Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor Daily

Investor Daily

Defisit Perdagangan AS Melebar Luas

Kamis, 8 Maret 2018 | 07:38 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

WASHINGTON – Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Januari 2018 melebar hingga level tertinggi dalam hampir satu dekade. Penyebabnya adalah negara perekonomian terbesar dunia itu mengekspor lebih sedikit bahan bakar serta pesawat udara.

 

Kalangan ekonom mengatakan, melebarnya defisit perdagangan dapat menjadi pertanda bahwa perekonomian memulih. Tapi pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut bahwa defisit disebabkan perdagangan AS dirampok oleh negara-negara mitra dagangnya.

 

Pemerintahan Trump berencana mengumumkan tarif tinggi atas produk impor baja dan aluminium. Penasihat tinggi ekonomi Trump, Gary Cohn, pada Selasa (6/3) malam waktu setempat mengundurkan diri sebagai protes atas rencana tersebut.

 

Melebarnya defisit perdagangan ini berpotensi memancing reaksi lebih keras dari Gedung Putih. Raksasa pesawat AS, Boeing, dan para produsen minyak seperti Chevron, serta industri-industri yang ekspornya turun sudah menunjukkan penolakan atas rencana pemerintahan Trump tersebut.

 

Data Januari 2018 juga menunjukkan defisit perdagangan AS sepanjang 2017 mencapai level tertinggi sejak krisis finansial global 2008. Untuk Januari 2018, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa defisit perdagangan naik 5% -karena data Desember direvisi naik- menjadi US$ 56,6 miliar atau tertinggi sejak Oktober 2008.

 

Kenaikan itu melampaui ekspektasi kalangan analis yang memperkirakan sebesar 2%. Secara tahunan, deficit bulanan untuk barang dan jasa naik 16,2% dibandingkan Januari 2017, karena ekspor di bawah impor.

 

Ekspor AS pada awal 2018 turun 1,3% menjadi US$ 200,9 miliar dan merupakan penurunan terbesar dalam 16 bulan, karena ekspor pesawat turun US$ 1,8 miliar dan penjualan minyak mentah serta bahan kimia lainnya turun US$ 1,3 miliar. Sedangkan impor tetap sebesar US$ 257,5 miliar.

 

Sementara itu, ekspor jasa AS, termasuk kutipan atas penggunaan hak kekayaan intelektual, mencapai level tertinggi di angka US$ 66,7 miliar. Tapi, defisit barang dengan Kanada mencapai level tertinggi dalam tiga tahun di angka US$ 4,1 miliar pada Januari 2018. (afp/sn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN