Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melambaikan tangan saat tiba di Gedung Putih, di Washington, DC, pada 29 Januari 2021. ( Foto: Jim Watson / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melambaikan tangan saat tiba di Gedung Putih, di Washington, DC, pada 29 Januari 2021. ( Foto: Jim Watson / AFP )

Biden Tak Mau Kurang dari US$ 1,9 Triliun

Rabu, 3 Februari 2021 | 06:08 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Usai bertemu para Senator Republik di Gedung Putih, Senin (1/2) waktu setempat, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dilaporkan tetap mengajukan rancangan stimulus Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun, sekalipun tidak mendapatkan dukungan dari Partai Republik.

Walau Gedung Putih menyebut pembicaraan antara Biden dan 10 Senator Republik itu produktif, yang mana para Senator mengajukan alternatif stimulus yang lebih kecil, tapi presiden dari Partai Demokrat tersebut mengatakan alternatif itu terlalu sedikit.

“Presiden mengatakan kepada mereka bahwa ia tidak akan mengendurkan respons krisis yang mendesak ini dan tidak akan menerima paket yang tidak akan mampu memenuhi itu,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, kepada para wartawan, seperti dikutip Reuters.

Para Senator Republik yang bertemu Biden mengajukan proposal stimulus yang hanya sekitar sepertiga dari proposal Biden. Juga minus beberapa program yang ada di stimulus Biden.

Pada Senin, petinggi Demokrat di Senat dan Dewan Perwakilan mengajukan rancangan anggaran bersama senilai US$ 1,9 triliun. Langkah ini bertujuan untuk melewati adangan Republik terhadap rancangan anggaran tersebut.

Ketua Mayoritas Senat Chuck Schumer yang mengumumkan rancangan anggaran tahun fiskal 2021 itu di Senat dan Dewan Perwakilan. Dengan begitu, kata dia, Kongres dapat bergerak cepat untuk mengesahkannya di kedua majelis tersebut.

Susan Collins, salah seorang senator Republik yang bertemu Biden mengatakan, pembahasan berlangsung terbuka dan berguna. Tapi tidak menghasilkan terobosan. Kedua pihak akan melanjutkan pembicaraan. Para senator Republik itu mengajukan paket stimulus sebesar US$ 618 miliar.

“Apa yang kami sepakati adalah menindaklanjuti pembicaraan ini di tingkat staf dan kami dengan presiden dan wakil presiden untuk bagaimana mengupayakan bersama masalah sangat penting ini,” ujar Collins.

Republik berusaha agar proposal US$ 1,9 triliun itu dikurangi. Proposal ini juga di luar stimulus yang sudah dikeluarkan senilai US$ 4 triliun sepanjang tahun lalu.

Tidak Cukup

Tapi Biden mengatakan kepada para senator bahwa proposal alternatif sebesar US$ 618 miliar itu tidak akan cukup untuk mengatasi pandemi yang telah menewaskan hampir 444.000 orang di AS dan menghilangkan puluhan juta lapangan kerja.

Jared Bernstein, anggota Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, pada Selasa (2/2) mengatakan bahwa proposal Republik itu krang di sejumlah area. Termasuk dana untuk membuka lagi sekolah-sekolah.

Republik mengajukan anggaran US$ 20 miliar untuk sekolah. Sedangkan proposal Biden mencapai US$ 170 miliar.

“Bila dilihat angka-angkanya, ini akan memberi penekanan terhadap proposal yang kami ajukan. Kami pikir angka sebesar itu lah yang akan sampai ke tangan rakyat,” ujar dia, kepada CNN.

Namun proposal Biden itu berpotensi diadang oleh Republik di Senat. Majelis yang mencakup 100 kursi ini sekarang terbagi rata 50 untuk Republik dan 50 untuk Demokrat. Sedangkan sebagian besar legislasi di majelis ini dapat disahkan bila mendapatkan dukungan setidaknya 60 suara.

Jika resolusi anggaran itu disetujui oleh Dewan Perwakilan dan Senat, akan mengaktifkan instrumen legislatif yang disebut rekonsiliasi. Yang mana Senat dapat mengesahkannya cukup dengan 51 suara. Sebanyak 48 dari Demokrat, dua suara independen yang satu kaukus dengan mereka, dan satu suara dari Wakil Presiden Kamala Harris.

Yang berarti untuk pertama kalinya kubu Demokrat di Kongres menggunakan manuver untuk memanfaatkan keunggulan legislatifnya. Sejak meraih mayoritas tipis di Senat dua kemenangan dalam pemilu putaran dua di negara bagian Georgia bulan lalu.

Dewan Perwakilan dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk resolusi anggaran ini pada Selasa petang waktu setempat.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com