Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi jarum suntik untuk digunakan pada vaksin viru corona Covid-19. ( Foto: AFP )

Ilustrasi jarum suntik untuk digunakan pada vaksin viru corona Covid-19. ( Foto: AFP )

PBB Siapkan 1 M Jarum Suntik untuk Vaksinasi Covid-19

Selasa, 20 Oktober 2020 | 07:40 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JENEWA, investor.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (19/10) menyatakan akan menyimpan persediaan satu miliar jarum suntik di seluruh dunia pada akhir 2021. Alat itu akan digunakan untuk menyuntikkan vaksin virus corona Covid-19, ketika dibutuhkan nantinya.

Lembaga bantuan PBB untuk anak-anak UNICEF menyatakan, pihaknya menargetkan 520 juta jarum suntik di gudang penyimpanan di Kopenhagen dan Dubai pada akhir tahun ini. Pengadaan ini akan menjamin pasokan awal di negara-negara, menjelang distribusi vaksin.

"Dunia akan membutuhkan jarum suntik sebanyak dosis vaksin," kata perrwakilan UNICEF dalam sebuah pernyataan, Senin (19/10).

Dikatakan, pihaknya juga membeli lima juta kotak pengaman untuk menyimpan jarum suntik bekas. Jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di seluruh dunia telah melewati 40 juta pada Senin, menurut penghitungan AFP berdasarkan sumber resmi. Lebih dari 1,1 juta kematian telah tercatat di seluruh dunia.

"Memvaksinasi dunia terhadap Covid-19 akan menjadi salah satu upaya massal terbesar dalam sejarah manusia dan kami harus bergerak secepat vaksin dapat diproduksi," kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.

Pada akhir tahun ini, tambah dia, pihaknya sudah memiliki lebih dari setengah miliar jarum suntik. Yang mana pasokan dapat disebarkan dengan cepat dan hemat biaya.

Jarum suntik tersebut akan digunakan oleh organisasi Covax, kantong internasional untuk pengadaan, produksi, dan distribusi vaksin virus corona yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Covax dikelola oleh aliansi vaksin Gavi, yang akan mengganti biaya UNICEF untuk jarum suntik tersebut.

Gavi yang adalah kemitraan kesehatan global publik-swasta telah membantu memvaksinasi separuh anak dunia dari beberapa penyakit paling mematikan di planet ini.

Fasilitas Covax telah mengatur kesepakatan dengan puluhan negara sampai saat ini, sehingga ketika vaksin yang rampung dapat didistribusikan secara merata. Ini menjadi reaksi terhadap masalah nasionalisme vaksin, dengan negara-negara seperti Amerika Serikat (AS) memesan dosis hanya untuk warga negaranya.

 

Mulai 3% Populasi

Program akan dimulai dengan dosis 3% populasi setiap negara, kemudian meningkat menjadi 20% populasi ketika lebih banyak dosis tersedia. Meskipun apa yang akan terjadi dalam uji coba vaksin sulit diprediksi, ada kemungkinan satu atau lebih dari satu vaksin akan rampung pada akhir tahun.

Jarum suntik memiliki umur simpan lima tahun dan cenderung dikirim melalui laut. Berbeda dengan vaksin yang sensitif terhadap panas, sehingga diangkut lebih cepat melalui pengiriman udara.

Miliaran jarum suntik lebih banyak dari total 620 juta yang akan dibeli UNICEF untuk program vaksinasi lainnya, melawan penyakit seperti campak dan tifus.

Perwakilan WHO mengatakan, sebanyak 42 kandidat vaksin saat ini sedang diuji coba pada manusia. Sebanyak 10 kandidat di antaranya telah mencapai uji coba massal tahap ketiga dan terakhir. Sebanyak 156 vaksin lainnya sedang dikerjakan di laboratorium dalam persiapan untuk pengujian manusia.

Biasanya, hanya sekitar 10% calon vaksin yang lolos uji coba. Mengembangkan vaksin hanyalah bagian pertama dari misi. Kemudian tantangan produksi dan logistik yang sangat besar menanti. UNICEF tengah bersiap-siap.

Ini dinilai sebagai separuh dari jalan panjang menuju vaksin Covid-19 yang efektif. Ketika perusahaan farmasi mencapai tahap akhir uji coba vaksin, badan PBB sedang mengerjakan tantangan logistik untuk menemukan cara cepat mengirimkan vaksin tersebut ke seluruh dunia segera setelah vaksin menerima persetujuan.

“Saat berfokus pada kampanye dan khususnya yang berskala besar, sering kali perlu fokus yang besar untuk menyampaikan vaksin. Karena secara teknis vaksin sangat rumit untuk diproduksi dan sangat mahal dibandingkan dengan jarum suntik,” kata Robert Matthews, yang mengelola kontrak di divisi suplai UNICEF.

Ia mengatakan, jarum suntik adalah teknologi yang sudah dikenal luas dan bukan produk yang rumit untuk diproduksi, sehingga hal tersebut seringkali diabaikan.

Lembaga tersebut pasalnya mengurus distribusi imunisasi di negara-negara berpenghasilan rendah. Tetapi sejak krisis virus corona, berarti hampir seluruh dunia akan membutuhkan vaksin. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN