi.

"Pandemi Covid-19 telah membentuk pola kesadaran masyarakat akan manfaat perlindungan asuransi sekaligus dan mendorong pemanfaatan digital sehingga AAJI berterima kasih akan adanya relaksasi PAYDI yang memungkinkan proses pemasaran dan penjualan dengan menggunakan teknologi," ungkap dia.

Oleh karena itu, AAJI memohon kepada OJK agar relaksasi penjualan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) tanpa tatap muka langsung bisa dipermanenkan. Selain menjawab kebutuhan nasabah, penjualan dengan metode tersebut memungkinkan akses pemasaran perusahaan asuransi semakin luas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN