Mendag Tekankan Pentingnya Kerja sama Ekonomi ASEAN - EAEU
Jakarta - Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menjadi salah satu panelis utama dalam forum diskusi EAEU-ASEAN Dialogue di St Petersburg, Rusia, Kamis (3/6/2021). Negara-negara EAEU adalah Rusia, Armenia, Belarusia, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan, atau kelompok negara-negara Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU).
Hadir sebagai panelis lainnya yaitu Minister in Charge of Macroeconomics Masyarakat Ekonomi Eropa (European Economic Community), Sergey Glaziev dan Sekjen ASEAN, Dato Lim Jock Hoi.
Dalam diskusi ini, Mendag Lutfi memaparkan pentingnya peran ASEAN dan EAEU, baik di sektor ekonomi maupun geopolitik global dan kawasan.
Indonesia siap untuk mendorong kerangka kerja sama yang lebih strategis dan komprehensif dengan negara-negara EAEU, baik dalam pola kerja sama bilateral, maupun bersama dengan negara-negara ASEAN.
Mendag Lutfi juga menyampaikan pentingnya kerja sama dan integrasi ekonomi bagi Indonesia karena dapat menjadi salah satu cara untuk keluar dari middle income trap. Dua hal yang diperlukan untuk dapat keluar middle income trap yaitu melalui investasi dan teknologi, demikian siaran pers dari Kementerian Perdagangan.
Di hari yang sama, sebelumnya Lutfi bertemu secara bilateral dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Denis Manturov di St Petersburg, Rusia, Kamis (3/6).
Mendag Lutfi dan Menteri Manturov mempunyai semangat dan target yang sama untuk lebih memperkuat hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia melalui langkah dan strategi yang konkret. Kedua menteri berharap nilai perdagangan kedua negara dapat meningkat dalam waktu dekat.
Indonesia dan Rusia merupakan salah satu negara ekonomi terbesar di kawasan. Melalui berbagai kerja sama perdagangan, industri, energi, dan investasi yang akan segera digarap, diharapkan kedua negara dapat menjadi mitra dagang dan ekonomi yang saling menguntungkan.
Total perdagangan Indonesia-Rusia pada 2020 tercatat sebesar US$ 1,93 miliar dengan nilai ekspor Indonesia ke Rusia sebesar US$ 0,97 miliar dan impor Indonesia dari Rusia sebesar US$ 0,96 miliar.
Editor: Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)
Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Investor.ID". Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link https://t.me/+oCMJPFzpWeg0OGZl, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS
Berita Terkini
Laba Bersih Trisula International Naik 43,8%, Segmen Ini Jadi Kontribusi Terbesarnya
Trisula International (TRIS) bukukan kenaikan laba bersih 43,8% jadi Rp 43,5 M pada kuartal II-2023. Kontribusi terbesar dari segmen iniBuyung Poetra Sembada (HOKI) Rugi Rp 4,14 Miliar, Manajemen Beberkan Penyebabnya
Buyung Poetra Sembada (HOKI) bukukan lonjakan penjualan 62% jadi Rp 700,4 miliar di kuartal II-2023. Meski demikian, alami rugi Rp 1,14 MDibebani Sentimen Moneter AS, Harga Surat Utang Negara (SUN) Kembali Tertekan
Pekan ini, harga SUN diperkirakan melemah. Seiring dengan meningkatnya imbal hasil akibat tekanan dari sentimen Moneter ASYovie & Nuno hingga Kahitna Semarakkan Semesta Berpesta di Yogyakarta Hari Kedua
Yovie & Nuno hingga Kahitna sukses semarakkan Semesta Berpesta Edisi Yogyakarta hari kedua, di Lapangan Sapta Marga, pada Minggu (6/8/2023).Premi Unit Link Masih Melambat
Premi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link turun. Tren itu diikuti dengan penyusutan klaim.Waskita (WSKT) Kembalikan Uang Negara Rp 3 T, Singgung Nasib Dua Ruas Tol
Waskita Karya (WSKT) mengembalikan uang negara Rp 3 triliun, menyusul pembatalan PMN. Lantas, bagaimana kelanjutan dua ruas tol?Tag Terpopuler
Terpopuler

