Menu
Sign in
@ Contact
Search
Markas OPEC. ( Foto: AFP )

Markas OPEC. ( Foto: AFP )

OPEC+ Menangguhkan Pertemuan

Selasa, 6 Jul 2021 | 06:34 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Duapuluh tiga anggota kelompok negara produsen minyak OPEC+ pada Senin (5/7) menangguhkan rencana pertemuan, setelah akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan tentang level produksi harian minyak mentah. OPEC+ tidak menyebutkan kapan pertemuan selanjutnya akan digelar.

Kelompok ini sejak Mei 2021 sedikit demi sedikit menaikkan produksi harian. Setelah memangkasnya lebih dari satu tahun lalu karena pandemi Covid-19 memangkas permintaan.

Pertemuan akhir pekan lalu sedianya membahas proposal untuk menaikkan produksi sebanyak 400.000 barel per hari (bph) setiap bulannya dari Agustus sampai Desember 2021.

Yang mana jika disetujui akan menambah pasokan dua juta bph lagi ke pasar minyak global sampai akhir tahun ini. Langkah tersebut diharapkan memperkuat pemulihan ekonomi global seiring mulai dapat dikendalikannya pandemi Covid-19 di beberapa negara dan kawasan.

Advertisement

Tapi rencana itu berpotensi tertunda atau bahkan berantakan. Karena ada usulan untuk memperpanjang pembatasan kenaikan produksi secara bertahap sampai akhir 2022.

“Pasar sekarang mengkhawatirkan beberapa skenario. Pertama, tidak ada kesepakatan dan tidak ada penaikan produksi. Yang akhirnya harga akan melonjak. Skenario lainnya adalah produksi bebas dan harga minyak akan terjun bebas pula,” ujar Bjarne Schieldrop, analis dari SEB di Norwegia.

Salah satu ganjalan datang dari Uni Emirat Arab (UEA). Negara Teluk ini pada Minggu (4/7) mengkritik syarat-syarat perpanjangan tersebut karena dianggapnya tidak adil.

Konferensi jarak jauh antara negara-negara anggota OPEC dan 10 negara sekutunya dijadwalkan berlangsung Senin siang waktu setempat, tapi dibatalkan beberapa jam sebelum dimulai.

Harga minyak, yang sudah merosot karena kekhawatiran terhadap ekonomi global, anjlok pada 2020 karena pandemi Covid-19, yang berdampak pada anjloknya konsumsi, transportasi, dan jaringan pasokan global.

OPEC+ kemudian memutuskan untuk menarik 9,7 juta bph dari pasar dan secara bertahap memulihkan pasokan hingga akhir April 2022.

Alhasil, harga acuan minyak mentah global berbalik naik. Harga minyak mentah Brent dan WTI saat ini berkisar di harga US$ 75 per barel dan sudah naik sekitar 50% sejak awal tahun ini.

Harga minyak mentah di level tersebut terakhir kali tercapai pada Oktober 2018. Tapi rencana untuk kembali ke level produksi sebelum pandemi beberapa kali terganjal. Karena perbedaan nasib negara-negara dalam memerangi Covid-19.

OPEC+ saat ini mengucurkan minyak mentah 5,8 juta bph lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi. Kesepakatan untuk tetap membatasi produksi hingga April 2022 dianggap terlalu pendek. Beberapa negara menginginkan perpanjangan hingga Desember 2022. Hal ini yang ditentang oleh UEA.

Negara tersebut menyatakan siap jika kesepakatan itu memang dibutuhkan. Tapi ingin ada revisi terhadap level referensi, yang dipakai untuk menghitung jumlah barel produksi yang harus dikuranginya.

Level referensi UEA yang ditetapkan pada Oktober 2018 adalah sebanyak 3,17 juta bph. Atau jauh di bawah potensi produksi yang mencapai 3,8 juta bph pada April 2020 alias sesaat sebelum pemangkasan produksi tersebut diberlakukan.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com