Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian. ( Foto: china-embassy.org )

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian. ( Foto: china-embassy.org )

AS Perkuat Dukungan ke Taiwan dan Tibet

Selasa, 29 Desember 2020 | 07:37 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Tiongkok pada Senin (28/12) menyuarakan kemarahan kepada Amerika Serikat (AS). Karena rancangan undang-undang (RUU) stimulus Covid-19 yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada Minggu (27/12) waktu setempat mencakup penguatan dukungan kepada Taiwan dan Tibet.

Tiongkok selama ini semakin resah, karena AS terus meningkatkan dukungan kepada Taiwan, wilayah yang masih diklaim sebagai milik Tiongkok, dan Tibet, wilayah yang dalam kekuasaan Tiongkok.

UU Jaminan Taiwan 2020 dan UU Dukungan dan Kebijakan Tibet 2020 mengandung redaksi yang berisi penolakan terhadap Tiongkok. Termasuk dukungan AS terhadap partisipasi Taiwan di badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan penjualan senjata.

Untuk Tibet, yang dikuasai dengan tangan besi oleh Tiongkok sejak 1950, UU tersebut menyatakan sanksi harus dijatuhkan kepada para pejabat Tiongkok yang turut campur dalam pemilihan pengganti pemimpin spiritual Dalai Lama.

Dalam konferensi pers rutin di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok Zhao Lijian mengatakan, Tiongkok menolak mentah-mentah kedua UU itu.

“Tekad pemerintah Tiongkok untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan-kepentingan pembangunan nasionalnya tidak akan pernah goyah,” tutur Zhao, seperti dikutip Reuters.

AS, tambah dia, tidak boleh menjalankan bagian-bagian dari UU yang membidik Tiongkok. Supaya tidak menganggu hubungan Sino-AS. Zhao juga menyebut AS turut campur dalam urusan dalam negeri Tiongkok.

Di Taiwan, pemerintah menyambut baik langkah AS tersebut. Tiongkok masih mengklaim pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya. Yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali dan kalau perlu dengan kekerasan.

“Amerika Serikat adalah sekutu penting Taiwan di dunia dan mitra yang solid untuk berbagi nilai-nilai kebebasan serta demokrasi,” kata juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan Xavier Chang.

Trump, yang akan menanggalkan jabatannya pada 20 Januari 2021, akhirnya menandatangani RUU stimulus Covid-19 dan RUU pembiayaan pemerintah. Setelah menahannya hampir satu pekan, antara lain karena menuntut bantuan langsung tunai lebih besar untuk jutaan pekerja AS, yang menganggur karena terdampak pandemi Covid-19.

Trump menandatangani paket stimulus senilai total US$ 2,3 triliun tersebut pada Minggu (27/12) petang waktu setempat. Trump juga meneken UU yang memberi kewenangan kepada AS untuk menjatuhkan sanksi kepada para pejabat Tiongkok yang mencampuri pemilihan pengganti Dalai Lama.

Kongres AS mendukung penuh UU Dukungan dan Kebijakan Tibet. Di tengah berkembangnya kekhawatiran bahwa AS akan menunjuk pengganti pemimpin berusia 85 tahun tersebut. AS khawatir bahwa gerakan bagi kebebasan lebih besar di wilayah Pegunungan Himalaya itu akan lenyap tanpa pemimpin kharismatiknya.

Pemerintah Tiongkok menyebut legislasi tersebut merupakan campur tangan kotor terhadap urusan dalam negerinya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN