Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang pekerja sosial mendistribusikan makanan matang kepada masyarakat selama penerapan karantina nasional terhadap virus corona Covid-19 diBhubaneswar, Odisha,  negara bagian India timur, 5 Mei 2020. ( Foto: AFP / Stringer / NurPhoto )

Seorang pekerja sosial mendistribusikan makanan matang kepada masyarakat selama penerapan karantina nasional terhadap virus corona Covid-19 diBhubaneswar, Odisha, negara bagian India timur, 5 Mei 2020. ( Foto: AFP / Stringer / NurPhoto )

Pandemi Sebabkan 75 Juta Penduduk India Jatuh Miskin

Sabtu, 20 Maret 2021 | 07:11 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Laporan analisis Pew Research Center menyebutkan bahwa sekitar 75 juta lebih penduduk di India jatuh ke dalam kemiskinan pada tahun lalu karena resesi ekonomi yang dipicu pandemi Covid-19. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang akan terjadi tanpa wabah.

Hasil analisis yang dirilis pada Kamis (18/3) menunjukkan, angka kemiskinan di India menyumbang hampir 60% peningkatan kemiskinan global pada 2020. Definisi kemiskinan di India adalah jika warganya memperoleh pendapatan US$ 2 atau kurang per harinya.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University, India telah dilanda salah satu wabah Covid-19 terbesar secara global. Tercatat sampai Jumat (19/3), bahwa India sudah melaporkan total 11,51 juta kasus infeksi – sedikit tertinggal dari Amerika Serikat (AS) dan Brasil – dan lebih dari 159.300 kematian.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi India kontraksi 8% pada tahun fiskal yang berakhir bulan ini, sebelum tumbuh sebesar 11,5% di tahun fiskal berikut yang dimulai April.

“Peningkatan kemiskinan di India kembali beberapa tahun dari kemajuan yang dihadapi,” tulis laporan Rakesh Kochhar, peneliti senior di Pew Research Center, yang dikutip CNBC.

Menurut laporan, mulai 2011 hingga 2019 jumlah orang miskin di India diperkirakan telah turun dari 340 juta menjadi 78 juta. “Dan tanpa pandemi jumlah itu akan turun lebih jauh menjadi 59 juta, tetapi hasil analisis menunjukkan proyeksi peningkatan orang miskin menjadi 134 juta.

Pertumbuhan kelas menengah di India dilaporkan ikut terpukul. Definisi kelas menengah di negara ini umumnya jika warganya memperoleh pendapatan US$10,01 hingga US$ 20 per hari.

“Di India, kelas menengah tumbuh dari 29 juta menjadi 87 juta antara 2011 dan 2019, dan diperkirakan turun menjadi 66 juta pada 2020 karena resesi Covid,” tambah Kochhar.

Tiongkok Sedikit Terdampak

Punya kesamaan dengan India, Tiongkok juga memiliki populasi besar sekitar 1,4 miliar. Tetapi Pew Research Center mengatakan efek pandemi Covid-19 terhadap kemiskinan jauh lebih kecil di Negeri Tirai Bambu.

Perkiraan IMF, ekonomi Tiongkok tahun lalu tumbuh 2,3% dan diprediksi tahun ini berada di kisaran 8,1%.

“Itu adalah satu-satunya negara dengan kekuata ekonomi besar yang tumbuh pada 2020, dan itu telah membantu tingkat kemiskinan "hampir tidak berubah," kata Kochhar.

Analisis di India dan Tiongkok menyertai laporan Pew Research Center tentang bagaimana wabah Covid-19 memengaruhi tingkat pendapatan di seluruh dunia.

Secara global, ada tambahan 131 juta orang miskin karena resesi global tahun lalu, dibandingkan dengan yang akan terjadi jika pandemi tidak terjadi, kata perusahaan riset tersebut.

“Mengingat bahwa India dan Tiongkok juga menyumbang lebih dari sepertiga populasi global, dengan masing-masing sekitar 1,4 miliar orang, perjalanan pandemi di kedua negara ini – dan bagaimana masing-masing pulih – akan berdampak besar pada perubahan distribusi pendapatan di tingkat global,” katanya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com