Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo The Fed pada  Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

Logo The Fed pada Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

The Fed Mulai Menyinggung Tapering

Jumat, 21 Mei 2021 | 06:07 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Beberapa pejabat The Federal Reserve (The Fed) mulai mempertimbangkan langkah-langkah pelonggaran moneter yang lebih luas. Tapi optimisme juga tetap mengemuka karena didukung oleh prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Para pejabat The Fed tampak siap mempertimbangkan perubahan kebijakan moneter jika pemulihan ekonomi AS terus kuat. Hal ini termuat dalam risalah pertemuan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut pada April 2021. Tetapi data-data ekonomi yang keluar sejak pertemuan itu mungkin sudah mengubah pandangan mereka.

“Sejumlah peserta menyarankan, jika perekonomian terus mengalami kemajuan pesat menuju (penetapan kebijakan) tujuan Komite, mungkin akan tepat di beberapa titik dalam pertemuan mendatang untuk memulai membahas rencana menyesuaikan laju pembelian aset," kata risalah yang dirilis Rabu (19/5) waktu setempat, yang dikutip AFP.

Referensi ini menjadi yang paling terbuka, namun ada kemungkinan mengawali pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed untuk melawan krisis.

Namun pandangan itu mungkin mengalami pukulan keras bulan ini, dengan rilis data yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan menurun pada April.

Meskipun inflasi melonjak, yang dikutip dalam risalah sebagai kekhawatiran, tapi penambahan lapangan kerja hanya sebanyak 266.000 bulan lalu belum akan menyokong sasaran The Fed untuk menjaga perekonomian kembali ke level penyerapan penuh lapangan kerja.

Pasar sham AS turun lebih jauh ke teritori negatif setelah rilis risalah itu. Sedangkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik menjadi 1,683%.

Para pejabat The Fed telah berjanji untuk mempertahankan kebijakan uang longgar dan memerangi krisis. Bank sentral tersebut bertaruh lonjakan harga konsumen yang tidak terduga bulan lalu berasal dari kekuatan sementara yang akan mereda dengan sendirinya, sementara pasar pekerjaan AS membutuhkan lebih banyak waktu untuk membuat orang kembali bekerja.

Tetapi risalah pertemuan 27-28 April 2021 menunjukkan The Fed mulai bergulat dengan kesulitan untuk membuka kembali ekonomi AS yang bernilai US$ 20 triliun sepenuhnya, setelah gangguan yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Tantangan logistik yang muncul membuat potensi bentrokan antara kedua sisi tujuan Fed, yakni mendorong lapangan kerja maksimum sambil juga menjaga inflasi tetap terjaga.

Sejumlah pejabat dikatakan sudah khawatir inflasi bisa mencapai tingkat yang tidak diinginkan, sebelum mereka punya waktu untuk mengenali itu telah terjadi dan merencanakan tanggapan kebijakan yang tepat.

Sementara itu, banyak peserta pertemuan mencatat masalah bisnis yang dilaporkan dalam menarik pekerja meskipun tingkat pengangguran tinggi. Fakta tersebut dikatakan pejabat Fed mungkin didorong oleh gelombang pensiun, kekhawatiran yang sedang berlangsung terkait virus, masalah perawatan anak, dan aliran tunjangan pengangguran yang sedang berlangsung.

"Banyak peserta mencatat faktor-faktor ini secara relatif menekan tingkat partisipasi angkatan kerja, kembali ke tingkat pra-pandemi," bunyi risalah itu.

Presiden The Fed St Louis James Bullard mengatakan pada Rabu (19/5), karena pasar tenaga kerja masih jauh dari sasaran The Fed dan virus corona masih menwwaskan ratusan orang setiap hari di AS, terlalu dini untuk membuka diskusi tentang tapering off.

Bullard menambahkan, hanya setelah krisis kesehatan lebih terkontrol sepenuhnya The Fed akan mempertimbangkan untuk membatasi dukungan untuk perekonomian.

"Dalam beberapa minggu ke depan mungkin menjadi lebih jelas," katanya kepada wartawan, setelah penampilan virtual di sebuah forum ekonomi.

Kasus virus corona dan tingkat kematian telah menurun secara nasional, meskipun beberapa kekhawatiran tetap ada karena sekitar 40% orang dewasa masih belum mendapatkan vaksinasi, risiko Covid-19 akan tetap ada.

Dilema The Fed

Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan beberapa pejabat The Fed pada saat itu setidaknya mempertimbangkan mengurangi dukungan kebijakan moneter yang diluncurkan musim semi lalu, untuk membantu ekonomi melewati resesi yang dipicu oleh pandemi.

Meski demikian, sejak saat itu risalah tersebut dinilai sangat tidak menarik, ekonom Citi Andrew Hollenhorst dan Veronica Clark menulis minggu ini.

Hollenhorst dan Clark masih mengharapkan Fed untuk mulai memangkas US$ 120 miliar dalam pembelian aset bulanan pada Desember. Tetapi hal ini bergantung pada laporan tenaga kerja Mei yang kuat, setidaknya bertambah 750.000 lapangan kerja baru.

Banyak yang akan bergantung pada pertanyaan apakah angka Mei mulai menyelesaikan dilema yang disajikan kepada The Fed pada April.

The Fed akan mengadakan pertemuan berikutnya pada Juni ketika para pejabat tidak hanya akan mengeluarkan pernyataan kebijakan baru, tetapi perbarui proyeksi mereka untuk pertumbuhan, inflasi, pengangguran, dan jalur yang sesuai dari suku bunga acuan The Fed, yang saat ini mendekati nol.

Seiring dengan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan, survei terbaru menunjukkan ekspektasi konsumen tentang kenaikan harga juga meningkat, kemungkinan mengikis kepercayaan bank sentral.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN