Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: Eric BARADAT / AFP )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. ( Foto: Eric BARADAT / AFP )

Tambah Stimulus Moneter

The Fed Segera Sesuaikan Pembelian Obligasi

Jumat, 27 November 2020 | 06:46 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Dalam rapat kebijakan terakhir 4-5 November 2020, The Federal Reserve (The Fed) mengindikasikan segera menyesuaikan program pembelian obligasi untuk terus membantu perekonomian Amerika Serikat (AS). Demikian menurut risalah pertemuan yang dikeluarkan pada Rabu (25/11) waktu setempat.

Dalam risalah tersebut, anggota Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) memilih untuk mempertahankan suku bunga pinjaman jangka pendek acuan mendekati nol, serta mempertimbangkan perubahan-perubahan di masa depan dalam strategi membeli aset departemen keuangan (treasury) dan sekuritas berbasis hipotek (mortgage).

Para pelaku pasar yang mencermati risalah itu pun mulai mengkaji di mana para pembuat kebijakan akan berdiri. Apakah mereka bakal meningkatkan atau menyesuaikan program pembelian aset, yang saat ini telah membuat bank sentral AS membeli aset senilai US$ 120 miliar dan sekuritas berbasis hipotek dalam satu bulan.

The Fed sendiri dapat memilih antara meningkatkan pembelian atau memperpanjang jangka waktu obligasi tersebut.

Menurut anggota komite, kecepatan pembelian saat ini telah membantu menjaga kondisi keuangan tetap akomodatif. Tetapi mereka juga mencatat bahwa perubahan dapat diberlakukan jika diperlukan. Bahkan tidak diperlukan tanggal tertentu untuk mendiskusikan perubahan, karena hal itu dapat terjadi segera.

“Para peserta mencatat bahwa Komite dapat menyediakan lebih banyak akomodasi, jika sesuai, dengan peningkatan kecepatan pembelian atau dengan mengalihkan pembelian asetnya yang jatuh tempo lebih lama tanpa meningkatkan ukuran pembeliannya. Alternatifnya, Komite dapat menyediakan lebih banyak akomodasi, jika sesuai, melakukan pembelian dengan kecepatan dan komposisi yang sama dalam jangka waktu yang lebih panjang,” demikian menurut risalah, seperti dikutip CNBC.

Sejak pertemuan FOMC, beberapa pejabat The Fed mengungkapkan telah melibatkan diskusi terkait pembelian aset dalam pertemuan. Bahkan terdapat bagian risalah yang secara khusus berisi hasil diskusi tersebut.

Ekonomi Tanpa Stimulus

Di samping itu para pejabat FOMC juga mengungkapkan kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi AS. Mereka mencatat bahwa tingkat pertumbuhan Amerika masih jauh dari kecepatan sebelum pandemi virus corona Covid-19 melanda pada Maret.

Mereka prihatin karena ekonomi AS telah berada di jalur penderitaan yang baru seiring ketiadaan persetujuan Kongres untuk memberikan stimulus lebih banyak demi memulihan AS dari pandemi

Saat menggelar konferensi pers usai rapat FOMC, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki banyak amunisi kebijakan dan berjanji sangat berkomitmen untuk menggunakan instrumen-instrumen canggih itu guna membantu perekonomian.

Tetapi negosiasi untuk mencapai kesepakatan paket stimulus baru antara Demokrat dan Republik di Kongres menemui jalan buntu. Menurut staf FOMC kekurangan stimulus akan menyebabkan kesulitan yang signifikan bagi sejumlah rumah tangga. Demikian kutipan risalah.

Sebagai informasi, pengesahan Kongres pada awal tahun ini untuk paket stimulus Undang-Undang (UU) CARES senilai US$ 2,2 triliun telah membantu penduduk Amerika mengumpulkan tabungan mereka selama penurunan terburuk. Paket ini menurut anggota FOMC, dapat membantu rumah tangga.

“Tambahan tabugan yang diakumulasikan oleh rumah tangga lain akan cukup mempertahankan total konsumsi hingga akhir tahun,” tutur staf FOMC, seperti dikutip AFP.

Powell dan anggota komite lain pun telah secara halus mendorong anggota parlemen untuk lebih meningkatkan belanja stimulus untuk membantu ekonomi AS keluar dari lubang yang dalam yang disebabkan virus corona.

Namun sejak saat itu, The Fed harus belajar bahwa mereka akan memulai 2021 tanpa memiliki “amunisi di gudang persenjatannya.” Pasalnya Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin telah meminta bank sentral mengembalikan dana jaminan yang diterimanya untuk berbagai program pinjaman semasa pandemi. Dana tersebut termasuk untuk pembelian obligasi perusahaan, pinjaman kepada pemerintah negara bagian dan kota, dan Main Street Lending Program untuk usaha kecil dan menengah (UKM).

Tindak Lanjut

Para anggota pun menyarankan bahwa dalam beberapa bulan mendatang The Fed harus memberikan rincian lebih lanjut tentang apa yang diperlukan untuk menyesuaikan program. Mengingat neraca bank sentral yang melewati US$ 7 triliun sebagai bagian dari upaya untuk membantu ekonomi keluar dari pandemi.

Para pejabat disebut-sebut menyukai pendekatan berbasis hasil yang akan mengikat pembelian untuk mencapai tujuan ekonomi tertentu. Pihak komite juga mencatat bahwa langkah itu akan mengikat pembelian dengan suku bunga, karena program pembelian obligasi kemungkinan akan turun sebelum kenaikan suku bunga. Para pelaku pasar juga telah mengantisipasi kemungkinan pengumuman Fed pada pertemuan Desember.

Melihat perekonomian, pejabat Fed mengatakan mereka berasumsi bahwa tidak ada paket dukungan fiskal yang akan diberlakukan pada akhir tahun. Namun, mereka mengatakan rumah tangga secara agregat telah menabung cukup uang untuk mendukung konsumsi hingga akhir tahun. Mereka juga mencatat bahwa penerimaan pajak menunjukkan situasi di sebagian besar negara bagian dan kota tidak seburuk yang dikhawatirkan beberapa orang.

Namun, mereka menambahkan soal risiko perkiraan ekonomi yang condong ke sisi bawah, di mana data terbaru menunjukkan kemungkinan peningkatan kebangkitan penyakit. “Anggota Komite mencatat bahwa aktivitas ekonomi dan pekerjaan terus pulih tetapi tetap jauh di bawah level mereka pada awal tahun,” demikian isi risalah tersebut.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN