Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menlu Retno Marsudi saat menjadi salah satu pembicara dalam panel Kepemimpinan World Economic Forum (WEF) bertemakan Resetting Geopolitics, Jumat (29/1) malam.

Menlu Retno Marsudi saat menjadi salah satu pembicara dalam panel Kepemimpinan World Economic Forum (WEF) bertemakan Resetting Geopolitics, Jumat (29/1) malam.

Bicara di WEF, Menlu: Hentikan Politisasi Vaksin

Sabtu, 30 Januari 2021 | 12:54 WIB
Natasia Christy Wahyuni (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendesak dunia agar menghentikan politisasi vaksin dan mendorong kerja sama penyediaan akses vaksin yang setara dan adil bagi semua negara.

Hal itu dikemukakan Retno saat menjadi salah satu pembicara dalam panel Kepemimpinan World Economic Forum (WEF) bertemakan Resetting Geopolitics, Jumat (29/1) malam.

“Hentikan politisasi vaksin dan hentikan nasionalisme vaksin. Vaksin adalah isu kemanusiaan dan bukan isu politis. Saya berharap multilateralisme vaksin dapat berhasil, sehingga kita dapat berkata bahwa multilateralisme bekerja untuk rakyat dan membuahkan hasil,” kata Retno.

Retno juga menyampaikan peran barunya sebagai ketua bersama (co-chair) dalam COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (COVAX AMC-EG).

Menlu menekankan pentingnya akses kesetaraan vaksin, yang diyakini bermanfaat tidak hanya bagi negara berkembang, tetapi juga negara maju.

“Kita akan pulih lebih kuat jika kita pulih bersama,” katanya.

COVAX adalah skema vaksin multilteralisme yang digagas oleh koalisi vaksin GAVI,

Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tujuannya mendorong kesetaraan akses vaksin terutama untuk negara berkembang dan negara paling tidak berkembang.

“Faktanya, GAVI, CEPI, dan WHO, sekalipun di tengah pandemi dan tantangannya telah mengerahkan segala upaya untuk membuat COVAX Facility bekerja secara ajaib,” kata Retno.

Retno menyebut GAVI merencanakan dua miliar dosis vaksin untuk anggota COVAX AMC yang terdiri dari 92 negara atau ekonomi.

“Ini luar biasa, semangat kolaborasi dan kerja sama yang perlu terus kita perkuat,” ujarnya.

Retno menyebut tiga tantangan dalam implementasi kesetaraan akses vaksin. Menurutnya, ketersediaan vaksin yang mencukupi untuk COVAX Facility akan sangat ditentukan oleh kolaborasi dengan para pengembang vaksin.

Kedua, kecukupan dana, artinya penting adanya pendanaan dari negara donor, lembaga keuangan internasional dan para filantropis lainnya.

Ketiga, kesiapan negara berkembang untuk menerima vaksin baik dari aspek infrastruktur dan aturan. Sebagai co-chair COVAX AMC, dalam pertemuan 27 Februari, Retno menegaskan formula TCS yaitu transparency (transparansi proses), certainty (kepastian perolehan vaksin), dan solidarity (solidaritas dan kerja sama internasional).    

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com