Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asuransi Jiwa ABDA

Asuransi Jiwa ABDA

OJK Cabut Izin Pembentukan UUS Asuransi ABDA

Selasa, 5 Januari 2021 | 18:44 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin pembentukan unit usaha syariah (UUS) PT Asuransi Bina dana Arta Tbk (Asuransi ABDA). Pencabutan izin usaha tersebut ditetapkan pada 29 Desember 2020.

Hal tersebut diterangkan OJK melalui pengumuman dengan Nomor PENG-1/NB.213/2020 tentang Pencabutan Izin Pembentukan Unit Syariah PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Pencabutan izin pada tanggal 23 Desember lewat surat KEP-13/NB.213/2020.

"Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan telah mencabut izin pembentukan unit syariah PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Keputusan tersebut mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan," tulis Direktur IKNB Syariah Kris Ibnu Roosmawati, Selasa (5/1).

Dia menambahkan, Kantor Pusat Asuransi ABDA beralamat di Plaza ABDA Lantai 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 59 Jakarta. Pengumuman itu hendaknya disebarluaskan agar khalayak ramai mengetahui dan memakluminya.

Sebelumnya, Manajemen Asuransi ABDA melalui keterbukaan informasi BEI juga sempat membeberkan nasib bisnis syariah. Hal itu tepatnya dikemukakan pada saat Public Expose 2020 yang diselenggarakan 23 Juli 2020.

"Setelah melakukan kajian mendalam terkait dengan potensi perseroan atas bisnis syariah dengan menimbang keterbatasan, saat ini perseroan juga sedang dalam proses pengembalian izin kerja unit syariah," kata Manajemen Asuransi ABDA.

Pada kesempatan itu, perseroan juga sempat mengaku telah membuat rencana bisnis untuk tahun 2020-2022. Sejumlah strategi pun disiapkan seperti pengembangan jalur distribusi termasuk kanal digital, penerbitan produk baru, pengembangan sistem teknologi, membangun SDM, dan meningkatkan kualitas tata kelola. Pengembalian izin bisnis syariah juga masuk dalam rentetan rencana itu.

Sampai kuartal III-2020, Asuransi ABDA membukukan laba bersih sebesar Rp 76,98 miliar atau naik 9,73% secara tahunan (year on year/yoy). Pencapaian tersebut diantaranya adanya peningkatan hasil underwriting sebesar 21,13% (yoy) menjadi Rp 254,20 miliar.

Pada saat yang sama, total aset perseroan mencapai Rp 2,51 triliun, menyusut 7,17% (yoy). Namun demikian, rasio pencapaian solvabilitas Asuransi ABDA naik dari 346% di kuartal III-2019 menjadi 396% di kuartal III-2020. (pri)

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN