Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Trump Perintahkan Penyelidikan Aturan Kekayaan Intelektual Tiongkok

Senin, 14 Agustus 2017 | 08:15 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menandatangani memorandum pada 14 Agustus, untuk memberikan sanksi terhadap praktik-praktik pencurian kekayaan kekayaan intelektualnya oleh Tiongkok. Demikian disampaikan para pejabat pemerintah, pada Sabtu (12/8) waktu setempat.

 

Menurut pejabat yang enggan disebutkan namanya, dalam memorandum tersebut Trump akan mengarahkan Per wakilan Dagang AS Robert Lighthizer untuk menetapkan apakah ada undang-undang, kebijakan, atau praktik-praktik diskriminasi Tiongkok yang membeda-bedakan atau merugikan para inovator serta pertusahaan-perusahaan teknologi Amerika.

 

Jika demikian maka Lighthizer akan memiliki kekuasaan luas dalam mengupayakan tindakan perbaikan.Bahkan, pejabat itu secara terang-terangan menuding Tiongkok mencuri kekayaan intelektual kita – yang selama ini menjadi perhatian perusahaan-perusahaan Barat karena sedang berupaya mencari pangsa pasar Tiongkok yang sangat besar.

 

Langkah terbaru Trump tersebut dikeluarkan di tengah-tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing. Sebelumnya, presiden AS ke-45 ini menuding Tiongkok gagal mengendalikan ambisi nuklir sekutunya, Korea Utara (Korut), kendati dia sudah melontarkan ancaman yang lebih tajam kepada Pyongyang.Akan tetapi, para pejabat mengatakan,, bahwa tidak ada kertekaitan antara masalah nuklir Korut dengan masalah perdagangan.

 

Di sisi lain, Lighthizer baru memulai proses penyelidikan, berdasarkan Pasal 302b dari Hukum Dagang Amerika atau US Commercial Code, yang mana dapat memakan waktu selama satu tahun untuk mengumpulkan temuan-temuannya.

 

Langkah terakhir ini menyusul dibukanya beberapa penyelidikan lain oleh pemerintahan Trump terhadap praktik komersial dagang Tiongkok, terutama di sektor baja. Mengingat, Washington mengumumkan pemberian sanksi awal terhadap impor aluminium foil dari Tiongkok, pada Selasa (8/8).

 

Menurut para pejabat AS, kebijakan dagang Tiongkok memiliki tujuan utama,yakni akuisisi dan penyerapan kekayaan intelektual Amerika Serikat serta negara-negara lain di seluruh dunia.

 

“Kebanyakan warga Amerika sepenuhnya menyadari bahwa Tiongkok telah mencuri kekayaan intelektual kita. Apa yang mungkin tidak mereka ketahui adalah bahwa Tiongkok juga memaksa perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di Tiongkok untuk menyerahkan teknologi-teknologi mereka,” ujarnya.

 

Para pejabat AS juga secara khusus akan melakukan pemeriksaan atas peran perusahaan patungan, perusahaan patungan asing dan Tiongkok yang perusahaannya dibutuhkan untuk bisnis luar yang ingin menjual produk-produknya di Tiongkok.

 

“Tiongkok juga mendanai dan memfasilitasi akuisi perusahaan-perusahaan AS yang memiliki teknologi maju. Jika orang-orang Amerika yang memiliki teknologi-teknologi terbaik mereka dan kekayaan intelektual terus-menerus dicuri atau dipindah paksa ke luar pesisir, Amerika Serikat akan semakin sulit mempertahankan posisi kepemimpinan dalam teknologinya saat ini,” jelas para pejabat.

 

Perusahaan-perusahaan AS dan Eropa sendiri sudah sejak lama mengeluhkan peraturan-peraturan Tiongkok yang memaksa mereka menyerahkan rahasia industri mereka, jika ingin melakukan bisnis di Tiongkok.Bahkan Apple Inc., yang memiliki omset lebih dari US$ 30 miliar per tahun di Tiongkok, saat ini harus tunduk pada beberapa kebijakan yang dilakukan Beijing sehingga menghambat kegiatan-kegiatannya di Neger Tirai Bambu itu. (afp/pya)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN