Menu
Sign in
@ Contact
Search

Peter F Gontha, Lima Pelajaran dari Polandia

Kamis, 7 Mei 2015 | 18:19 WIB
Laporan Langsung Primus Dorimulu (redaksi@investor.id)

WARSAWA - Memulai pembangunan tahun 2004, Polandia kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi Uni Eropa. Dalam waktu lima hingga 10 tahun ke depan, negara ini mampu menjadi "macan" baru ekonomi Uni Eropa.

"Sedikitnya, ada lima pelajaran yang bisa dipetik dari Polandia," kata Dubes Indonesia untuk Polandia Peter F Gontha dalam percakapan dengan sejumlah wartawan senior dalam perjalanan darat dari Warsawa ke Berlin, Rabu (6/7).

Melewati highway sepanjang 550 km, empat wartawan senior melihat langsung kemajuan infrastruktur jalan, pertanian, dan pengelolaan hutan di Polandia.

Kelima kekuatan Polandia yang bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia, kata Peter, adalah gerakan antikorupsi, disiplin yang ditunjukkan warga di semua lini, kerja keras, pendidikan yang baik, dan kemajuan teknologi.

"Inilah kunci kemajuan Polandia, sehingga dalam waktu pendek, negara ini mampu mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di Uni Eropa," ujarnya.

Selama enam bulan bertugas sebagai dubes di Polandia, Peter melihat sikap tanpa krompromi terhadap korupsi. Pejabat yang terbukti korupsi diproses di pengadilan yang bersih.

Tahun lalu, para anggota parlemen Polandia dipaksa mengembalikan uang perjalanan dinas yang dimanipulasi. Mereka dikeluarkan dari partai.

Perlawanan terhadap korupsi sangat kuat karena masyarakat tak pernah memberikan toleransi kepada koruptor.

Disiplin tinggi warga Polandia bisa dilihat pada kehidupan sehari-hari. Kota dan desa bersih dari sampah. Para pengguna jalan tertib berlalu lintas.

Tanpa perlu dikawal polisi, para pengendara tidak berebut jalan. Para pegawai negeri berkantor dengan tertib.

Polandia adalah bangsa pekerja keras. Di setiap bidang usaha, demikian Peter, orang bisa melihat warga Polandia bekerja keras. Pada musim sangat dingin pun, berbagai proyek pembangunan terus berjalan.

Sejak bergabung dengan Uni Eropa, berbagai proyek infrastruktur transportasi --darat, laut, dan udara-- dibangun. Bandara Warsawa kini termasuk yang termegah di Eropa usai diperluas.

Disiplin, etos kerja keras, sikap antikorupsi dibentuk oleh pendidikan dan pendidikan yang dimaksudkan, kata Peter, justru dimulai dari keluarga.

Rata-rata pendidikan orang Polandia, yang saat ini berjumlah 38,5 juta jiwa, sekitar 13-14 tahun. Banyak penduduk Polandia yang mengenyami pendidikan hingga perguruan tinggi. Semakin tinggi pendidikan, semakin tinggi pula etika penduduk.

Polandia juga mencatat kemajuan pesat di bidang teknologi. Pusat riset Samsung dan LG, dua perusahaan elektronik asal Korea Selatan, dibangun di Polandia.

Pabrik sejumlah perusahaan otomotif besar juga ada Polandia. Kemajuan pertanian dan industri ditopang oleh pengunaan teknologi. Lahan pertanian yang luas mampu digarap para petani berkat mekanisasi pertanian.

Dalam 10 tahun terakhir, Polandia meraih kemajuan sangat pesat di berbagai sektor. Keputusan bergabung ke UE dinilai Peter sebagai langkah jitu.

Dengan bergabung ke UE, Polandia mendapatkan banyak bantuan. Menjelang Piala Eropa 2012, UE membiayai pembangunan highway dari Berlin ke Warsawa sepanjang lebih dari 550 km.

Produk domestik bruto (PDB) Polandia tahun 2014 sebesar US$ 518 miliar dengan pendapatan per kapita berdasarkan purchasing power parity US$ 21.000.

Pada tahun yang sama ekonomi Polandia bertumbuh 3,3%. Jauh di atas pertumbuhan ekonomi UE sebesar 0,17%.

Kontribusi terbesar terhadap PDB adalah jasa 63% dan industri 33%. Pertanian memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 3,5%.

Kendati demikian, pertanian mendapat perhatian sangat besar dari pemerintah. Tenaga kerja yang terserap di sektor pertanian 11%, industri 30%, dan jasa 63%. Pengangguran pada tahun yang sama 12%.

"Banyak OKB (orang kaya baru, red) di sini," kata Peter. Setelah bekerja keras, mereka belanja. Tetapi, inflasi Polandia tahun 2014 hanya 0,8%. Dalam perdagangan dengan Indonesia, Polandia defisit 560 juta.

Ekspor Indonesia ke Polandia tahun 2014 sebesar US$ 701,59 juta, sedang impor Indonesia dari Polandia mencapai sebesar US$ 140,73 juta. (ID/feb)

Editor :

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com