Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Orang-orang mengantre dengan duduk di kursi setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19 di Museum Perencanaan Kota Chaoyang, di Beijing, Tiongkok, pada 15 Januari 2021. ( Foto: Noel Celis / AFP )

Orang-orang mengantre dengan duduk di kursi setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19 di Museum Perencanaan Kota Chaoyang, di Beijing, Tiongkok, pada 15 Januari 2021. ( Foto: Noel Celis / AFP )

20 Ribu Penduduk Desa di Tiongkok Dikarantina

Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok telah mengirim lebih dari 20.000 penduduk desa, yang tinggal di pusat penyebaran virus corona Covid-19 terbaru, ke fasilitas karantina yang dikelola negara. Langkah ini dilakukan karena ada laporan angka Covid-19 nasional terburuk, sebanyak 144 kasus pada Jumat (15/1), sejak Maret tahun lalu.

Menurut laporan, pihak berwenang sebagian besar telah mengendalikan penyebaran virus corona dengan menerapkan langkah-langkah ketat, termasuk pengujian massal dan pembatasan perjalanan. Tetapi beberapa pekan terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus, terutama di wilayah utara Tiongkok.

Kondisi tersebut mendorong gelombang baru karantina (lockdown) kembali, dan bergegas membangun pusat karantina baru yang besar. Menurut catatan, terdapat 144 kasus infeksi yang dilaporkan pada Jumat. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam satu hari, sejak Maret 2020.

Ada pun sebagian besar kasus terbaru terjadi di Provinsi Hebei, di mana lebih dari 22 juta orang telah diisolasi.

“Lebih dari 20.000 penduduk dari desa-desa di sekitar Shijiazhuang – sekitar 294 kilometer barat daya Beijing – telah dikirim ke karantina pusat mulai Rabu (13/1),” demikian laporan lembaga penyiaran CCTV, yang dikutip AFP.

Menurut CCTV, penduduk desa tinggal di hotel, terpisah dengan anggota keluarga.

“Wajar jika mereka merasa cemas dan panik,” kata Liu Jinpei, seorang psikolog yang terlibat dalam karantina, kepada CCTV.

Li juga menambahkan pihak berwenang telah menyiapkan saluran hotline kesehatan mental.

Para pejabat pun bergegas membangun pusat observasi medis besar-besaran di daerah itu, dengan ketersediaan lebih dari 3.000 tempat tidur sementara.

Vaksinasi Sebelum Imlek

Menurut laporan, lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini tampaknya dipicu oleh “infeksi senyap” ata disebut kasus tanpa gejala. Kasus ini kebanyakan bermunculan di daerah, seperti pedesaan dan di pinggiran kota.

Surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah, memperingatkan bahwa tingginya jumlah kasus di wilayah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran tentang celah dalam pengendalian epidemi. Pasalnya, banyak penduduk yang sudah berusia lanjut, yang tinggal di daerah itu.

Berbeda dengan banyak negara di Eropa, Pemerintah Tiongkok tidak memberikan vaksin Covid-19 kepada kelompok orang tua, tetapi dimulai dengan kalangan masyarakat yang memiliki profesi, seperti sopir bus dan pekerja toko.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN