Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ( Foto: ERIC BARADAT / AFP  )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ( Foto: ERIC BARADAT / AFP )

'Yields Treasury' Turun Jelang Pertemuan FOMC

Rabu, 16 Juni 2021 | 05:56 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Imbal hasil (yields) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau Treasury pada Selasa (15/6) pagi waktu setempat bergerak flat cenderung turun karena para investor mengantisipasi apa saja pernyataan yang bakal dikeluarkan The Federal Reserve (The Fed) di akhir pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu (16/6) siang waktu setempat.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun menunjukkan penurunan kurang dari satu basis poin menjadi 1,499% pada pukul 07.10 waktu setempat. Sementara itu, imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun bergerak kurang dari satu basis poin lebih tinggi menjadi 2,192%. Pergerakan imbal hasil ini berbanding terbalik dengan harga. Sebagai informasi, nilai satu basis poin sama dengan 0,01%.

Pertemuan kebijakan selama dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 15-16 Juni 2021, bakal disusul oleh konferensi pers yang disampaikan oleh Gubernur The Fed Jerome Powell pada Rabu (16/6) sore waktu setempat.

The Fed sendiri diprediksi tidak akan mengambil tindakan kebijakan apa pun dalam pertemuannya. Meski demikian, para investor bakal mencermati setiap pernyataan dari Powell untuk mencari tahu sinyal-sinyal yang ditunjukkan terkait rencana pengurangan pembelian aset bank sentral.

Menurut Tiffany Wilding, ekonom AS di PIMCO, pada Senin (14/6), perusahaan manajemen investasi memperkirakan The Fed meningkatkan prospek pertumbuhan dan secara material merevisi perkiraan inflasi dalam pertemuannya.

“Sebagai hasil dari prospek pertumbuhan yang lebih baik, dan meskipun lonjakan inflasi bersifat sementara, kami pikir mayoritas pejabat Fed juga akan memajukan proyeksi mereka untuk kenaikan suku bunga pertama hingga 2023,” kata Wilding, seraya membandingkan dengan kenaikan tingkat yang diperkirakan pada Maret 2024.

Demikian dikutip CNBC. Wilding menambahkan kasus dasar PIMCO masih tetap, bahwa The Fed akan mengumumkan pengurangan pembelian obligasi pada pertemuan Desember mendatang.

Namun, dia mengatakan bahwa Powell bisa saja melontarkan gagasan bahwa The Fed mungkin mempertimbangkan kemungkinan tapering pada September, jika inflasi lebih persisten dari yang diharapkan.

Di samping itu, indeks harga produsen (IHP) Mei diperkirakan dirilis pukul 08.30 pagi waktu setempat. IHP adalah alat ukur inflasi lain yang digunakan menghitung harga yang dibayarkan kepada produsen daripada di tingkat konsumen.

Sedangkan perkiraan Dow Jones, indeks keseluruhan diprediksi naik 0,5% pada Mei. IHP inti – tidak termasuk barang-barang yang mudah mengalami volatile, seperti makanan, energi dan jasa perdagangan – juga diperkirakan meningkat 0,5%.

Data penjualan ritel untuk Mei pun akan dirilis pada pukul 08.30 waktu setempat, bersama dengan indeks manufaktur NY Empire State untuk Juni. Ada pun data produksi industri pada Mei diperkirakan dirilis pukul 09.15 waktu setempat.

Indeks pasar perumahan National Association of Home Builders untuk juni menyusul dirilis pada pukul 10 pagi waktu setempat. Dan lelang akan diadakan pada Selasa untuk obligasi US$ 34 miliar tenor 52 pekan, obligasi US$ 40 miliar tenor 42 pekan, dan obligasi US$ 24 miliar tenor 20 tahun.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN