Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah layar besar manampilkan foto para ekonom Amerika Serikat (AS), Paul Milgrom (kiri) dan Robert Wilson sebagai pemenang Hadiah Nobel Sveriges Riksbank Prize bidang Ilmu Ekonomi di Royal Swedish Academy of Sciences, Stockholm, Swedia pada 12 Oktober 2020. ( Foto: ANDERS WIKLUND / TT NEWS AGENCY / AFP )

Sebuah layar besar manampilkan foto para ekonom Amerika Serikat (AS), Paul Milgrom (kiri) dan Robert Wilson sebagai pemenang Hadiah Nobel Sveriges Riksbank Prize bidang Ilmu Ekonomi di Royal Swedish Academy of Sciences, Stockholm, Swedia pada 12 Oktober 2020. ( Foto: ANDERS WIKLUND / TT NEWS AGENCY / AFP )

Nobel Ekonomi untuk Perintis Teori Lelang

Selasa, 13 Oktober 2020 | 07:17 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

STOCKHOLM, investor.id – Dua ekonom asal Amerika Serikat (AS) Paul Milgrom dan Robert Wilson memenangi Hadiah Nobel Ekonomi pada Senin (12/10). Komite Nobel menyampaikan, keduanya mendapat penghargaan atas penelitiannya terhadap lelang komersial, termasuk untuk barang dan jasa yang sulit dijual dengan cara tradisional seperti frekuensi radio.

“(Duo ini) dihormati untuk perbaikan teori lelang dan penemuan format lelang baru," kata juri, Senin (12/10), seperti dikutip AFP.

Royal Swedish Academy of Sciences menekankan dalam sebuah pernyataan, penemuan oleh Milgrom (72 tahun) dan Wilson (83 tahun) telah menguntungkan penjual, pembeli, dan pembayar pajak di seluruh dunia.

"Lelang memengaruhi kita semua di setiap tingkat. Selain itu, lelang menjadi semakin umum dan semakin rumit," kata akademi tersebut.

Pihaknya mencantumkan contoh seperti harga listrik fleksibel yang ditetapkan oleh lelang harian dan negara-negara yang mengumpulkan dana melalui lelang obligasi pemerintah.

Wilson yang adalah profesor di Stanford AS disorot karena mengembangkan teori lelang yang berfokus pada nilai bersama. Misalnya nilai frekuensi radio di masa mendatang atau pun hak untuk mengekstraksi mineral di area tertentu.

Menurut akademi, nilai umum ini tidak dapat dipastikan sebelumnya. Tetapi, pada akhirnya, nilai tersebut sama untuk semua orang.

Karya Wilson, yang menghasilkan tiga makalah berpengaruh pada 1960-an dan 1970-an, menunjukkan mengapa penawar cenderung menawar di bawah nilai yang sebenarnya mereka anggap berharga. Jawabannya adalah, penawar takut pada apa yang dipercaya sebagai kutukan pemenang, atau memenangkan lelang tetapi membayar terlalu banyak.

Milgrom kemudian mengemukakan teori lelang yang lebih umum dengan menganalisis strategi penawaran dalam berbagai bentuk lelang, menerbitkan makalah yang sangat memengaruhi perkembangan selanjutnya pada 1980-an.

Milgrom dan Wilson, yang juga profesor di Stanford, tinggal di jalan yang sama. Akademi mencatat, sementara orang selalu menjual barang kepada penawar tertinggi, masyarakat juga harus mengalokasikan objek yang lebih kompleks.

“Seperti slot pendaratan dan frekuensi radio di antara pengguna. Sebagai tanggapan, Milgrom dan Wilson menemukan format baru untuk melelang banyak objek yang saling terkait secara bersamaan, atas nama penjual yang dimotivasi oleh manfaat sosial yang luas, daripada motivasi oleh pendapatan maksimal," lanjut akademi tersebut.

Teori mereka dipraktikkan oleh otoritas AS pada 1994 untuk menjual frekuensi radio ke operator telekomunikasi. Teori tersebut kemudian diterapkan oleh pemerintah di seluruh dunia dalam peluncuran jaringan 5G saat ini.

Berbicara kepada wartawan di Stockholm melalui sambungan telepon, Wilson mengatakan, pengumuman itu merupakan berita yang sangat membahagiakan. Ia mengakui, terlepas dari fokus penelitiannya, dia sendiri tidak pernah berpartisipasi dalam lelang.

Namun, dia dengan cepat harus mencabut pernyataannya. "Istri saya menunjukkan, kami membeli sepatu ski di eBay, saya pikir itu lelang," kata Wilson.

Tahun lalu, penghargaan diberikan kepada ekonom Prancis-Amerika Esther Duflo, Abhijit Banerjee dari AS dengan kelahiran India, dan Michael Kremer dari Amerika atas karya eksperimental mereka dalam mengentaskan kemiskinan. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN