Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi memakai masker saat menggelar Pertemuan Komite Konsultasi Keamanan Jepang-AS (SCC) di Tokyo, pada 16 Maret 2021. ( Foto: Kiyoshi Ota / POOL / AFP )

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi memakai masker saat menggelar Pertemuan Komite Konsultasi Keamanan Jepang-AS (SCC) di Tokyo, pada 16 Maret 2021. ( Foto: Kiyoshi Ota / POOL / AFP )

AS-Jepang Ingatkan Tiongkok Soal Stabilitas Kawasan

Rabu, 17 Maret 2021 | 06:25 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

TOKYO, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Jepang pada Selasa (16/3) mengingatkan Tiongkok untuk menghentikan tindak tanduk memaksa dan menggoyahkan stabilitas di kawasan.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menlu Antony Blinken dari AS melakukan perjalanan luar negeri pertamanya pada Senin (15/3) di Jepang. Mereka akan melanjutkan kunjungan ke Korea Selatan (Korsel).

Pembicaraan di Tokyo fokus pada manuver-manuver Tiongkok di kawasan, termasuk keberadaan yang semakin meningkat di sekitar kepulauan yang dipersengketakan dengan Jepang.

"Tiongkok menggunakan paksaan dan agresi untuk secara sistematis mengikis otonomi di Hong Kong, melemahkan demokrasi Taiwan, menyalahgunakan hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang dan Tibet, serta menegaskan klaim maritim di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang melanggar hukum internasional," kata Blinken pada konferensi pers bersama, Selasa (16/3).

Ia menambahkan, AS dan Jepang bersatu dalam visi kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Yang mana negara-negara mengikuti aturan, bekerja sama satu sama lain, dan menyelesaikan perbedaan secara damai.

“Kami akan menekan jika perlu, ketika Tiongkok menggunakan paksaan atau agresi untuk mendapatkan apa yang diinginkannya," imbuhnya.

Dalam pernyataan bersama, pejabat AS dan Jepang juga mengingatkan perilaku pemerintah Tiongkok tidak sejalan dengan tatanan internasional yang ada, menunjukkan tantangan dalam politik, ekonomi, militer, teknologi.

"Para menteri berkomitmen untuk menentang pemaksaan dan perilaku destabilisasi terhadap pihak lain di kawasan ini," kata mereka.

Tidak Ada Komentar

Isu-isu dari kudeta di Myanmar hingga masa depan dengan Korut juga dibahas. Blinken menuduh militer Myanmar berusaha membalikkan hasil pemilu yang demokratis, mengatakan militer telah secara brutal menindas demonstran yang melakukan aksi damai.

Namun dirinya menolak berkomentar atas pernyataan bombastis terbaru dari pejabat Korut. Pada Selasa pagi waktu setempat, saudara perempuan Pemimpin Korut Kim Jong Un memberi peringatan kepada pemerintah AS. “(Tidak) berusaha keras untuk menyebarkan bau mesiu di tanah kami dari seberang lautan,” ujarnya.

Pernyataan bersama AS-Jepang itu juga kembali menyerukan untuk denuklirisasi lengkap Korut. Pihaknya memperingatkan persenjataan negara tersebut menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas internasional.

Blinken mengatakan, pemerintah AS masih memeriksa apakah berbagai tindakan tekanan tambahan bisa dilakukan dengan efektif, apakah ada jalur diplomatik yang masuk akal, ketika mereka meninjau kebijakan AS tentang masalah ini.

"Kami menjangkau pemerintah Korea Utara melalui beberapa saluran, mulai pertengahan Februari, termasuk di New York. Sampai saat ini kami belum menerima tanggapan dari Korut. Ini mengikuti lebih dari setahun tanpa dialog aktif dengan Korut, meskipun banyak upaya oleh AS untuk terlibat," tambahnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN