Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen bertemu dengan Presiden Joe Biden di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada 29 Januari 2021, untuk membahas ekonomi. ( Foto: Nicholas Kamm / AFP ).

Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen bertemu dengan Presiden Joe Biden di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada 29 Januari 2021, untuk membahas ekonomi. ( Foto: Nicholas Kamm / AFP ).

Yellen Minta Bertemu Regulator Bahas Volatilitas GameStop

Kamis, 4 Februari 2021 | 06:04 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen meminta diadakan pertemuan dengan para petinggi pembuat regulasi finansial pada pekan ini, untuk membahas volatilitas pasar yang didorong oleh perdagangan ritel saham GameStop Corp, harga perak, dan saham lain yang menjadi favorit di media sosial.

Menurut Departemen Keuangan (Depkeu) AS pada Selasa (2/2) waktu setempat, Yellen akan bertemu dengan direktur badan pengawas pasar modal, Securities and Exchange Commission/SEC, The Federal Reserve (The Fed), The Fed New York, dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (Commodity Futures Trading Commission/CFTC).

Seorang pejabat di depkeu, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan pertemuan itu bakal diadakan pekan ini, secepatnya pada Kamis (4/2) waktu setempat.

Berdasarkan dokumen yang dilihat Reuters, Yellen telah meminta dan mendapatkan izin dari para pengacara etik sebelum melakukan pertemuan. Dia juga telah mendapat izin untuk terlibat dalam berbagai masalah di industri jasa keuangan.

Keputusan Yellen untuk mengajukan pengabaian diikuti oleh laporan Reuters soal kisah GameStop, yang menyebabkan speaking fees Yellen dibayarkan oleh pemain kunci dalam kisah GameStop, hedge fund Citadel LLC. Dia mungkin memerlukan izin untuk menangani masalah yang melibatkan perusahaan.

Speaking fees atau ongkos bicara adalah pembayaran yang diberikan kepada seseorang karena berbicara di acara publik.

“Menkeu Yellen percaya integritas pasar penting dan telah meminta diskusi tentang volatilitas baru-baru ini di pasar keuangan, dan apakah aktivitas terkini konsisten dengan perlindungan investor dan pasar yang adil dan efisien,” ujar Juru bicara Departemen Keuangan Alexandra LaManna dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Masalah Volatilitas

Tindakan Yellen itu didasari oleh perputaran saham selama berhari-hari dari pengecer video-game GameStop, produsen headphone Koss Corp, jaringan bioskop AMC Entertainment, serta saham-saham dan komoditas lain lainnya yang disukai di forum Wall Street Bets, sebuah situs media sosial Reddit.

Pekan lalu, para pialang ritel menawar saham untuk memaksa aksi short-sellers – yang yang akan memberikan keuntungan jika saham jatuh – guna menutup posisi mereka pada kerugian besar. Tindakan ini membuat saham GameStop menguat ke level tertinggi US$ 483.

Namun saham GameStop jatuh kembali dan ditutup melemah 60% pada US$ 90 pada Selasa, serta membuat anyak pedagang mengalami kerugian besar. Harga perak juga ikut turun.

SEC pada pekan lalu juga telah mengingatkan, bahwa volatilitas harga saham yang ekstrem berpotensi mengekspos investor pada kerugian yang cepat dan parah serta merusak kepercayaan pasar.

Saat dimintakan konfirmasi soal pertemuan, Dewan The Federal Reserve menolak berkomentar, dan baik SEC, New York Fed maupun CFTC tidak menanggapi pertanyaan terkait hal itu.

Menurut pejabat depkeu, Yellen sedang mencari pembaruan dari para petinggi regulator keuangan AS. Adanya pertemuan tersebut menandakan kekhawatiran yang meningkat tentang volatilitas, selang sepekan setelah Yellen dilantik sebagai menteri keuangan AS wanita pertama.

“Kisah ini kemungkinan akan mempercepat tinjauan peraturan tentang peran yang semakin besar yang dimainkan oleh perusahaan non-bank di pasar keuangan,” kata para ahli peraturan.

Salah satunya adalah Citadel, yang memperpanjang hedge fund Melvin Capital senilai US$ 2,75 miliar pada pekan lalu, setelah perusahaan terakhir menderita kerugian besar dalam short position – sebuah posisi dagang dari investor yang telah menjual sekuritas yang belum dimilikinya.

Tidak Bisa Tidak

Yellen memperoleh speaking fee lebih dari US$ 700.000 dari Citadel baru-baru ini, pada musim gugur yang lalu. Dalam perjanjian etika di sini, dia berjanji untuk tidak melibatkan dirinya dalam masalah khusus yang melibatkan perusahaan – serta bank-bank besar termasuk Citigroup, Barclays dan Goldman Sachs – tanpa meminta izin terlebih dahulu.

“Para pengacara etik depkeu telah memberi Yellen fleksibilitas untuk bekerja di pasar terkait atau masalah sektor jasa keuangan yang luas, tanpa batasan pada masalah saat ini atau masa depan,” tutur pejabat Depkeu tersebut, seraya menambahkan bahwa ia mungkin perlu meminta izin lebih lanjut untuk berurusan dengan perusahaan tertentu.

Dalam memo pemberian izin kepada Yellen untuk mengadakan pertemuan regulator, seorang pejabat etika Departemen Keuangan Brian Sonfield mengatakan, ini akan sulit bahkan mustahil bagi Yellen untuk menarik diri dari hal-hal yang melibatkan volatilitas pasar.

“Anda adalah menteri keuangan, yang tugasnya mengharuskan Anda untuk terlibat dalam berbagai hal yang difokuskan pada sektor-sektor ini. Masalah yang berkaitan dengan sektor ini dapat muncul kapan saja tanpa kesempatan untuk berkonsultasi dengan kantor etika, dan berdebat untuk mendukung otorisasi sebelumnya,” demikian tulis Sonfield.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com