Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Tiongkok Xi Jinping saat memberikan suara untuk proposal penyusunan undang-undang keamanan Hong Kong dalam sidang penutupan Kongres Rakyat Nasional di Aula Besar Rakyat, Beijing, pada 28 Mei 2020. ( Foto: Nicolas Asfouri / AFP )

Presiden Tiongkok Xi Jinping saat memberikan suara untuk proposal penyusunan undang-undang keamanan Hong Kong dalam sidang penutupan Kongres Rakyat Nasional di Aula Besar Rakyat, Beijing, pada 28 Mei 2020. ( Foto: Nicolas Asfouri / AFP )

Landasan Pemulihan Ekonomi Tiongkok Belum Solid

Selasa, 22 Desember 2020 | 06:22 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Para pemimpin Tiongkok mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi negara masih menghadapi banyak tantangan dan belum solid. Seluruh dunia juga masih berjuang mengatasi pandemi virus corona Covid-19 dan dampak-dampaknya. Tapi Tiongkok menjadi satu-satunya negara dengan kekuatan ekonomi besar yang diperkirakan ekspansi tahun ini.

Menurut media pemerintah, Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri (PM) Li Keqiang dan para pemimpin lain yang menghadiri pertemuan perencanaan ekonomi dalam Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (Central Economic Work Conference) pada 16-18 Desember 2020 sangat antusias tentang keberhasilan relatif Tiongkok. Negeri Tirai Bambu ini juga tetap berhati-hati terhadap perubahan besar kebijakan stimulus. Pertemuan tahunan itu juga menetapkan prioritas pembangunan untuk tahun mendatang.

Para analis yang mengikuti pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa hasil pertemuan hanya memberikan sedikit perubahan kebijakan atau informasi baru. Liputan media Pemerintah Tiongkok mengenai isi pertemuan telah memainkan keberhasilan negara baru-baru ini, tetapi juga memperingatkan tentang perubahan yang ditimbulkan oleh pandemi dan ketidakpastian di luar negeri.

“Fondasi dari pemulihan ekonomi kita belum kokoh,” demikian kata laporan itu, menurut terjemahan CNBC dari teks berbahasa Mandarin.

Sebagai informasi, pandemi Covid-19 pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun lalu. Dalam upaya mengendalikan wabah, pihak berwenang Tiongkok sempat melakukan penutupan (shutdown) sebentar terhadap lebih dari setengah negara pada awal tahun ini. Alhasil, tingkat produk domestik bruto (PDB) kontraksi 6,8% di Kuartal I, sebelum kembali ke pertumbuhan Kuartal II yang mencapai 3,2%.

“Belum memiliki (fondasi) yang kokoh menunjukkan peluncuran permintaan dan konsumsi domestik yang sedikit lebih lambat dari perkiraan. Investasi di bidang manufaktur dan bagian yang tidak terikat dengan negara belum pulih dengan kuat,” ujar Bruce Pang, kepala penelitian makro dan strategi di China Renaissance, dalam sebuah pernyataan berbahasa Mandarin yang diterjemahkan oleh CNBC.

Pang menambahkan, ada keraguan tentang keberlanjutan ekspor, ketidakpastian tentang lapangan kerja dan banyak kekhawatiran lainnya.

Para ekonom juga menunjukkan, bahwa sebagian besar pemulihan Tiongkok didorong oleh pertumbuhan tradisional seperti ekspor, yang telah diterdongkrak permintaan luar negeri untuk produk terkait pandemi.

Belanja Konsumen

Di sisi lain, masih banyak warga Tiongkok yang belum meningkatkan belanjanya karena khawatir dengan pendapatan di masa depan. Konsumsi masyarakat yang minim memicu kekhawatiran ekonomi negara, yang berusaha lebih banyak didukung oleh pemerintah melalui permintaan domestik, daripada asing.

Laju kecepatan pertumbuhan Tiongkok tahun ini berada di kisaran 2%. Sedangkan catatan penjualan ritel hingga akhir November turun 4,8% dari tahun lalu.

“Tahun depan, kecepatan pertumbuhan ekonomi mungkin melambat setelah awalnya yang melaju cepat. Menjaga perekonomian agar beroperasi dalam kisaran yang wajar masih menjadi ujian utama,” kata media pemerintah.

Di samping itu ekspansi PDB dalam beberapa bulan pertama tahun depan akan terlihat tinggi dibandingkan dengan kontraksi Kuartal I 2020. Secara keseluruhan, banyak ekonom yang memperkirakan PDB Tiongkok bakal tumbuh sekitar 8% pada tahun depan.

Pang pun menunjukkan, bahwa angka tersebut akan setara dengan pertumbuhan 5% pada 2020, dan kenaikan 5% lainnya pada 2021. Namun angka itu lebih lambat dari kecepatan 6,1% yang dicapai pada 2019.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com