Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ikan hasil tangkapan nelayan. Foto ilustrasi: IST

Ikan hasil tangkapan nelayan. Foto ilustrasi: IST

Nelayan Pembudidaya Peroleh Asuransi

Kamis, 1 Agustus 2019 | 16:09 WIB

Jakarta - Ototitas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan dua program asuransi bagi nelayan pembudidaya. Nantinya, program tersebut diharapkan berevolusi menjadi sebuah ekosistem ekonomi yang menguntungkan berbagai pihak.

Program yang dimaksud ialah Asuransi Perikanan bagi Pembudidayaan Ikan Kecil (APPIK) dan Asuransi Usaha Budi Daya Udang (AUBU) Komersial. Kedua program tersebut menjembatani para nelayan budidaya guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sekaligus memiliki proteksi.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK M Ihsanuddin memaparkan, para nelayan budi daya sudah saatnya menyadari risiko bisnis yang dijalankan. Dia menyebut, besaran risiko terkait bencana dan penyakit hasil budi daya sulit untuk dihindari.

"Kita harus menjaga bersama industri perikanan ini. Kita perlu kerja sama secara terbuka. Bagi asuransi ya untung, dan para petani juga tertolong. Dengan demikian, tujuan kita untuk menyejahterakan rakyat khususnya pada para nelayan budi daya dapat dinikmati oleh mereka," kata dia di Jakarta, Rabu (1/8).

Ihsanuddin menambahkan, program yang didasari dari kajian dan pemikiran berbagai pihak terkait itu telah dirumuskan untuk mendorong inklusi keuangan. "Industri asuransi harus (mulai) berani melakukan penetrasi pasar yang baru agar seluruh lapisan masyarakat memperoleh perlindungan jiwa dan harta bendanya. Hal itu membuat industri kita akan tumbuh dan berkembang," jelas dia.

Program APPIK sejatinya telah berlangsung sejak November 2018 dengan komoditas seperti udang, bandeng, nila, dan yang terbaru ialah lele. Program ini masih menerima subsidi secara keseluruhan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembudidaya akan mendapatkan klaim asuransi dengan nilai maksimal per tahun mulai dari Rp 7,5 juta.

Sementara itu, nilai pertanggungan yang harus dibayarkan pada AUBU Komersial dihitung berdasarkan biaya produksi dalam satu siklus budi daya udang. Adapun premi yang dibayarkan sebesar 3% dari harga pertanggungan.

APPIK dan AUBU memiliki manfaat atas perlindungan risiko kepada pembudidaya atas penyakit yang mengakibatkan matinya komoditas. Ada juga kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam serta kerusakan sarana pembudidaya 50% atau lebih.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA