Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Citigroup. ( Foto: Mark Lennihan / AP )

Logo Citigroup. ( Foto: Mark Lennihan / AP )

Korporasi Keuangan AS Hentikan Sementara Donasi Politik

Selasa, 12 Januari 2021 | 07:12 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Perusahaan-perusahaan keuangan besar Amerika Serikat (AS), termasuk JPMorgan Chase, Goldman Sachs, dan Citigroup, menyatakan akan menghentikan sementara donasi politik. Kepada Partai Republik maupun Partai Demokrat. Menyusul aksi massa pendukung Presiden Donald Trump, yang merangsek masuk ke gedung Capitol di Washington, pekan lalu.

Juru bicara JPMorgan Steve O'Halloran mengatakan, bank terbesar di AS dari sisi aset tersebut menghentikan kontribusi komisi aksi politik untuk Republik dan juga Demokrat. Setidaknya selama enam bulan ke depan. Selama periode tersebut, bank berbasis di New York ini akan mempertimbangkan penyesuaian-penyesuaian terhadap strategis-strategi sumbangan politiknya.

“Negara ini sedang dihadapkan pada krisis politik, ekonomi, dan kesehatan. Fokus kepada para pemimpin bisnis, pemimpin politik, dan para pemimpin sipil sekarang harus pada tata kelola dan membantu mereka yang paling membutuhkan saat ini. Untuk masalah kampanye masih banyak waktunya nanti,” ujar Peter Scher, direktur tanggung jawab korporat JPMorgan, seperti dilansir CNBC, Senin (11/1).

Kekacauan pada Rabu pekan lalu dan menimbulkan lima kematian itu mendorong sejumlah korporasi di AS untuk menghentikan donasi kepada para wakil rakyat dari Republik. Yang mendukung upaya-upaya untuk menggagalkan pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden.

Korporasi tersebut mencakup Marriott International dan Blue Cross Blue Shield. Tapi sebagian besar bank memutuskan untuk menghentikan donasi itu kepada seluruh wakil rakyat lintas kubu. Alih-alih menargetkan dan berisiko renggang dengan kubu Republik.

Kejadian di gedung wakil rakyat itu telah memaksa korporasi AS untuk menyusun langkah-langkah responsnya. Perusahaan-perusahaan teknologi besar termasuk Twitter, Facebook, dan Amazon membatasi penyebaran disinformasi yang dapat memancing aksi kekerasan lagi.

Komisi aksi politik atau political actions committee (PAC) membolehkan perusahaan-perusahaan AS untuk mengesampingkan UU federal, yang melarang korporasi menyalurkan langsung donasinya kepada para kandidat. Komisi tersebut mengumpulkan donasi sukarela dari perusahaan, yang dapat mencapai hingga US$ 5.000 per kandidat per pemilu. Dan hingga US$ 15.000 per tahun ke komisi partai nasional dari kubu mana pun.

Respons Berbeda

Hanya Morgan Stanley yang terang-terangan tidak akan menyumbang kepada para anggota Kongres yang menentang pengesahan Biden. Sedangkan kepada yang lainnya, sumbangan akan dilanjutkan.

Juru bicara Goldman Sachs Jake Siewert menyatakan bahwa pihaknya menghentikan seluruh sumbangan PAC sejak pekan lalu dan dapat berlangsung hingga enam bulan.

Sementara Citigroup menyatakan akan menghentikan kontribusi kepada seluruh wakil rakyat sepanjang triwulan pertama 2021. Citi mengumumkan hal ini dalam memo internal kepada seluruh karyawan pada akhir pekan lalu.

“Kami ingin menegaskan kepada Anda semua bahwa kita tidak akan mendukung para kandidat yang tidak menghormati hukum. Kita akan menghentikan kontribusi kita sepanjang kuartal ini, seiring negara melalui transisi presidensial dan kita harapkan ke depannya akan lebih kuat dan lebih bersatu,” tutur Candi Wolff, direktur hubungan pemerintah global Citi.

Juru bicara Bank of America (BofA) Bill Halldin mengatakan aksi kekerasan di gedung Capitol akan berdampak pada keputusan mengenai donasi untuk pemilu paruh waktu 2022.

Adapun Jennifer Dunn, juru bicara Wells Fargo mengatakan, pihaknya sedang mengkaji kembali strategi PAC menyusul kejadian tragis dan mengerikan pekan lalu.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN