Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Donald Trump. ( Foto: Andrew CABALLERO-REYNOLDS / AFP )

Donald Trump. ( Foto: Andrew CABALLERO-REYNOLDS / AFP )

Trump akan Bicarakan Masa Depan Konservatif

Senin, 22 Februari 2021 | 06:35 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan tampil pada pertemuan konservatif politik di Orlando, Florida pada 28 Februari 2021. Ini akan menjadi penampilan pertamanya di muka umum sejak meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari 2021.

“Trump akan membicarakan masa depan Partai Republik dan gerakan konservatif,” ujar sumber yang mengetahui rencana ini, akhir pekan lalu kepada AFP.

Trump dijadwalkan berbicara pada Konferensi Aksi Politik Konservatif atau CPAC, salah satu pertemuan tahunan terbesar konservatif politik di AS.

“Ia juga diperkirakan mengkritik kebijakan-kebijakan perbatasan dan amnesti penggantinya, Presiden Joe Biden, yang dianggap merusak,” tambah sumber itu.

Walau sudah tidak menjabat presiden dan baru saja dibebaskan lagi dari pemakzulan untuk kedua kalinya, Trump tetap menjadi kekuatan besar politik AS.

Tiga perempat responden Republik dilaporkan menginginkan Trump tetap berperan besar di partai. Ini menurut hasil jajak pendapat Universitas Quinnipiac yang dirilis pekan lalu.

Sejak meninggalkan Gedung Putih dan tetap mengklaim dicurangi dalam pilpres 3 November 2020, Trump menepi di kediamannya di kompleks Mar a Lago di Florida.

Kepada saluran TV berita sayap kanan Newsmax pekan lalu, Trump memaparkan kemungkinan untuk maju lagi dalam pentas politik di masa depan.

“Saya belum mengambil keputusan tapi dukungan sangat kuat. Saya lihat hasil jajak pendapat juga sangat tinggi. Biasanya jika seseorang dimakzulkan, dukungan terhadapnya akan turun dan melorot seperti balon kempes. Tapi angka (yang saya dapat) sangat tinggi,” tutur Trump.

Pada awal pekan lalu, Trump mencela Senator Republik Mitch McConnell, yang terus-terusan mengkritiknya walau dalam sidang pemakzulan itu ia termasuk yang memilih untuk membebaskan Trump dari dakwaan.

“Partai Republik tidak akan pernah lagi dihargai atau kuat sepanjang para pemimpin politiknya tetap seperti Senator Mitch McConnell. Ia orang politik yang suram, cemberut, tanpa senyum. Jika para Senator Republik tetap bersamanya, mereka tidak akan menang lagi,” tutur Trump dalam pernyataannya.

Biden, yang mulai disibukkan dengan penanganan krisis ekonomi dan pandemi Covid-19, sejauh ini berusaha untuk tidak membicarakan Trump. Ia hanya pernah sekali menyebutnya sebagai mantan pejabat.

Kubu Partai Demokrat di Kongres AS sudah mengeluarkan legislasi yang akan memberikan kewarganegaraan bagi 11 juta imigran tak berdokumen. Kebijakan ini membalikan kebijakan-kebijakan Trump yang sangat keras terhadap para imigran tersebut.

Sejumlah pencari suaka yang sebagian besar asal Amerika Tengah, yang selama pemerintahan Trump memilih bertahan menunggudi Meksiko, sudah mulai masuk ke AS karena kasusnya sedang diproses.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN