Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Ekspor Tiongkok Naik Lagi

Jumat, 9 Desember 2016 | 06:00 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BEIJING – Setelah turun tujuh bulan berturut-turut, ekspor Tiongkok naik pada November 2016. Hasil ini melebihi ekspektasi dan menjadi sinyal positif bagi ekonomi global. Namun kalangan analis tetap mengingatkan ketidakpastian ke depan, karena presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebentar lagi menjabat dan siap menjalankan janji-janjinya mengenai perdagangan dengan Tiongkok.

Advertisement

 

Kenaikan ekspor tahunan Tiongkok pada November sangat tajam dibandingkan bulan sebelumnya. Faktor pendorong adalah anjloknya nilai tukar yuan, yang membuat barang-barang Negeri Tirai Bambu ini lebih murah di luar negeri. Impor juga melampaui perkiraan, yang menunjukkan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut terus stabil, setelah beberapa tahun terakhir melambat.

 

Ekspor Tiongkok pada November 2016 naik 0,1% year-on-year (yoy) menjadi US$ 196,8 miliar. Sedangkan hasil sur vei Bloomberg News terhadap para ekonom ratarata memperkirakan penurunan 5%. Naiknya harga-harga komoditas juga mengangkat impor 6,7% yoy menjadi US$ 152,2 miliar, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 1,9%. Alhasil, surplus perdagangan Tiongkok pada November merosot jadi US$ 44,6 miliar.

 

Data terbaru menunjukkan kinerja perdagangan Tiongkok naik tajam dibandingkan bulan sebelumnya. Sebab ekspor menukik 7,3% dan impor turun 1,4%.

 

Stabilnya permintaan luar negeri dan pelemahan yuan membantu peningkatan itu. Yuan dalam beberapa pecan terakhir melemah terhadap dolar AS hingga mencapai level terendah dalam delapan tahun.

 

Tapi para analis ANZ mengingatkan, kejutan kenaikan ekspor pada November mencerminkan tertundanya pengiriman dari dua bulan sebelumnya. “Meskipun kejutan hari ini positif, prospek perdagangan Tiongkok dalam jangka menengah tetap berat,” kata Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics.

 

Dia menambahkan, prospek pertumbuhan global yang diperkirakan lesu akan membebani ekspor Tiongkok. Sedangkan penurunan pasar properti Tiongkok akan menekan permintaan terhadap komoditaskomoditas impor.

 

Ekonomi Tiongkok juga berpeluang menemui hambatan ketika Trump resmi menjabat pada 20 Januari 2017. Trump telah mengecam pemerintahan Tiongkok proteksionis dan mengancam akan membatalkan kesepakatan-kesepakatan perdagangan global.

 

Trump berjanji untuk menyatakan Tiongkok sebagai manipulator mata uang dan mengancam akan mengenakan tarif impor 45% terhadap barangbarang Tiongkok untuk melindungi lapangan kerja di AS.

 

Sebagai pemanasan, Trump pada Minggu (4/12) mengecam kebijakankebijakan Tiongkok. “Apakah Tiongkok bertanya kepada kita apakah oke untuk mendevaluasi mata uangnya sehingga perusahaan-perusahaan kita sulit bersaing dan memajaki tinggi produk-produk kita sedangkan kita tidak memajaki mereka? Tidak kan!” seru Trump. (afp/leo)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN