Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Iustrasi produk asuransi. (Ist)

Iustrasi produk asuransi. (Ist)

Semester I, Premi Reasuransi Umum Naik 23,8%

Minggu, 6 September 2020 | 22:34 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Industri reasuransi umum mencatatkan peningkatan premi sampai semester I-2020 sebesar 23,8% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 10,25 triliun. Di samping itu, klaim yang dibayarkan reasuransi umum tercatat naik 73,4% (yoy) menjadi sebesar Rp 4,37 triliun.

Mengacu pada kompilasi data enam perusahaan reasuransi umum yang dihimpun Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), peningkatan premi reasuransi umum utamanya disokong dari lini reasuransi kredit. Lini tersebut melonjak 153,7% (yoy) menjadi sebesar Rp 2,25 triliun.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyampaikan, kenaikan premi reasuransi kredit merupakan gambaran dari peningkatan premi yang dikumpulkan asuransi kredit di kuartal I-2020 dan akhir tahun lalu. Adapun peningkatan premi didorong masuknya sejumlah pemain untuk menggarap asuransi kredit.

"Pertumbuhan premi di asuransi kredit itu secara nilai besar di tahun lalu. Ada dua atau tiga pemain yang masuk ke lini asuransi kredit dan membuat lini tersebut menjadi besar," jelas Dody saat paparan kinerja reasuransi umum, akhir pekan lalu.

Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe. Foto: IST
Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe. Foto: IST

Dia menyatakan, saat ini para pemain tersebut sudah mulai hati-hati untuk mengoleksi premi dari lini asuransi atau reasuransi kredit, lantaran klaim yang turut melonjak tajam. Apalagi sentimen pandemi Covid-19 pun membuat pemain lebih bijaksana untuk menerbitkan polis-polis baru.

Dody menyatakan, data premi reasuransi umum memiliki jeda satu kuartal dengan data asuransi umum. Di industri asuransi umum, pada kuartal II-2020 premi asuransi kredit tercatat turun sebesar 6,1% (yoy) menjadi sebesar Rp 5,68 triliun.

Dengan demikian, AAUI memperkirakan premi reasuransi kredit juga akan menurun pada pencatatan di periode berikutnya.

Selain lini reasuransi kredit, reasuransi harta benda juga menjadi kontributor pertumbuhan premi di industri reasuransi umum sampai semester I-2020. Lini tersebut masih mampu tumbuh 12,2% (yoy) menjadi sebesar Rp 4,94 triliun. Begitu juga lini reasuransi rangka kapal dan reasuransi tanggung gugat (liability). Masing-masing lini itu tumbuh 18,8% (yoy) menjadi sebesar Rp 420,29 miliar dan naik 192,5% (yoy) menjadi sebesar Rp 373,10 miliar.

Selanjutnya beberapa lini lainnya masih mencatatkan pertumbuhan, seperti premi pada reasuransi pengangkutan (marine cargo) yang naik 2,0% (yoy) menjadi sebesar Rp 666,24 miliar. Begitu juga pada premi reasuransi aviation yang terkerek 17,4% (yoy) menjadi sebesar Rp 43,50 miliar. Adapun reasuransi satelit mencatatkan premi baru sebesar Rp 33,94 miliar, nilai tersebut naik 100% (yoy) karena tidak ada premi yang dihimpun pada periode sebelumnya.

Sementara itu, sejumlah lini mencatatkan kinerja negatif sepanjang semester I-2020. Diantaranya premi reasuransi kendaraan bermotor turun 49,4% (yoy) menjadi sebesar Rp 143,91 miliar. Premi reasuransi energy offshore dan energy onshore pun demikian, masing-masing turun 22,9% (yoy) menjadi sebesar Rp 93,90 miliar dan turun 19,4% (yoy) menjadi sebesar Rp 158,38 miliar.

Kemudian, premi reasuransi engineering juga tercatat menurun 5,1% (yoy) menjadi sebesar Rp 421,72 miliar. Hal serupa dicatatkan premi dari lini bisnis reasuransi kecelakaan diri dan kesehatan yang terkoreksi 4,3% (yoy) menjadi sebesar Rp 144,14 miliar. Begitu juga premi reasuransi penjaminan (suretyship) yang turun 37,2% (yoy) menjadi sebesar Rp 37,71 miliar. Serta premi reasuransi aneka turut menurun sebesar 6,6% (yoy) menjadi sebesar Rp 512,73 miliar.

Klaim Meningkat

Di sisi lain, industri reasuransi umum pun menunjukan komitmennya untuk membayarkan klaim kepada para nasabah. Hal itu tercermin bahwa total klaim dibayarkan mencapai Rp 4,37 triliun atau naik sebesar 73,4% (yoy).

Serupa dengan peningkatan pada premi, kontributor utama klaim reasuransi dicatatkan oleh lini reasuransi kredit mencapai Rp 1,41 triliun atau naik signifikan sebesar 365,3% (yoy). Secara nilai, klaim asuransi harta benda juga mencatatkan kenaikan yang cukup besar menjadi Rp 1,52 triliun atau tumbuh 46,0% (yoy).

Peningkatan klaim reasuransi umum turut disumbangkan lini bisnis seperti reasuransi pengangkutan yang naik 108% (yoy) menjadi sebesar Rp 215,98 miliar. Klaim reasuransi rangka kapal naik 10,2% (yoy) menjadi sebesar Rp 245,57 miliar. Untuk reasuransi aviation juga klaim tercatat naik 197,7% (yoy) menjadi Rp 58,58 miliar.

Adapun klaim reasuransi engineering turut meningkat 50,2% (yoy) menjadi sebesar Rp 321,79 miliar. Lalu klaim dari reasuransi kecelakaan diri dan kesehatan tumbuh 55,7% (yoy) menjadi sebesar Rp 155,73 miliar.

Sedangkan sejumlah lini lain seperti reasuransi kendaraan bermotor menunjukan penurunan klaim 10,1% (yoy) menjadi sebesar Rp 132,15 miliar di semester I-2020. Lini reasuransi offshore dan energy onshore mencatatkan penurunan klaim, masing-masing menurun sebesar 45,3% (yoy) menjadi sebesar Rp 4,02 miliar dan turun 54,6% (yoy) menjadi Rp 15,28 miliar.

Kemudian, klaim tanggung gugat ikut menurun 88,5% (yoy) menjadi sebesar Rp 3,28 miliar. Penurunan itu diikuti klaim dari lini reasuransi penjaminan sebesar 36,1% (yoy) menjadi Rp 9,85 miliar. Lalu penurunan klaim 2,6% (yoy) menjadi sebesar Rp 278,21 miliar dari reasuransi aneka. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN