Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin. (Foto: Mandel Ngan / AFP )

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin. (Foto: Mandel Ngan / AFP )

Dua Pejabat Tinggi AS Ikut Pembahasan Amendemen ke-25

Sabtu, 9 Januari 2021 | 06:09 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON – Dua pejabat tinggi dan para sekutu terdekat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan mengikuti perundingan dengan staf tentang kemungkinan menerapkan Amendemen ke-25. Isu ini beredar setelah Gedung Capitol diterobos oleh para pendukung Presiden Trump pada Rabu (6/1), dan dia hanya bergeming ketika para pengunjuk rasa melancarkan aksinya.

Menurut tiga sumber, Menteri Luar Negeri (Menlu) Mike Pompeo dan Menteri Keuangan (Menkeu) Steven Mnuchin mengadakan perbincangan informal di dalam lembaga mereka sendiri mengenai garis besar Amendemen ke-25, yakni sebuah seruan yang akan memulai proses pemecatan Trump dari jabatannya.

Namun para sumber mengatakan, ada banyak alasan untuk menentang tindakan itu. Pertama, proses hukumnya sendiri diperkirakan memakan waktu lebih dari sepekan dan menjadikannya tidak efektif. Ini karena pelantikan Joe Biden sebagai presiden berikutnya tinggal dua pekan lagi.

Kemudian yang kedua, tidak diketahui dengan jelas apakah tiga pelaksana tugas menteri yang bertugas tanpa konfirmasi Senat akan dapat memberikan hak suara.

Ketiga, ada kekhawatiran bahwa dengan memaksa Trump turun dari jabatannya dapat memicu ketegangan di antara kelompok pendukungnya basisnya dan menjadikannya pahlawan sayap kanan, serta memunculkan lebih banyak hal buruk dalam jangka panjang daripada kebaikan dalam jangka pendek.

“Rencana umumnya sekarang adalah membiarkan masanya habis. Akan ada perhitungan untuk presiden ini, tapi tidak perlu dilakukan dalam 13 hari ke depan,” ujar seorang mantan pejabat senior pemerintahan yang mengetahui diskusi tersebut, yang dilansir CNBC, Jumat (8/1).

Sedangkan Mnuchin – yang sedang melawat ke luar negeri – tidak memberikan tanggapan atas isu tersebut. Bahkan, seorang pejabat di Departemen Luar Negeri (Deplu) AS membantah terjadinya percakapan itu.

Sementara itu, seorang pejabat senior lainnya di pemerintahan AS menuturkan bahwa Pompeo mungkin telah mengumpulkan informasi untuk mempersiapkan diskusi Kabinet, bahkan jika dia sendiri tidak bersedia untuk memimpin upaya tersebut secara pribadi.

“Sumpah jabatan pertama sebagai menteri adalah di West Point, dan sumpah itu untuk Konstitusi,” kata pejabat ini kepada CNBC.

Hak Prerogatif

Di luar percakapan eksplorasi antara menteri dengan para staf mereka, tampaknya belum ada kemajuan formal dari upaya tersebut. Menteri-menteri lain di kabinet mencatat bahwa mereka belum dihubungi tentang kemungkinan pertemuan untuk membahas masalah tersebut.

“Saya tidak dihubungi oleh anggota Kabinet lain di daerah itu, dan saya juga tidak berharap untuk memilikinya,” ujar Menteri Pertanian Sonny Perdue kepada wartawan di Georgia.

Sonny Perdue sempat menjabat sebagai gubernur negara bagian Georgia dan menghabiskan waktu selama beberapa hari terakhir untuk mendukung kampanye sepupunya, Senator David Perdue, yang kalah pada putaran kedua pemilihan Senat pada Selasa (5/1).

“Saya tahu beberapa orang telah mengundurkan diri. Seperti yang saya sebutkan itu adalah hak prerogatif mereka,” tambahnya.

Sebagai informasi, semakin banyak pejabat administrasi mengundurkan diri pada Kamis (7/1). Di antaranya, termasuk Wakil Penasihat Keamanan Nasional Matt Pottinger dan kepala ekonom Gedung Putih Tyler Goodspeed.

Sementara Mick Mulvaney, yang sekarang menjabat sebagai utusan khusus untuk Irlandia Utara, mengaku tidak tahan untuk terus menjalankan tugas. Bahkan dalam jabatan diplomatik paruh waktu.

“Saya tidak bisa tinggal di sini. Tidak, setelah (peristiwa) kemarin. Anda tidak dapat melihat itu kemarin, dan berpikir saya ingin menjadi bagian dari itu dengan cara, bentuk, atau bentuk apa pun,” katanya dalam program CNBC “Squawk Box”.

Sedangkan para pejabat lain memilih untuk tetap tinggal – setidaknya untuk sementara – guna memastikan kelancaran transisi ke pemerintahan Biden.

Chris Liddell, wakil kepala staf untuk koordinasi kebijakan, telah memutuskan tetap menjalankan perannya memimpin transisi ke pemerintahan baru. Demikian disampaikan sumber pejabat senior administrasi lainnya.

Menteri Transportasi AS Elaine Chao juga mengundurkan diri. Dia mengaku sangat terganggu dengan tindakan dari kelompok pendukung presiden, tetapi dia tidak akan meninggalkan badan tersebut sampai Senin (11/1).

Menurut sumber, Chao telah mengadakan pertemuan yang dijadwalkan sebelumnya dengan tim dari calon menteri Pete Buttigieg, dan tidak ingin menyerahkannya ke tangan pejabat lain.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN