Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Prancis Emmanuel Macron memakai masker. ( Foto: GUILAUME HORCAJUELO / POOL / AFP )

Presiden Prancis Emmanuel Macron memakai masker. ( Foto: GUILAUME HORCAJUELO / POOL / AFP )

KTT Eropa-Afrika Bahas Solusi Krisis Keuangan di Afrika

Minggu, 16 Mei 2021 | 15:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

PARIS, investor.id – Presiden Prancis Emmanuel Macron padaSelasa (18/5) bakal menjadi tuan rumah pertemuan puncak virtual para pemimpin Eropa dan Afrika untuk mencari solusi bagi krisis keuangan di Afrika. Pemerintah berharap pertemuan ini dapat meningkatkan pembangunan sambil mengelola hutang besar negara.

Menurut laporan, pertemuan puncak (KTT) tentang pembiayaan ekonomi Afrika – yang mempertemukan 30 kepala negara dan pemerintahan melalui konferensi video – telah direncanakan sejak tahun lalu, setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menghitung bahwa perekonomian Afrika berisiko mengalami kesenjangan keuangan sebesar US$ 290 miliar pada 2023.

Pertumbuhan ekonomi di Benua Hitam, yang mengalami resesi pertamanya tahun lalu itu, diperkirakan rebound tahun ini menjadi 3,4% dan 4,0% pada 2022.

Moratorium pembayaran utang, yang diberlakukan pada April 2020 oleh negara-negara kreditor G-20 dan Paris Club, telah memberi Afrika sedikit ruang untuk bernapas. Karena utang sebesar 5,7 miliar euro (US$ 6,9 miliar) telah ditangguhkan pembayarannya oleh 50 negara.

G-20 juga meyakinkan Tiongkok, kreditorn bilateral terbesar di benua itu, dan kreditor swasta untuk mengambil bagian dalam negosiasi hutang di masa depan. Tapi langkah-langkah ini tidak akan cukup.

“Kami secara kolektif dalam proses berhenti mendukung Afrika untuk solusi yang sudah ada sejak tahun 60-an. Dan menyerukan Kesepakatan Baru yang berani untuk Afrika,” ujar Macron.

Covid Memperburuk Masalah

Dia juga memperingatkan risiko gagal bertindak, termasuk berkurangnya peluang ekonomi, peningkatan migrasi dan perluasan terorisme. Ini mengingat pandemi Covid-19 telah memperburuk masalah di benua itu.

Meskipun Afrika sejauh ini mencatat 130.000 korban meninggal akibat virus corona. Sebanyak 18 pemimpin Afrika pada pertengahan April memperingatkan, bahwa hanya kemenangan total, termasuk seluruh Afrika, yang akan mengakhiri pandemi ini.

Banyak juga yang telah memperingatkan bahwa negara-negara maju sibuk memvaksinasi warga negara mereka sendiri, dan meninggalkan negara-negara yang lebih miskin.

Para pemimpin Afrika menyerukan moratorium segera pada pembayaran semua hutang luar negeri sampai pandemi berakhir, dan melindungi bantuan pembangunan.

Mereka juga mendesak IMF untuk mengeluarkan hak penarikan khusus (special drawing rights /SDR) negara-negara Afrika yang dapat dikonversi ke mata uang global seperti dolar, euro atau yen, untuk memberi mereka likuiditas yang penting untuk pembelian produk dasar dan peralatan medis penting.

Macron menyarankan agar IMF menjual emas untuk mendanai pinjaman bebas bunga ke negara-negara Afrika. Tetapi persyaratan yang diusulkan oleh IMF sebagai imbalan bantuan masih dalam pembahasan.

Pada Senin (10/5), Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara telah meminta IMF untuk memberikan manfaat kepada negara-negara Afrika dari pelonggaran pembiayaan lebih dalam defisit publik mereka.

“Mengingat margin yang lebih luas, ekonomi Afrika dapat mengatasi pandemi dengan lebih baik dan mendanai perang melawan terorisme,” katanya, seraya mencontohkan negaranya sendiri yang memerangi pemberontak Islam di dekat perbatasannya dengan Burkina Faso dan Mali.

Di samping itu, Oxfam telah meminta IMF dan Bank Dunia untuk mengakhiri persyaratan fiskal yang tidak adil atau regresif dalam konteks pinjaman dan program mereka. Menurut badan amal bantuan Inggris itu, Nigeria diperintahkan untuk menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)-nya, sehingga menghukum rumah tangga termiskin.

Investasi swasta juga harus didorong untuk membiayai pembangunan di Benua Hitam, yang berharap bebas dari ketergantungan pada bantuan dan tuntutan kreditor internasional.

“Pembangunan modern melibatkan 'dialog yang menuntut dengan investor swasta, bukan hanya pemberian,” tutur Kepala West African Development Bank Serge Ekue kepada AFP.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com