Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Target SBN

Target SBN

Penerbitan SBR Tingkatkan Cost of Fund Perbankan

Nida Sahara, Jumat, 12 Juli 2019 | 08:27 WIB

JAKARTA.investor.id – Penerbitan surat berharga negara (SBN) oleh pemerintah seperti saving bond ritel (SBR) dinilai mempersulit penurunan suku bunga simpanan (deposito), dan berpotensi meningkatkan biaya dana (cost of fund) perbankan.

Adapun pemerintah baru menerbitkan SBR007 dengan kupon yang ditawarkan sebesar 7,5% untuk tiga bulan pertama. Tingkat kupon SBR007 tersebut mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Day Reverse Repo Rate 6% ditambah spread tetap sebesar 150 basis poin (bps).

Dengan tingkat bunga tersebut, dikhawatirkan akan mengganggu penghimpunan dana perbankan, terlebih saat ini kondisi likuiditas cukup ketat bagi industri perbankan. Artinya, cost of fund perbankan juga akan meningkat jika bank tetap memberikan bunga deposito yang tinggi untuk menarik deposan tetap menyimpan dananya di bank.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk Hariyono Tjahjarijadi mengatakan, instrumen SBR dinilai bagus untuk menjadi pilihan bagi masyarakat dalam berinvestasi. Selain itu, ekonomi akan tumbuh dengan adanya investasi dari masyarakat.

Meski demikian, menurut Hariyono hal tersebut pasti akan berdampak ke industri perbankan. "Pasti ada dampaknya namun ekonomi kan juga bertumbuh, sehingga dampaknya tidak serta merta deposito bank jadi turun. Namun, suku bunga dana bisa saja jadi sulit untuk turun," kata Hariyono ketika dihubungi Investor Daily, Kamis (11/7).

Dia mencatat, sampai dengan semester pertama tahun ini penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan meningkat sekitar 8,9% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi DPK tersebut diharapkan meningkat sampai dengan akhir tahun ini. "Dalam RBB (rencana bisnis bank) kurang lebih 9-10% (target DPK)," ujar dia.

Di sisi lain, Hariyono juga menjelaskan, pada kuartal ketiga tahun ini atau akhir September 2019 perseroan akan menerbitkan saham baru (rights issue) sebesar Rp 1 triliun guna menambah modal. "Pemegang saham merencanakan untuk rights issue di akhir kuartal III, iya betul (Rp 1 triliun)," tambah Hariyono.

Adapun posisi rasio kecukupan permodalan (capital adequacy ratio/CAR) perseroan saat ini tercatat di level 14,59% meningkat dari Maret 2018 sebesar 12,89%.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN