Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows saat diwawancarai oleh FOX News pada 7 Oktober 2020. ( Foto: CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP )

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows saat diwawancarai oleh FOX News pada 7 Oktober 2020. ( Foto: CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP )

Stimulus Lanjutan Covid-19

Gedung Putih Sangsi akan Ada Kesepakatan Menyeluruh

Kamis, 8 Oktober 2020 | 06:18 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id) ,Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows pada Rabu (7/10) menyatakan tidak optimistis akan tercapai kesepakatan menyeluruh untuk stimulus lanjutan Covid-19. Pemerintahan Presiden Donald Trump, kata dia, sekarang mendukung pendekatan satu persatu, sekalipun negosiasi dengan Kongres sudah berakhir.

“Kami masih bersedia untuk berdialog. Tapi saya tidak optimistis akan kesepakatan menyeluruh. Saya optimistis ada 10 hal yang bisa kita capai satu persatu,” ujar Meadows kepada Fox News, seperti dikutip Reuters.

Ia tidak menyebutkan 10 hal yang ingin dicapai oleh pemerintahan Trump. Tapi, ia menegaskan posisi Trump dalam cuitannya pada Selasa (6/10) malam bahwa dirinya akan mendukung legislasi terpisah untuk mengatasi persoalan para maskapai, usaha kecil, dan bantuan langsung tunai kepada warga.

Trump membatalkan negosiasi itu sampai setelah pemilihan presiden 3 November 2020. Sebelumnya, pasar sempat positif ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan (Menkeu) AS Steven Mnuchin melanjutkan pembicaraan tentang tindak lanjut undang-undang (UU) CARES senilai US$ 2,2 triliun. Namun pasar saham AS juga mengawali perdagangan Rabu di teritori positif, setelah ada sinyalemen bantuan untuk para maskapai.

Trump juga menyatakan dirinya akan segera menandatangani rancangan undang-undang (RUU) Kongres yang menjamin putaran kedua stimulus langsung senilai US$ 1.200 dan US$ 135 miliar untuk usaha kecil. Dua elemen tersebut sudah termasuk dalam negosiasi.

Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell sebelumnya menegaskan agar bantuan untuk mengatasi dampak Covid-19 ditingkatkan. Untuk menyokong pemulihan ekonomi AS, dari kejatuhan yang telah menyebabkan puluhan juta orang menganggur dan menyebabkan kontraksi bersejarah pada kuartal II-2020.

Tetapi Trump menuduh pemimpin DPR bernegosiasi dengan itikad buruk. Trump mengatakan, dirinya telah bertanya kepada Pemimpin Mayoritas di Senat Mitch McConnell untuk fokus mengonfirmasi hakim yang ditunjuknya untuk pembukaan di Mahkamah Agung.

"Nancy Pelosi meminta US$ 2,4 triliun untuk dana talangan yang dijalankan dengan buruk, kejahatan tinggi, Negara Demokrat, uang yang sama sekali tidak terkait dengan Covid-19," cuit Trump di Twitter, Selasa (6/10). Ia mengutip angka yang salah dari usul terbaru dari Partai Demokrat.

Ia menambahkan, pemerintah sudah bermurah hati dengan proposal sebesar US$ 1,6 triliun. Tapi Trump berpendapat Kongres tidak bernegosiasi dengan niat baik. “Saya menolak permintaan mereka dan melihat ke masa depan negara kita," lanjutnya.

Ia menambahkan, setelah pilpres yang menurutnya akan dimenangkannya, pihaknya akan mensahkan RUU Stimulus besar yang berfokus pada pekerja keras Amerika dan Bisnis Kecil.

Saingan Trump untuk posisi tertinggi di Gedung Putih, Joe Biden mengatakan, presiden telah berpaling dari setiap pekerja yang belum memeroleh kembali pekerjaannya.

“Dia berpaling dari keluarga yang berjuang untuk membayar sewa, menaruh makanan untuk meja mereka, dan merawat anak-anak mereka," kata dia.

Dukungan Dibutuhkan

Presiden mengatakan, dia telah menyampaikan kepada McConnell agar fokus ke kamar yang dikontrol Partai Republik tersebut, untuk mengkonfirmasi Amy Coney Barrett ke kursi Mahkamah Agung. Posisi tersebut kosong bulan lalu setelah meninggalnya Ruth Bader Ginsburg, yang akan memberi kaum konservatif mayoritas enam banding tiga yang solid.

Sebelumnya pada hari itu, Powell mengatakan pada konferensi ekonomi, pemulihan AS dari Covid-19 akan lebih kuat dan lebih cepat. Yakni dengan lebih banyak bantuan pemerintah untuk melindungi dari kemungkinan percepatan kehilangan pekerjaan.

"Dukungan yang terlalu sedikit akan menyebabkan pemulihan yang lemah, menciptakan kesulitan yang tidak perlu bagi rumah tangga dan bisnis. Bahkan jika tindakan kebijakan pada akhirnya terbukti lebih besar dari yang dibutuhkan, tindakan tersebut tidak akan sia-sia," ujar Powell.

UU CARES disahkan ketika pandemi melanda pada Maret, memasukkan pembayaran ekstra US$ 600 per minggu untuk para pengangguran serta program pinjaman dan hibah untuk usaha kecil.

Namun, kedua program berakhir sekitar akhir Juli. Setelah berminggu-minggu pembicaraan, Pelosi, Mnuchin, dan pejabat tinggi lainnya masih belum bersepakat tentang berapa banyak lagi yang harus dibelanjakan dalam RUU lain.

Setiap tindakan diharapkan untuk sebagian mengembalikan pembayaran mingguan untuk pengangguran dan program bantuan bisnis kecil.

Itu juga bisa memberikan dana tambahan untuk perusahan maskapai yang terkena dampak paling parah. Sektor bisnis tersebut telah memberhentikan lebih dari 30.000 orang sejak Oktober, setelah dana yang dianggarkan berdasarkan UU CARES berakhir.

Dalam cuitan Trump saat larut malam, ia meminta Kongres untuk menyetujui bantuan US$ 25 miliar untuk mendukung penurunan industri penerbangan.

Berdagang dengan Harapan

Art Hogan dari National Securities mengatakan kepada AFP, harapan untuk belanja tambahan dari Kongres memainkan peran kunci untuk keuntungan Wall Street baru-baru ini. “Tetapi pintu yang terbuka sedikit, telah ditutup," katanya.

Data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis pekan lalu menunjukkan laju perekrutan pada September melambat dari bulan sebelumnya, dengan 661.000 angka pekerjaan yang mengecewakan ditambahkan.

Sementara itu, data menunjukkan lebih dari 800.000 orang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran setiap minggunya. Meskipun angka dalam satu pekan tersebut masih di atas angka terburuk saat krisis keuangan global 2008-2010 dan lebih dari angka pada enam bulan setelah penutupan bisnis dimulai.

Para trader senang melihat Mnuchin dan Pelosi merevitalisasi pembicaraan minggu lalu, kata Hogan, tetapi sekarang mereka kembali kecewa. "Ini telah berubah dari (yang sebelumnya) menjadi penarik, berubah menjadi angin sakal untuk pasar ini," imbuhnya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN