Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Botol vaksin Covid-19 dengan latar belakang logo perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS) Moderna pada 18 November 2020. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Botol vaksin Covid-19 dengan latar belakang logo perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS) Moderna pada 18 November 2020. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Vaksin Moderna Diklaim Bisa Efektif 94,5%

Selasa, 17 November 2020 | 07:13 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

 

WASHINGTON, investor.id – Perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS) Moderna mengumumkan bahwa hasil uji klinis tahap tiga kandidat vaksin Covid-19-nya menunjukkan tingkat efektivitas 94,5%. Pengumuman pada Senin (16/11) itu menjadi terobosan besar kedua dalam perlombaan menemukan vaksin Covid-19.

Sebelumnya, perusahaan farmasi AS Pfizer dan mitranya BioNTech dari Jerman pada pekan lalu, mengumumkan kemanjuran kandidat vaksinnya mencapai 90% lebih. Kedua perusahaan pelopor vaksin Covid itu mendasari uji coba menggunakan platform baru yang disebut messenger RNA (mRNA). Vaksin dengan teknologi mRNA disebut lebih cepat diproduksi dibandingkan vaksin tradisional. Dan secara efektif mengubah sel-sel manusia menjadi pabrik vaksin.

“Analisis positif sementara dari studi tahap tiga kami telah memberi kami validasi klinis pertama bahwa vaksin kami dapat mencegah penyakit Covid-19, termasuk penyakit parah,” ujar CEO Moderna Stephane Bancel, seperti dilansir AFP.

Menurut laporan, Moderna berencana mengajukan permohonan persetujuan darurat di AS dan di seluruh dunia dalam beberapa minggu. Moderna juga menargetkan sekitar 20 juta dosis vaksin siap dikirimkan ke AS pada akhir tahun ini.

Dalam uji klinis itu, vaksin Covid-19 Moderna – yang dikembangkan bersama oleh Institut Kesehatan Nasional atau National Institutes of Health di AS – diberikan dalam dua dosis dengan jarak 28 hari. Hasil awalnya dari tes ini didasarkan pada 95 dari 30.000 relawan yang jatuh sakit karena Covid-19.

Dari 95 relawan, sebanyak 90 di antaranya berada di dalam kelompok vaksin percobaan plasebo, dan lima relawan berada dalam kelompok yang mendapatkan vaksin mRNA-1273.

Sebanyak 11 orang yang dilaporkan mengalami sakit parah, kesemuanya ada di dalam kelompok plasebo.

Sebagai informasi, jumlah kasus infeksi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia telah melonjak melewati 54 juta. Sedangkan korban yang meninggal dunia karena virus corona mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa, sejak virus muncul di Tiongkok pada akhir tahun lalu.

Optimistis

Menurut laporan, vaksin hasil pengembangan Moderna dapat ditoleransi dengan baik. Mayoritas efek samping yang dialami para relawan digolongkan ringan atau sedang.

Setelah mendapatkan vaksin dosis pertama, sekitar 3% relawan mengaku mengalai nyeri yang tergolong parah di area bekas.

Selain itu, di antara efek samping yang tergolong parah setelah mendapatkan vaksin dosis kedua, adalah sekitar 10% relawan mengalami kelelahan, 9% mengalami nyeri otot, 5% mengalami nyeri sendi atau sakit kepala, 4% mengalami nyeri lain, dan 2% memiliki kemerahan di tempat bekas suntikan.

Namun, pernyataan perusahaa menyebutkan jika efek samping dari vaksinasi berlangsung singkat.

“Berita dari Moderna ini sangat menarik dan sangat meningkatkan optimitis bahwa kita akan memiliki pilihan vaksin yang baik dalam beberapa bulan ke depan,” kata Peter Openshaw, profesor kedokteran eksperimental di Imperial College London.

Ada pun yang terpenting, Moderna mengumumkan bahwa kondisi vaksinnya dapat tetap stabil pada suhu lemari es standar 2 derajat Celcius (C) hingga 8 derajat Celcius selama 30 hari. Vaksin Covid Moderna juga dapat disimpan untuk jangka panjang pada suhu freezer standar minus 20 derajat Celcius hingga enam bulan.

Sedangkan vaksin Covid hasil pengembangan Pfizer harus disimpan dalam lemari yang sangat dingin atau deep-freezer, di mana ketentuan ini dapat mempersulit proses logistik rantai pasokan, terutama di negara-negara kurang berkembang.

Di sisi lain, belum diketahui dengan pasti berapa lama jelas berapa lama vaksin Moderna atau Pfizer dapat memberikan perlindungan, atau seberapa baik vaksin itu jika diberikan kepada orang tua – yang masuk kelompok usia dengan risiko tertinggi tertular Covid-19.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN