Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pekerja berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap menunjukkan tumpukan masker yang akan dikemas di Naton Medical Group, sebuah perusahaan produsen alat medis di Beijing, Tiongkok, pada 24 April 2020. ( Foto: WANG ZHAO / AFP )

Seorang pekerja berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap menunjukkan tumpukan masker yang akan dikemas di Naton Medical Group, sebuah perusahaan produsen alat medis di Beijing, Tiongkok, pada 24 April 2020. ( Foto: WANG ZHAO / AFP )

Ekspor Tiongkok Melonjak 60,6%

Senin, 8 Maret 2021 | 06:41 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Ekspor Tiongkok pada periode Januari-Februari 2021 melonjak 60,6%, jauh di atas ekspektasi kalangan analis, dengan kontributor utama dari ekspor elektronik serta tekstil.

Kenaikan permintaan itu disebabkan permintaan akan peralatan pelindung tubuh dan perangkat elektronik untuk bekerja dari rumah melonjak selama pandemi Covid-19.

Advertisement

Data yang dirilis Minggu (7/3) juga menunjukkan impor naik 22,2% pada periode yang sama. Kedua data ini kontras dengan data sama pada periode tahun lalu, yang mana impor anjlok sekitar 17% dan impor turun 4%.

Tiongkok pada awalnya direpotkan dengan pengendalian penyebaran Covid-19. Karena konsumen dikenai pembatasan-pembatasan sehingga harus tinggal di rumah dan sektor bisnis bergerak lamban untuk kembali beroperasi.

Bea Cukai Tiongkok menyatakan, perbandingan dengan hasil tahun lalu juga kemungkinan ikut memperkuat data yang terakhir. “Low base adalah salah satu penyebab kenaikan yang lebih besar di tahun ini,” kata Bea Cukai Tiongkok, seperti dikutip AFP.

Data menunjukkan bahwa ekspor naik melonjak 54,1% pada periode tersebut. Sedangkan ekspor tekstil termasuk masker wajah melonjak 50,2%.

Secara keseluruhan, Tiongkok mencatatkan surplus perdagangan senilai US$ 103,3 miliar. Pemerintah Tiongkok mulai menggabungkan data perdagangan Januari dan Februari pada tahun lalu, karena waktu itu sedang berjuang mengatasi penyebaran Covid-19.

Hal tersebut juga sejalan dengan rilis indikator-indikator yang lain. Dan mengurangi distorsi yang ditimbulkan oleh masa liburan Imlek, yang biasanya jatuh pada Januari atau Februari.

“Data perdagangan luar negeri tetap kuat walau ada masa liburan. Banyak perusahaan di provinsi-provinsi yang sebagian besar perdagangannya untuk ekspor seperti Guangdong dan Zhejiang tetap berproduksi selama Imlek. Permintaan pasar diperkirakan terus memulih,” kata Bea Cukai Tiongkok.

Kegiatan perdagangan Tiongkok juga tinggi karena pulihnya produksi serta konsumsi di negara-negara ekonomi besar di Eropa dan di Amerika Serikat (AS). Selain karena naiknya konsumsi di dalam negeri.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN