Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung The Federal Reserve (The Fed) di Washington, DC.,  Amerika Serikat (AS). ( Foto: Daniel SLIM / AFP )

Gedung The Federal Reserve (The Fed) di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: Daniel SLIM / AFP )

Laporan Keuangan dan The Fed akan Menguji Reli Saham

Senin, 17 Mei 2021 | 06:12 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Para investor akan melihat apakah reli saham akan mendapatkan momentumbaru pada pekan ini. Karena beberapa peritel besar akan mengeluarkan laporan keuangan dan The Federal Reserve (The Fed) akan merilis risalah hasil pertemuan kebijakan terakhirnya.

Risalah tersebut akan dirilis pada Rabu (19/5). Pasar akan mencermatinya setelah data menunjukkan bahwa laju inflasi harga konsumen dan produsen naik melebihi perkiraan pada April 2021.

Sejumlah gubernur The Fed juga dijadwalkan mengeluarkan pernyataan. Termasuk Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida pada Senin (17/5) waktu setempat.

Adapun perusahaan ritel besar yang dijadwalkan merilis laporan keuangannya antara lain Walmart dan Home Depot.

Pasar saham di AS masih bergerak labil. Reli yang terjadi pada Kamis dan Jumat pekan lalu belum dapat membalikkan penurunan tajam pada pekan tersebut.

“(Pasar) akan mencermati dengan sedikit rasa was-was. Karena faktor-faktor yang menciutkan kami pekan ini, seperti inflasi, tidak akan hilang. Saya pikir fakta bahwa saham menguat di akhir pekan itu konstruktif. Pasar masih berpotensi menguat lagi,” ujar Art Hogan, kepala strategi pasar National Securities, seperti dikutip CNBC akhir pekan lalu.

Faktor positif bagi pasar dan perekonomian adalah pengumuman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC pada Kamis pekan lalu bahwa warga yang sudah divaksin lengkap tidak perlu lagi mengenakan masker.

Sementara itu, rilis risalah pertemuan The Fed diperkirakan hanya ulangan hasil pertemuan terakhirnya. Tapi itu terjadi sebelum data indeks harga konsumen pada April naik 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertemuan kebijakan itu juga terjadi sebelum laporan ketenagakerjaan April menunjukkan bahwa lapangan kerja baru hanya bertambah 266.000 atau hanya 25% dari perkiraan.

“Saya pikir The Fed akan meninjau dengan seksama data-data ini. Mereka akan berpikir bahwa salah satu poin data tidak sesuai tren,” ujar Joseph Song, ekonom senior Bank of America. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN