Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
kiri-kanan: Charles M.Rice; Dr. Harvey Alter; dan Dr. Michael Houghton memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran pada 5 Oktober 2020 atas penemuan virus Hepatitis C. ( Foto: JOHN ABBOTT, RICHARD SIEMENS, CHIACHI CHANG / UNIVERSITY OF ALBERTA / NATIONAL INSTITUTES OF HEALTH / THE ROCKEFELLER UNIVERSITY / AFP )

kiri-kanan: Charles M.Rice; Dr. Harvey Alter; dan Dr. Michael Houghton memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran pada 5 Oktober 2020 atas penemuan virus Hepatitis C. ( Foto: JOHN ABBOTT, RICHARD SIEMENS, CHIACHI CHANG / UNIVERSITY OF ALBERTA / NATIONAL INSTITUTES OF HEALTH / THE ROCKEFELLER UNIVERSITY / AFP )

Trio AS-Inggris Menangkan Nobel Kedokteran untuk Penemuan Virus Hepatitis C

Selasa, 6 Oktober 2020 | 06:43 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

STOCKHOLM, investor.id – Peneliti medis asal Amerika Serikat (AS) Harvey Alter dan Charles Rice bersama dengan peneliti Inggris Michael Houghton memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran pada Senin (5/10) atas penemuan virus Hepatitis C. Juri Nobel mengatakan, ketiganya telah membuka jalan untuk penyembuhan penyakit tersebut.

Tiga ilmuwan tersebut mendapat penghargaan atas kontribusi yang menentukan arah memerangi hepatitis yang ditularkan melalui darah. “Salah satu masalah kesehatan global yang menyebabkan sirosis dan kanker hati pada orang-orang di seluruh dunia," kata juri Nobel, seperti dikutip AFP.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 70 juta infeksi Hepatitis C di seluruh dunia, menyebabkan sekitar 400.000 kematian setiap tahun. Ini ditandai dengan nafsu makan yang buruk, muntah, kelelahan, dan penyakit kuning.

Berkat penemuan ketiganya, tes darah yang sangat sensitif untuk virus sekarang telah tersedia. Komite Nobel menyampaikan, pada dasarnya penemuan ini memberantas hepatitis pasca transfusi di banyak bagian dunia, meningkatkan kesehatan secara global.

Penemuan mereka memungkinkan perkembangan pesat obat antiviral yang diarahkan pada Hepatitis C. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penyakit ini kini dapat disembuhkan, meningkatkan harapan pemberantasan virus Hepatitis C dari populasi dunia," ujar juri Nobel.

Alter (85 tahun) mengatakan kepada Radio Swedia, dirinya terkejut menerima telepon pagi hari dari komite. Ia mengaku panggilan telepon itu sungguh membingungkan.

“Saya bahkan tidak menyadari bahwa ini adalah hari ketika Hadiah Nobel akan diberikan. Melihat begitu banyak orang yang disembuhkan sungguh menakjubkan,” katanya kepada Yayasan Nobel.

Di awal pekerjaan ketiga peneliti, penemuan virus Hepatitis A dan B telah menjadi langkah penting ke depan, tetapi mayoritas kasus hepatitis yang ditularkan melalui darah tetap belum dapat dijelaskan. Sebelumnya, penemuan Hepatitis B memenangkan Hadiah Nobel Pengobatan pada 1976.

Penemuan virus Hepatitis C mengungkapkan penyebab sisa kasus hepatitis kronis. “Menciptakan kemungkinan tes darah dan obat-obatan baru yang telah menyelamatkan jutaan nyawa ", kata komite Nobel.

Alter diberi penghargaan atas karya perintisnya yang mempelajari terjadinya hepatitis pada pasien yang telah menerima transfusi darah, menentukan penyakit mereka bukan Hepatitis A atau B. Houghton mengembangkan karya Alter untuk mengisolasi urutan genetik virus baru.

Rice (68 tahun) kemudian menyelesaikan teka-teki itu dengan menggunakan rekayasa genetika, membuktikan itu adalah jenis baru, yakni Hepatitis C yang menyebabkan pasien jatuh sakit. Ketiganya akan berbagi hadiah senilai 10 juta kronor Swedia (sekitar US$ 1,1 juta).

Pada 2013, Houghton dilaporkan menolak Penghargaan Internasional Gairdner Kanada. Pasalnya, dua kolaborator kunci yang bekerja dengannya di grup farmasi Chiron Corp tidak termasuk.

Houghton, Alter, dan Rice dijadwalkan menerima hadiah dari Raja Carl XVI Gustaf pada upacara resmi di Stockholm, Swedia pada 10 Desember 2020. Namun upacara tatap muka telah dibatalkan tahun ini karena pandemi dan diganti dengan upacara televisi yang menampilkan para penerima penghargaan di negara asal mereka.

 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN