Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mata uang digital bitcoin. ( Foto: Ina Fassbender / AFP via Getty Images )

Mata uang digital bitcoin. ( Foto: Ina Fassbender / AFP via Getty Images )

PBoC Khawatirkan Risiko Global dari Kripto

Jumat, 9 Juli 2021 | 06:36 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Bank sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBoC) dilaporkan cukup khawatir dengan risiko mata uang kripto (cryptocurrency) terhadap sistem keuangan global, terutama yang disebut dengan stablecoin global.

Pasalnya mata uang digital stablecoin terikat pada nilai tetap, seperti mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang didukung pemerintah. Salah satu contoh populer adalah tether, yang telah menimbulkan kekhawatiran di Pemerintah AS dan menempati urutan ketiga dalam kapitalisasi pasar di setelah mata uang kripto terkenal bitcoin dan ethereum.

“Beberapa organisasi komersial yang disebut stablecoin, terutama stablecoin global, dapat membawa risiko dan tantangan bagi sistem moneter internasional, serta sistem pembayaran dan penyelesaian, dan lain-lain. Kami masih cukup khawatir tentang masalah ini, jadi kami telah mengambil beberapa tindakan,” ujar Wakil Gubernur PBoC, Fan Yifei, kepada wartawan Kamis (8/7), yang dikutip CNBC.

Sebelumnya pada Selasa (6/7), divisi pengembangan bisnis bank sentral dan otoritas kota Beijing telah memerintahkan penutupan perusahaan-perusahaan lokal sehubungan tuduhan menyediakan layanan perangkat lunak untuk transaksi mata uang kripto.

Langkah tersebut mengikuti seruan di tingkat nasional pada akhir Mei untuk menindak penambangan dan transaksi bitcoin. Para penambang pun berbondong-bondongmemindahkan operasi penambangan ke AS dan negara lain. Penambangan adalah proses yang dilakukan lewat komputer dengan menyedot energi listrik tinggi untuk memfasilitasi transaksi bitcoin. Sebagai hasilnya, operator bisa mendapatkan bitcoin sebagai hadiah.

Sejak peluncuran bitcoin pada 2009 sebagai aplikasi pertama dari teknologi blockchain, mata uang digital ini telah memperlihatkan siklus yang menarik. Yang mana pada gelombang terbaru mendorong harga bitcoin mencapai di atas US$ 60.000 awal tahun ini, secara singkat. Pada Kamis, bitcoin diperdagangkan mendekati $US$ 33.000.

“Mata uang (digital) ini sendiri telah menjadi alat spekulasi,” kata Fan, seraya menambahkan ada potensi ancaman terhadap level keamanan keuangan dan stabilitas sosial.

Dia mencatat, pekerjaannya di bank sentral termasuk menangani mata uang digital.

PBoC disebut sedang mengembangkan versi digital yuan Tiongkok, yang telah diuji di beberapa bagian negara itu pada tahun lalu. Sejauh ini, tambah Fan, sistem yuan digital khusus undangan telah dimiliki lebih dari 10 juta pengguna.

Berbeda dengan sistem desentralisasi bitcoin, yuan digital PBoC dikendalikan oleh bank sentral. Namun, tantangan yang lebih mendesak terhadap kontrol PBoC atas transaksi mata uang adalah munculnya pembayaran seluler terkait rekening bank di Negeri Tirai Bambu.

Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi yang dijalankan Ant Group – yang berafiliasi dengan Alibaba, dan WeChat dari Tencent – telah menjadi bentuk pembayaran yang dominan di negara ini, menggantikan uang tunai.

Bahkan, regulator tiba-tiba menangguhkan penawaran umum perdana (IPO) besar-besaran Ant di musim gugur yang lalu. Bank sentral Tiongkok juga memaksa perusahaan – yang menggambarkan dirinya sebagai pemain teknologi keuangan – untuk melakukan restrukturisasi sebagai perusahaan induk keuangan.

“PBoC tidak akan menghentikan langkah-langkah yang telah diambil untuk Ant ke entitas lain di pasar layanan pembayaran. Kecepatan perkembangan sistem pembayaran sangat mengkhawatirkan dan bank sentral bekerja melawan monopoli, dan ekspansi modal yang tidak teratur,” kata Fan pada Kamis dalam diskusi tentang upaya untuk melawan praktik monopoli.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN