Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BNI Life

BNI Life

RAYAKAN HUT KE-23

Oktober, BNI Life Cetak Laba Rp 260 Miliar

Prisma Ardianto, Jumat, 29 November 2019 | 08:42 WIB

JAKARTA, investor.id – PT BNI Life Insurance hingga Oktober 2019 membukukan laba sebesar Rp 260 miliar atau tumbuh 40,5% secara year to date (ytd). Dengan perolehan tersebut, perseroan optimistis membukukan laba pada akhir tahun ini mencapai Rp 370 miliar.

"Kalau laba itu totalnya Rp 185 miliar per Desember 2018, sekarang (Oktober 2019) sudah mencapai Rp 260 miliar," kata Direktur Utama BNI LIfe Shadiq Akasya di sela acara perayaan HUT BNI Life ke-23 di Menara BNI, Jakarta, Kamis (28/11).

Adapun untuk perolehan premi hingga Oktober 2019 tercatat mencapai Rp 4,6 trilliun atau turun 4,1% secara year on year (yoy). Shadiq mengatakan, penurunan premi disebabkan adanya pergeseran lini bisnis. Dari sebelumnya mengandalkan produk premi tunggal, kini mulai didominasi produk premi reguler.

"Kalau premi itu memang agak bergeser sedikit. Kami ubah fokus bisnis dari single (premi tunggal) pada periode 2015-2017, kini diubah ke premi reguler," ujar dia.

Shadiq memaparkan, pada 2018 premi tunggal mendominasi hingga 60% dibanding premi reguler sebesar 40%. Hingga Oktober 2019, kondisi telah berbalik dengan portofolio premi regular sebesar 62% dibanding premi tunggal sebesar 38%. Dengan demikian, ke depan perseroan berharap laba bisa diperoleh secara berkelanjutan.

"Sekarang produk asuransi itu perlu sustainable, produk yang sesuai itu reguler. Kedua, dari profitabilitas. Kalau produk reguler pasti dalam analisis kami itu lebih menguntungkan. Makanya kami bergeser dari single ke reguler," terang dia.

Shadiq menjelaskan, pihaknya akan mengupayakan penetrasi lebih untuk memanfaatkan kanal dari induk perusahaan. Sebab, hingga saat ini potensi bisnis masih terbuka lebar untuk digarap. Tak kalah penting, akselerasi lebih juga perlu dilakukan di luar akses yang tersedia dari induk perusahaan.

"Mau tidak mau, kami harus memperluas di luar bisnis turunan dari BNI. Kami juga harus garap bisnis captive seperti bancassurance, asuransi jiwa kredit, employee benefit itu terus kami optimalkan. Di samping itu kami harus penetrasi diluar bisnis BNI yang disebut non-captive market," papar dia.

Sementara itu, perseroan mencatat rasio premi reguler tahun 2019 untuk bisnis individu meningkat sebesar 55% (ytd). Kemudian total aset BNI Life sampai dengan periode Oktober 2019 meningkat Rp 2,12 triliun atau tumbuh 13,4% (yoy).

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA