Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Yellen Dorong Pajak Minimum Global untuk Korporasi

Selasa, 6 April 2021 | 06:26 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

CHICAGO, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Senin (5/4) menyerukan pengenaan pajak minimum untuk korporasi di seluruh dunia. Tujuannya, kata dia, untuk menjaga para korporasi itu agar tidak relokasi ke negara-negara atau teritori yang lebih rendah tarif pajaknya.

“Kami bekerja sama dengan negara-negara G-20 untuk menyetujui tarif pajak minimum global untuk korporasi, guna menghentikan usaha mereka mencari (tarif pajak) yang paling rendah,” ujar Yellen, dalam pidatonya di Chicago Council on Global Affairs, seperti dikutip CNBC.

Dengan penerapan pajak minimum global itu, tambah dia, seluruh negara bisa bersama-sama memastikan ekonomi global tumbuh secara lebih adil. Dalam hal perpajakan untuk korporasi multinasional.

“Sehingga hal tersebut diharapkan dapat mendorong inovasi, pertumbuhan, serta kemakmuran,” kata Yellen.

Namun pernyataan Yellen itu keluar pada saat Presiden AS Joe Biden menaikkan tarif pajak korporasi di AS. Sebagai jalan untuk mendanai rencana pembangunan infrastruktur sebesar US$ 2 triliun.

Berdasarkan rencana tersebut, Biden hendak menaikkan tarif pajak korporasi dari 21% saat ini menjadi 28%. Jika terjadi, kenaikan itu akan berlaku hanya empat tahun setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memangkasnya dari 35%. Yang mana ketika itu adalah tarif pajak korporasi tertinggi di dunia.

Salah satu alasan pemerintahan Trump memangkas tarif pajak korporasi adalah untuk meredam langkah perusahaan-perusahaan AS yang mengalihkan produksinya ke luar negeri. Atau pindah domisili ke negara-negara dengan tarif pajak korporasi lebih rendah, sekalipun sebagian besar operasionalnya tetap di dalam negeri AS.

Menurut Yellen, penetapan pajak minimum global terhadap korporasi akan membawa stabilitas. Juga memberikan keadilan bagi seluruh negara di dunia.

“Daya saing lebih dari sekadar bagaimana perusahaan-perusahaan yang berkantor pusat di AS dibandingkan perusahaan-perusahaan lain saat terjadi penawaran merger dan akuisisi global,” tutur Yellen.

Daya saing, lanjut dia, adalah tentang bagaimana memastikan pemerintah memiliki sistem pajak yang stabil.

“Yang mampu memenuhi pendapatan untuk investasi bagi kebutuhan pokok masyarakat dan bagaimana merespons bila terjadi krisis. Juga bagaimana seluruh warga negara setara dalam memikul beban pendanaan pemerintah,” kata Yellen.

Sementara bagi perusahaan-perusahaan nantinya akan menjadi insentif untuk tidak lagi menyembunyikan pendapatannya di luar negeri. Insentif repatriasi pendapatan ini juga yang menjadi tujuan dari pemerintahan Trump ketika memangkas pajak korporasi.

Sementara rencana infrastruktur Biden itu akan mencakup usulan untuk menaikkan pajak atas pendapatan yang disimpan di luar negeri dari 10,5% menjadi 21%.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com