Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Eksekutif Pengawas Industri KEuangan Non Bank OJK Riswinandi didampingi Ketua Dewan Asuransi Indonesia Dadang Sukresna, dan Ketua Panitia Hari Asuransi 2019 Fachri Adnan memberikan keterangan kepada media di Bali (17/10)

Kepala Eksekutif Pengawas Industri KEuangan Non Bank OJK Riswinandi didampingi Ketua Dewan Asuransi Indonesia Dadang Sukresna, dan Ketua Panitia Hari Asuransi 2019 Fachri Adnan memberikan keterangan kepada media di Bali (17/10)

OJK Inginkan Rencana Bisnis Selaras dengan Inklusi

Windarto, Kamis, 17 Oktober 2019 | 17:31 WIB

Nusa Dua, Bali-Literasi dan inklusi keuangan, khususnya di bidang asuransi masih menjadi target dalam gelaran Hari Asuransi yang jatuh pada 18 Oktober. Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna menyebut perayaan Hari Asuransi sebagai bentuk komtimen berkelanjutan dari DAI bagi masyarakat Indonesia dalam meningkatkan pemahaman asuransi, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inlusi keuangan dalam mendorong ketersediaan akses dan layanan keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

 

Di Indonesia salah satu persoalan yang dihadapi bukan saja masih angka literasi yang masih rendah, survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan angka yang tidak seimbang antara literasi dan inklusi. Jika merujuk data tahun 2017, indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,76%. Angka tersebut turun dari survei tahun 2013 lalu di angka 17,84%. Sementara itu, tingkat utilitas mencapai 12,08%, tidak berubah jauh dari survei 2013 di angka 11,81%. Hal tersebut menunjukkan dari 100 orang Indonesia hanya 15 sampai 16 orang yang mengenai lembaga jasa keuangan asuransi. Sementara hanya ada 12 orang yang sudah menggunakan jasa asuransi.

 

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Riswinandi mengakui ada perbedaan antara tingkat literasi dan inklusi, karena itu dalam upaya menyeimbangkan dan meningkatkan secara keseluruhan OJK membuat beberapa langkah. “Kita perbaiki sistem pengajuan rencana bisnis. Kita perhatikan komitmennya dari perusahaan-perusahaan itu, apa yang mau mereka lakukan. Ini memudahkan pengawas dalam melakukan monitoring,” katanya di Nusa Dua, Bali (17/10).

 

Riswinandi menuturkan, OJK memiliki unit-unit yang mengawasi agar rencana bisnis yang disampaikan tersebut bisa sesuai dengan target yang disampaikan, misalnya untuk dana pensiun berapa besar jumlah peserta, untuk asuransi berapa banyak polis yang ditutup. Hal-hal tersebut masuk dalam indeks kinerja utama (IKU). “Tapi kadang-kadang sudah kita upayakan begini, ada faktor-faktor yang di luar kendali kita, akhirnya tidak terlaksana juga,” tambahnya.

 

Terkait program literasi, OJK memang mengharuskan perusahaan melakukan kegiatan tersebut setidaknya sekali dalam setahun. Dengan adanya kegiatan tersebut, lanjut Riswinandi, diharapkan bisa selaras antara rencana bisnis dengan inklusinya. Karena kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan.

 

Ketua Panita Hari Asuransi Fachri Adnan, berbeda dengan sebelumnya yang menyasar kalangan mahasiswa, tahun ini program literasi dilaksanakan di 24 kota dengan membidik siswa-siswa SMA. Ada 17. 277 siswa yang terlibat dalam acara tersebut dan angka ini memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai program Literasi Asuransi untuk siswa SMA Terbanyak di Indonesia.

 

Tahun ini Hari Asuransi mengangkat tema Sejuta Polis Untuk Negeri. “Harapannya kegiatan ini bisa menjangkau ke seluruh pelosok negeri hingga ke desa-desa,” tuturnya. Dalam penyelenggaraan kali ini DAI juga bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk melakukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM dan masyarakat pra sejahtera dengan target menjangkau 10 titik dan 1.000 peserta.

 

Adapun puncak peringatan Hari Asuransi akan dilaksanakan di pada 20 Oktober 2019 di Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar yang diisi dengan festival, funwalk, karnaval, kuliner, atraksi olah raga ekstrem, dan pertunjukan musik.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA