Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pasien bernapas dengan bantuan oksigen yang disediakan oleh Gurdwara, tempat ibadah untuk umat Sikh, di bawah tenda yang dipasang di sepanjang tepi jalan di tengah pandemi virus corona Covid-19, di Ghaziabad, India, pada 2 Mei 2021. ( Foto: SAJJAD HUSSAIN / AFP )

Seorang pasien bernapas dengan bantuan oksigen yang disediakan oleh Gurdwara, tempat ibadah untuk umat Sikh, di bawah tenda yang dipasang di sepanjang tepi jalan di tengah pandemi virus corona Covid-19, di Ghaziabad, India, pada 2 Mei 2021. ( Foto: SAJJAD HUSSAIN / AFP )

Persediaan Oksigen di India Menipis

Senin, 3 Mei 2021 | 15:49 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW DELHI, investor.id – Persediaan tabung oksigen di rumah sakit di India semakin menipis dan memperburuk pukulan gelombang kedua pandemi virus corona Covid-19 yang menghancurkan. Bantuan luar negeri yang sangat dibutuhkan dilaporkan terus mengalir masuk. Sementara itu, total kasus infeksi Covid di India merangkak mendekati 20 juta pada Senin (3/5).

Sejak akhir Maret, kasus infeksi telah menunjukkan lonjakan sekitar delapan juta. Penyebabnya, diduga masih banyak orang yang menganggap remeh risiko tertular Covid-19.

Menurut laporan pihak berwenang, sistem perawatan kesehatan India yang kekurangan dana tengah berada di bawah tekanan yang parah. Hal ini diperburuk dengan kondisi kekurangan tempat tidur, obat-obatan dan oksigen yang fatal. Akibatnya, beberapa orang meninggal dunia karena harus menunggu perawatan dalam antrean panjang di luar rumah sakit di ibukota New Delhi dan kota-kota lain di India.

Sebanyak 24 orang meninggal dunia di salah satu rumah sakit pada Minggu (2/5) malam di negara bagian selatan Karnataka, karena rumah sakit itu kehabisan persediaan tabung oksigen. Demikian laporan wartawan dan sumber.

Namun, pemerintah distrik membantah bahwa kekurangan oksigen menjadi penyebab kematian.

Di rumah sakit lain di ibu kota New Delhi, sebanyak 12 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (1/5) karena kehabisan oksigen. Bahkan, beberapa rumah sakit putus asa mengajukan permintaan persediaan tabung-tabung oksigen melalui media sosial dalam semalam, dengan harapan pengiriman tiba tepat pada waktunya.

Salah satu klinik yang menangani anak-anak di Delhi memperingatkan melalui akun Twitter, bahwa kekurangan oksigen dilaporkan telah menyebabkan sekitar 25 hingga 30 bayi baru lahir dan anak-anak dalam bahaya.

“Oksigen adalah kebutuhan dasar sebuah rumah sakit dan pasokan yang konsisten belum terjamin. Kami terus-menerus memadamkan kebakaran,” ujar Kepala Rumah Sakit Anak Madhukar Rainbow, Dr Dinesh, kepada surat kabar harian Indian Express.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN