Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Periset Teori Kontrak Raih Nobel Ekonomi

Selasa, 11 Oktober 2016 | 16:08 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

STOCKHOLM – Dua akademisi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) pada Senin (10/10) ditetapkan sebagai pemenang Nobel Ekonomi 2016, atas riset terobosannya mengenai teori kontrak. Teori ini membantu perancangan kebijakan- kebijakan asuransi, gaji eksekutif, privatisasi, hingga manajemen penjara.


Kedua akademisi tersebut adalah Oliver Hart, ekonom Inggris-AS yang berkiprah di Universitas Harvard dan Bengt Holmstroem, pria asal Finlandia yang berkarya di Massachusetts Institute of Technology (MIT).


Royal Swedish Academy of Sciences menyatakan, riset Holmstroem (67 tahun) pada 1970-an dan Hart (68) pada 1980-an membuat teori kontrak jadi ranah yang subur bagi penelitian dasar.


“Oliver Hart dan Bengt Holmstroem mengembangkan teori kontrak, sebuah kerangka kerja komprehensif untuk menganalisis beragam isu secara kontraktual, seperti gaji eksekutif berdasarkan kinerjanya, pemotongan dan pembayaran bersama dalam asuransi, dan privatisasi perusahaan-perusahaan milik pemerintah,” kata lembaga tersebut.


Kepioniran keduanya, tambah Royal Swedish Academy of Sciences, telah meletakkan landasan intelektual bagi perumusan kebijakan dan lembaga di banyak area. Dalam penelitiannya masing-masing, kedua akademisi menciptakan perangkat untuk menentukan apakah seorang guru, perawat, dan sipir penjara harus menerima gaji tetap atau upah kontrak berdasarkan kinerja.


Kemudian apakah penyedia layanan umum seperti sekolah, rumah sakit, atau lembaga pemasyarakatan sebaiknya milik negara atau bisa oleh swasta. Perangkat-perangkat teori baru yang diciptakan oleh Hart dan Holmstroem berguna untuk memahami kontrak-kontrak dan lembaga-lembaga dalam kehidupan nyata, selain potensi masalah dalam perancangan kontrak,” lanjut tim juri Nobel.

Hart seorang profesor ekonomi di Harvard, sedangkan Holmstroem seorang profesor ekonomi dan manajemen di MIT. Keduanya akan berbagi hadiah uang delapan juta kronor atau setara US$ 924.000.


“Hal pertama yang saya lakukan memeluk istri, membangunkan anak, kemudian menelepon sesama pemenang,” ujar Hart kepada laman Nobel Foundation.


Sementara Holmstroem kepara para wartawan via saluran video pada konferensi pers Nobel di Stockholm, Swedia mengaku sangat terkejut dan sangat senang karena memenangi penghargaan bergengsi tersebut.


Holmstroem dikenal atas penelitianpenelitiannya tentang bagaimana kontrak dan insentif mempengaruhi perilaku korporasi, termasuk tata kelola hingga masalah likuiditas dalam situasi krisis finansial. Dia juga pernah menjadi anggota dewan direksi Nokia pada 1999-2012, sehingga ditanya oleh para wartawan apakah bonus eksekutif sekarang terlalu besar.


“Teori-teori saya tidak berpijak pada hal tersebut. Pandangan pribadi saya adalah terlalu rumit. Namun yang meningkat seiring waktu adalah mereka tidak mendapatkan segalanya dalam tempo singkat tapi setelah sekian lama,” tutur dia.


Negara atau Swasta

Pada pertengahan 1980-an, Hart memberikan kontribusi mendasar bagi cabang baru teori kontrak, yang berhubungan dengan kontrak-kontrak tak lengkap.


“Karena mustahil bagi sebuah kontrak untuk menentukan setiap kemungkinan, cabang teori ini menjelaskan alokasi optimal dari hak-hak kontrol. Pihak mana dalam kontrak yang berhak mengambil keputusan dalam berbagai keadaan?” kata juri Nobel.


Riset Hart menyediakan perangkat-perangkat teoretis baru bagi studi yang mempertanyakan perusahaanperusahaan seperti apa yang sebaiknya merger, bauran yang pas antara utang dan pendanaan ekuitas, dan kapan lembaga seperti sekolah atau penjara harus dimiliki swasta atau negara.


Hadiah Nobel diberikan setiap tahun sejak 1901 bagi pencapaian-pencapaian terbesar di bidang fisika, kimia, kesehatan, perdamaian dan sastra. Pemberian hadiah ini berdasarkan wasiat Alfred Nobel, penemu dinamit dan filantropis asal Swedia yang meninggal pada 1896.


Adapun Nobel Ekonomi ditambahkan oleh bank sentral Swedia sejak 1968. Nobel Ekonomi biasanya diumumkan terakhir, tapi untuk tahun ini Nobel Sastra baru akan diumumkan pada Kamis (13/10). Nobel Ekonomi tahun lalu jatuh kepada Angus Deaton dari Universitas Princeton, AS, atas analisisnya mengenai konsumsi, kemiskinan, dan kesejahteraan. (afp/sumber lain/sn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN