JP Morgan Rekomendasikan Indonesia
Investor.id- JP Morgan merekomendasikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang berpeluang besar dalam investasi, khususnya Indonesia dan Thailand. Investor mungkin masih menjauh dari kawasan tersebut, padahal peluang investasi dalam jangka menengah sangat bagus.
“Kami telah meningkatkan Indonesia, kami telah meningkatkan Thailand dengan alasan bahwa posisi investor di pasar ini sangat ringan,” kata Sullivan, kepala penelitian ekuitas Asia ex-Jepang di JP Morgan kepada CNBC "Squawk Box Asia" pada hari Kamis.
“Kami mencari peluang untuk lebih dari $ 650 miliar dalam aliran aset secara keseluruhan ke pasar negara berkembang secara umum. Di ASEAN, untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun, investor kekurangan bobot di setiap pasar ASEAN,” katanya.
Ia menambahkan, kawasan ini akan" menarik ... dari perspektif realitas versus persepsi. " "Kami melihat ... peluang signifikan untuk kinerja jangka menengah, khususnya di ASEAN," kata analis.
Sejauh ini pada tahun 2020, sebagian besar pasar di Asia Tenggara termasuk yang berkinerja terburuk. Berbagai negara ekonomi di kawasan itu sedang berjuang untuk mengelola pandemi virus corona atau bergulat dengan hilangnya dolar dari sektor pariwisata akibat pembatasan perjalanan internasional karena pandemi.
Pada penutupan Rabu, indeks Komposit SET di Thailand telah turun lebih dari 10% year to date, sementara Komposit Jakarta Indonesia telah turun lebih dari 9%.
Pelaku pasar terbaik di Asia tahun ini umumnya adalah ekonomi yang didorong oleh manufaktur di Asia , yang menurut Sullivan terlihat positif dalam jangka panjang.
"Dari perspektif ekonomi global, apa yang kami lihat sebenarnya adalah pemulihan dua tahap atau dua kecepatan," katanya. Karena data terus menunjukkan sektor jasa "sangat terbatas" secara global, manufaktur telah "kembali dengan sangat baik".
"Kami mencari kinerja yang lebih baik dari keseluruhan basis ekonomi Tiongkok dan ... beberapa pasar Asia Utara," kata Sullivan. "Dalam jangka panjang, kami masih melihat ekonomi yang digerakkan oleh manufaktur di Tiongkok dan Asia Utara terlihat sangat baik."
Editor: Listyorini (listyorini205@gmail.com)
Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Investor.ID". Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link https://t.me/+oCMJPFzpWeg0OGZl, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS
Berita Terkait
Berita Terkini
Dibebani Sentimen Moneter AS, Harga Surat Utang Negara (SUN) Kembali Tertekan
Pekan ini, harga SUN diperkirakan melemah. Seiring dengan meningkatnya imbal hasil akibat tekanan dari sentimen Moneter ASYovie & Nuno hingga Kahitna Semarakkan Semesta Berpesta di Yogyakarta Hari Kedua
Yovie & Nuno hingga Kahitna sukses semarakkan Semesta Berpesta Edisi Yogyakarta hari kedua, di Lapangan Sapta Marga, pada Minggu (6/8/2023).Premi Unit Link Masih Melambat
Premi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link turun. Tren itu diikuti dengan penyusutan klaim.Waskita (WSKT) Kembalikan Uang Negara Rp 3 T, Singgung Nasib Dua Ruas Tol
Waskita Karya (WSKT) mengembalikan uang negara Rp 3 triliun, menyusul pembatalan PMN. Lantas, bagaimana kelanjutan dua ruas tol?Lagi Naik Daun, Penjualan Granola Timur Tengah Tembus 200 Ribu Kg
Granola diyakini mengandung serat yang tinggi, sehingga baik untuk dikonsumsi sebagai sarapan atau camilan.Koleksi 270 Pukulan, Nitithorn Thippong Juara
Gelar juara tersebut adalah kemenangan ketiganya dalam Asian Tour.Tag Terpopuler
Terpopuler




