Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Transformasi Jadi Poin Penting Selamatkan Polis Nasabah Jiwasraya

Rabu, 18 November 2020 | 15:25 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Jiwasraya tengah melakukan transformasi perusahaan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan program penyelamatan polis atau program restrukturisasi. Upaya pembenahan di internal perusahaan itu dinilai menjadi poin penting guna menyelamatkan seluruh polis nasabah Jiwasraya.

Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Jiwasraya R Mahelan Prabantarikso menyampaikan, sejak dipercaya membenahi perusahaan pada Januari 2019, terdapat sejumlah transformasi atau pembenahan yang dilakukan manajemen baru Jiwasraya. Pihaknya juga perlu menyiapkan pendanaan untuk mendukung kegiatan tersebut.

"Selain menyiapkan sumber pendanaan yang menjadi solusi atas masalah fundamental Jiwasraya, transformasi perusahaan ini juga menjadi poin penting di dalam program penyelamatan polis, hingga akhirnya seluruh polis Jiwasraya bisa diselamatkan dan dipindahkan ke IFG Life," kata Mahelan melalui keterangan tertulis, Rabu (18/11).

Dia menjelaskan, setidaknya ada tiga lini dari perusahaan yang perlu dilakukan transformasi. Pertama adalah transformasi pada sisi bisnis model, yakni dengan menghentikan produk-produk lama Jiwasraya yang menjanjikan bunga tinggi.

Di waktu yang sama, sambung dia, transformasi perusahaan juga menyasar pada pembenahan bisnis proses Jiwasraya yang diimplementasikan dengan menekan beban penjualan produk. Realisasinya dengan membentuk unit khusus Bisnis Korporasi, revitalisasi penjualan produk asuransi ritel, hingga penggunaan sistem kerja sama keagenan dan yang saling menguntungkan.

Transformasi kedua, kata Mahelan, yaitu peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness. Transformasi perusahaan turut dilakukan dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang meliputi anti gratifikasi, pengendalian informasi, hingga penerapan pedoman etika dan perilaku serta pembuatan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

"Transformasi perusahaan melalui peningkatan kualitas tata kelola dan penerapan prinsip GCG ini juga merupakan tugas dan amanah dari Pemerintah, serta pengejawantahan dari program Akhlak yang menjadi Core Value Kementerian BUMN," imbuh Mahelan.

Mahelan yang juga menjabat sebagai Koordinator Tim Satgas Restrukturisasi Jiwasraya menyampaikan bahwa menciptakan dan menerapkan standarisasi penempatan portofolio investasi yang ideal serta sesuai dengan aturan yang berlaku menjadi transformasi ketiga yang dilakukan perseroan. Saat ini, manajemen baru telah menerapkan manajemen risiko yang ketat pada saat pengelolaan investasi dalam proses bisnis investasi Jiwasraya.

Selain itu, pihaknya turut serta menekan biaya dengan melakukan reorganisasi internal. "Manajemen baru juga telah melakukan reorganisasi struktur organisasi dalam rangka efisiensi biaya operasional dan optimalisasi SDM demi menunjang pelaksanaan program penyelamatan polis Jiwasraya," jelas Mahelan.

Mahelan mengatakan, dalam waktu dekat manajemen baru Jiwasraya bersama pemerintah akan mengumumkan program restrukturisasi. Program itu ditujukan sebagai langkah konkret dalam menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya, menyusul masalah likuiditas yang terjadi sejak beberapa tahun ke belakang.

Demi meminimalisir risiko dan kerugian yang akan dirasakan pemegang polis dan keuangan negara akibat adanya potensi likuidasi terhadap Jiwasraya, dia menegaskan, pemerintah telah menganggarkan dana yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 22 triliun. Dana segar tersebut nantinya disalurkan lebih dulu ke Indonesia Financial Group (IFG), atau sebelumnya bernama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Selanjutnya, dana sebesar Rp 22 triliun itu akan dipakai IFG untuk mendirikan perusahaan asuransi baru yang bernama IFG Life. Adapun polis-polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi akan dipindahkan ke IFG Life.

Mahelan optimistis, dengan adanya upaya transformasi dan pembiayaan tersebut dapat meyakinkan seluruh pihak terkait pelaksanaan program penyelamatan polis Jiwasraya. "Semoga upaya transformasi dan pembenahan ini bisa dimaknai oleh seluruh pihak sebagai kerja keras manajemen baru dan pemerintah dalam menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya," tutup Mahelan.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN