Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pasukan Garda Nasional terlihat di halaman gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat (AS), pada 15 Januari 2021. ( Foto: Samuel Corum / Getty Images via AFP )

Pasukan Garda Nasional terlihat di halaman gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat (AS), pada 15 Januari 2021. ( Foto: Samuel Corum / Getty Images via AFP )

20.000 Garda Nasional Amankan Pelantikan Biden

Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:17 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Lebih dari 20.000 pasukan Garda Nasional dikerahkan untuk memperketat pengamanan di Washington DC, jelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada 20 Januari mendatang. Bahkan pusat kota Washington diblokade mulai Kamis (14/1) waktu setempat. Penjagaan ketat ini menyusul aksi massa ke gedung Capitol sepekan lalu dan semakin banyaknya ancaman tindak kekerasan.

Di beberapa negara bagian AS, Garda Nasional juga diterjunkan untuk mempersiapkan pengamanan pada 16-20 Januari 2021. Negara bagian Washington, Michigan, dan lainnya menyataan khawatir tentang kemungkinan aksi kekerasan dari sayap kanan.

Kepala Polisi Robert Contee mengatakan, ibu kota AS tengah menghadapi ancaman keamanan besar setelah para pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung Capitol. Aksi massa yang disertai kekerasan ini bertujuan menghalangi pengesahan kemenangan Biden, hingga berujung pada tewasnya lima orang.

Selang satu hari kemudian, Trump dimakzulkan di Kongres karena diduga mendukung aksi penyerangan tersebut.

Sebagai informasi, saat ini ada pemandangan berbeda di pusat kota Washington. Banyak penghalang dan kawat berduri yang dipasang sebagai bagian dari tindakan pencegahan menjelang upacara pelantikan Presiden terpilih Joe Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris pada 20 Januari.

Sebagian besar jalan-jalan di pusat kota Washington juga telah dilarang dilintasi kendaraan. Kondisi ini diibaratkan area Zona Hijau di Baghdad, Irak yang memiliki keamanan tinggi.

Sementara itu, badan federal Secret Service – yang bertanggung jawab atas keamanan – sedang mempertimbangkan untuk melakukan penutupan (shutdown) luar biasa di seluruh kawasan National Mall – sebuah area lapangan berumput yang kerap dijadikan tempat berkumpul ratusan ribu orang untuk merayakan pelantikan presiden baru.

Di samping itu, para pejabat keamanan memperingatkan bahwa kelompok ekstremis bersenjata pendukung Trump – yang kemungkinan membawa bahan peledak – menjadi ancaman bagi Washington, serta ibu kota negara bagian lainnya selama sepekan mendatang.

“Kami melihat banyak sekali obrolan via online yang mengkhawatirkan. Kami khawatir tentang potensi kekerasan dari berbagai aksi protes yang direncanakan di sini, di DC, dan gedung-gedung DPR negara bagian di seluruh negeri pada hari-hari mendatang, yang dapat membawa orang-orang bersenjata berada dekat dengan gedung-gedung dan pejabat pemerintah,” ujar Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Chris Wray kepada Wakil Presiden Mike Pence dalam briefing yang disiarkan televisi, yang dikutip AFP.

Sekelompok tentara Garda Nasional berpatroli di perimeter bagian dalam di sekitar gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat (AS), pada 15 Januari 2021. ( Foto: Samuel Corum / Getty Images via AFP
Sekelompok tentara Garda Nasional berpatroli di perimeter bagian dalam di sekitar gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat (AS), pada 15 Januari 2021. ( Foto: Samuel Corum / Getty Images via AFP

Tetap Waspada

Dalam langkah-langkah luar biasa sejak peristiwa nasional 11 September 2001, buletin internal FBI memperingatkan bahwa sebuah kelompok bersenjata berencana “menyerbu” kantor-kantor pemerintah di seluruh 50 negara bagian untuk memprotes Biden. Demikian laporan ABC News.

“FBI menerima informasi tentang kelompok bersenjata yang diidentifikasi berniat melakukan perjalanan ke Washington, DC pada 16 Januari,” demikian isi buletin itu.

Surat kabar New York Times melaporkan, bahwa FBI telah memberitahu departemen kepolisian di seluruh negeri untuk tetap waspada terhadap aktivitas-aktivitas kelompok ekstremis dan terus mengumpulkan informasi.

Para tokoh politik juga telah meningkatkan keamanan pribadi mereka sendiri. Bahkan, Walikota Washington Muriel Bowser mengungkapkan telah menerima ancaman pembunuhan.

Sedangkan Peter Meijer – salah satu dari 10 anggota Partai Republik yang mendukung Demokrat pada Rabu untuk mendakwa Trump karena mendukung "pemberontakan – menuturkan bahwa dirinya dan anggota parlemen lainnya telah mengambil tindakan pencegahan, seperti menggunakan alat pelindung tubuh.

“Saya memiliki rekan kerja yang sekarang bepergian dengan pengawalan bersenjata karena khawatir akan keselamatan mereka. Dugaan kami adalah seseorang mungkin mencoba membunuh kami,” katanya Meijer kepada MSNBC.

Ancaman potensial awal pekan ini digarisbawahi dengan temuan, bahwa salah satu dari mereka yang ditangkap karena terlibat dalam aksi massa 6 Januari di Capitol, memiliki senjata dan amunisi yang mungkin digunakan untuk pembunuhan.

Tetap Di Rumah

Catatan dokumen pengadilan menyebutkan, Cleveland Grover Meredith memiliki dua senjata, satu dengan penglihatan teleskopik dan memiliki sekitar 1.000 peluru.

Selain itu, seorang pria lain ditangkap karena mempunyai empat senjata dan 11 bom molotov di truknya.

Di samping itu, polisi masih mencari seorang pria yang menanam dua bom pipa di dekat Capitol pada 6 Januari. Sedangkan pada Selasa (12/1), kepolisian Chicago menangkap seorang pria yang beberapa pekan lalu mengancam Biden lewat telepon.

Situasi mengkhawatirkan tersebut diklaim meningkat, di saat surat kabar Washington Post melaporkan ada puluhan orang dalam daftar pantauan teroris FBI, yang berada di Washington untuk demonstrasi pro-Trump pada 6 Januari.

Para pejabat di Washington telah meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah selama pekan yang akan datang, daripada merayakan pelantikan. Hotel-hotel yang ada di pusat kota telah berhenti beroperasi sementara, dan Airbnb telah membatalkan pemesanan pada hari-hari sekitar acara pelantikan tersebut.

Maskapai-maskapai penerbangan telah memperketat keamanan. Bahkan maskapai penerbangan Delta mengumumkan, bagi para wisatawan dengan kepemilikan senjata resmi yang sebelumnya diizinkan untuk memeriksa senjata mereka, tidak akan diizinkan untuk melakukan dalam penerbangan ke Washington.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN