Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS)  Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, dan  Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat yang menjabat sebagai Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan John E. Hyten (atas). Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal James C. McConville, dan Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Michael Gilday (bawah). ( Foto: WIN MCNAMEE, CHIP SOMODEVILLA, LILLIAN SUWANRUMPHA / AFP / GETTY IMAGES NORTH AMERICA )

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, dan Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat yang menjabat sebagai Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan John E. Hyten (atas). Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal James C. McConville, dan Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Michael Gilday (bawah). ( Foto: WIN MCNAMEE, CHIP SOMODEVILLA, LILLIAN SUWANRUMPHA / AFP / GETTY IMAGES NORTH AMERICA )

Setelah Gedung Putih, Covid-19 Tembus Pentagon

Kamis, 8 Oktober 2020 | 07:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Virus corona Covid-19 dilaporkan telah menembus ketatnya tingkat keamanan di Departemen Pertahanan (Dephan) Amerika Serikat (AS) atau Pentagon. Bahkan panglima tertinggi AS dan para pejabat tinggi militer lain sudah diisolasi. Tetapi, Dephan AS menyatakan pada Selasa (6/10) bahwa situasi ini tidak menyebabkan perubahan soal kesiapan operasional atau kemampuan misi Angkatan Bersenjata AS.

Seperti diketahui, pekan lalu Presiden Donald Trump dinyatakan positif mengidap Covid-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga hari. Trump kemudian dilaporkan diizinkan pulang oleh rumah sakit, dan kembali ke Gedung Putih pada Senin (5/10).

Namun tidak lama setelah Trump kembali bekerja, Pentagon mengumumkan bahwa anggota dari kepala staf gabungan, termasuk Jenderal Mark Milley sebagai kepala, sedang menjalani karantina mandiri

Walau semua tes menunjukkan hasil negatif Covid-19, mereka bakal tetap menjalani isolasi usai melakukan kontak dalam pertemuan pekan lalu dengan Wakil Komandan Penjaga Pantai Laksamana Charles Ray, yang dinyatakan positif Covid-19.

Berdasarkan publikasi Who's Who, terlihat deretan nama petinggi militer yang menghadiri pertemuan dengan Ray. Menurut pejabat Pentagon, selain Milley, ada juga Wakil Kepala Staf Gabungan Jenderal John Hyten; Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Michael Gilday; Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal James McConville; dan Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal Charles Brown.

Nama-nama petinggi militer lain yang ada pada daftar adalah Kepala Garda Nasional Jenderal Daniel Hokanson; Kepala Angkatan Luar Angkasa Jenderal John Raymond; serta Direktur Badan Keamanan Nasional dan Kepala Komando Siber (Cyber) AS Jenderal Paul Nakasone.

“Semuanya dilaporkan menunjukkan tes negatif, dan tidak ada yang menunjukkan gejala apa pun,” ujar pejabat itu, seperti dikutip AFP.

Sementara Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman menuturkan bahwa mereka yang telah melakukan kontak dengan Ray akan melakukan karantina mandiri dengana alasan kewaspadaan yang tinggi.

“Kami sedang melakukan pelacakan kontak tambahan, dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai untuk melindungi pasukan dan misi tersebut. Para pemimpin militer senior tetap mampu menjalankan misi sepenuhnya, dan menjalankan tugas mereka dari lokasi kerja alternatif,” kata Hoffman.

Sebagai informasi, lembaga Penjaga Pantai mengungkapkan bahwa Ray dinyatakan positif pada Senin setelah mengalami gejala ringan dan dikarantina di rumah.

Sementara Menteri Pertahanan (Menhan) AS Mark Esper yang tengah dalam perjalanan ke luar negeri pada pekan lalu tidak termasuk di antarapara pejabat Pentagon yang akan diisolasi.

Esper juga tidak memberikan komentar apa pun terkait situasi karantina di Pentagon, saat menghadiri konferei tentang masa depan Angkatan Laut AS pada Selasa.

Tidak Ada Peningkatan

Menurut para pejabat senior, level ancaman AS tidak ada peningkatan pada pekan lalu pasca pengumuman bahwa presiden mengidap Covid-19, dan tidak ada ancaman baru yang terdeteksi.

Meski demikian, para mantan pejabat AS mengingatkan agar pemerintah tetap waspada.

“Kami harus melihat apakah ada musuh global kami yang ingin mengambil keuntungan dari gangguan yang terjadi sekarang. Negara seperti Tiongkok mungkin mencoba melakukan sesuatu di Hong Kong sekarang, atau di Laut Tiongkok Selatan, sementara Trump fokus pada kesehatannya. (Atau Rusia) yang mungkin memutuskan untuk melakukan sesuatu di Belarus atau di negara lain, karena mungkin ada eluang menguntungkan,” tutur John Brennan, yang sempat menjabat sebagai direktur CIA di era presiden Barack Obama, kepada radio NPR.

Stephen Hadley – yang pernah menjabat sebagai penasihat keamanan nasional di era mantan presiden George W Bush – juga memperingatkan, musuh mungkin berpikir bahwa Amerika sedang terganggu, sehingga mereka dapat lolos dengan sesuatu.

Di sisi lain, anggota Kongres Adam Smith – yang menjabat sebagai ketua Komite Angkatan Bersenjata di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS), yang dikuasi Demokrat – mengecam cara-cara penanganan Trump atas krisis virus corona karena dipandang telah membahayakan keamanan nasional.

“Militer kami masih dapat beroperasi sementara kepemimpinan dikarantina, tetapi implikasi keamanan nasional dari kecerobohan presiden tidak bisa dibesar-besaran. Musuh-musuh kami selalu mencari kelemahan untuk dieksploitasi. Upaya-upaya menyedihkan Presiden Trump untuk memancarkan kekuatan tidak membodohi siapa pun. Rakyat Amerika tahu dia lemah, dan begitu juga mereka yang ingin kita celaka. Alih-alih memimpin, Presiden Trump terus dengan sengaja membahayakan keselamatan dan keamanan rakyat Amerika dan aparat militer kami,” ujar Smith.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN