Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang wanita sedang berswafoto  dengan latar belakang pemandangan Menara Kembar Petronas, dari Menara KL di Kuala Lumpur, Malaysia pada 24 Juli 2020. ( Foto: Mohd RASFAN / AFP )

Seorang wanita sedang berswafoto dengan latar belakang pemandangan Menara Kembar Petronas, dari Menara KL di Kuala Lumpur, Malaysia pada 24 Juli 2020. ( Foto: Mohd RASFAN / AFP )

Asia Harus Kendalikan Covid Sebelum Kenaikan Suku Bunga The Fed

Selasa, 22 Juni 2021 | 11:27 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Kepala Ekonom Asia-Pasifik di Moody's Analytics, Steve Cochrane mengatakan pada Senin (21/6), bahwa negara-negara di Asia harus menjinakkan gelombang wabah virus corona Covid-19 saat ini untuk menyiapkan perekonomiannya menghadapi kenaikan tingkat suku bunga The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) di masa depan.

Pekan lalu, para pejabat The Fed mengindikasikan kenaikan suku bunga bisa terjadi segera setelah 2023. Indikasi ini bergeser dari komentar sebelumnya pada Maret, yang mengatakan bahwa bank sentral AS tidak memperkirakan kenaikan apa pun setidaknya hingga 2024.

Tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi akan memikat para investor dari luar negeri, dan bank-bank sentral di negara lain mungkin harus menaikkan suku bunga mereka sendiri sebagai bentuk pertahanan. Menaikkan suku bunga juga dapat membantu negara-negara mencegah terlalu banyak modal keluar dari negara mereka, tetapi menaikkan suku bunga terlalu cepat meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.

“Negara-negara Asia harus mengendalikan Covid sehingga begitu The Federal Reserve mulai menaikkan suku bunga, ekonomi di sini berada dalam posisi yang baik dan dapat mengelola transisi juga,” ujar Cochrane dalam program “Squawk Box Asia” CNBC.

Cochrane memperkirakan bank sentral AS mungkin menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sekali setiap kuartal mulai 2023. Grafik (dot plot) ekspektasi anggota The Fed perorangan menunjuk ada dua kenaikan pada tahun itu.

Banyak negara di Asia termasuk Jepang, Taiwan dan Malaysia yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami lonjakan baru kasus Covid sehingga memaksa pihak berwenang memberlakukan langkah-langkah jaga jarak sosial yang lebih ketat. Gelombang infeksi baru ini terjadi bersamaan dengan tertinggalnya kemajuan vaksinasi di wilayah tersebut dari AS dan Eropa.

Laporan Bank Dunia pada bulan ini menyebutkan, bahwa produksi ekonomi di dua pertiga negara-negara Asia Timur dan Pasifik masih tetap di bawah tingkat pra-pandemi hingga 2022. Faktor-faktor yang meredam potensi pertumbuhan ekonomi di negara-negara itu, termasuk meluasnya wabah Covid dan kolapsnya pariwisata global.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN