Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Penyebab Listrik Padam, Iran Larang Penambangan Bitcoin

Kamis, 27 Mei 2021 | 11:31 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

DUBAI, investor.id – Pemerintah Iran mengumumkan larangan aktivitas penambangan bitcoin dan mata uang kripto (cryptocurrency) lainnya. Pengumuman Presiden Hassan Rouhani disampaikan pada Rabu (26/5), menyusul tudingan para pejabat terkait proses intensif energi yang berkontribusi pada pemadaman, yang terjadi di sejumlah kota di Iran.

“Larangan itu berlaku dengan segera dan akan diberlakukan hingga 22 September,” ujar Rouhani kepada TV pemerintah, sekaigus isyarat terbaru penolakan keras terhadap mata uang digital populer tersebut, yang dikutip CNBC.

Menurut laporan, ibu kota Iran, Teheran, dan beberapa kota besar lainnya telah mengalami pemadaman listrik setiap hari selama beberapa bulan terakhir. Para pejabat menuding penyebabnya adalah kekurangan gas alam, kekeringan berkepanjangan yang melumpuhkan pembangkit listrik tenaga air di negara itu, dan semakin meningkatnya penambangan bitcoin.

“Mayoritas konsumsi energi dari penambangan bitcoin berasal dari penambang ilegal, atau mereka yang beroperasi tanpa lisensi,” demikian menurut pejabat pemerintah. Hal itu yang mendorong tindakan tegas di seluruh negeri terhadap penambang bitcoin ilegal serta pemadaman listrik sementara hingga penambangan bitcoin legal. Pasalnya permintaan listrik mengalami lonjakan akibat peningkatan konsumsi guna mematuhi perintah untuk tetap berada di rumah agar tidak tertular virus corona Covid-19.

Di samping itu, seiring suhu di negara itu yang mengalami peningkatan maka konsumsi listrik dalam beberapa pekan terakhir sangat tinggi, dan menyebabkan beberapa fasilitas medis kesulitan menjalankan fasilitas penyimpanan dingin mereka untuk vaksin Covid-19.

Pada Januari, polisi Iran menyita hampir 50.000 mesin penambangan bitcoin yang menggunakan listrik bersubsidi secara ilegal. Menurut perusahaan listrik milik negara Tavanir, para penambang itu telah mengonsumsi 95 megawatt (MW) per jam dengan tarif murah yang disubsidi negara.

Pemerintah Iran mengatakan, 85% penambangan bitcoin di negara itu dilakukan secara ilegal. “Bahkan negara berpenduduk 82 juta itu adalah rumah bagi 50 penambang berlisensi, yang menggunakan total tenaga listrik sebanyak 209 megawatt,” kata Tanavir, Rabu.

Mata uang kripto, yang mencapai harga tertinggi pada April di atas US$ 63.000 per koin, telah mendapat kecaman akhir-akhir ini karena intensif energi di balik produksinya dan akibatnya biaya lingkungan.

Para penambang bitcoin itu menggunakan komputer yang dibuat khusus untuk menyelesaikan persamaan matematika kompleks, yang secara efektif memungkinkan terjadi transaksi bitcoin. Para penambang pun dihargai atas upaya mereka dalam mata uang digital.

Namun, seluruh proses ini membutuhkan banyak energi karena jumlah daya yang digunakan oleh komputer.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN