Menu
Sign in
@ Contact
Search
Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). ( Foto: AFP/File )

Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). ( Foto: AFP/File )

OPEC+ Sepakat Tingkatkan Produksi Minyak

Senin, 19 Jul 2021 | 06:20 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WINA, investor,id – Produsen minyak terkemuka dunia sepakat pada Minggu (18/7) untuk terus meningkatkan produksi yang dimulai pada Agustus, setelah Uni Emirat Arab (UEA) sempat menghalangi terjadinya kesepakatan di awal bulan ini.

Pertemuan OPEC+ sepakat menaikkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) setiap bulan, mulai Agustus tahun ini guna membantu mendorong pemulihan ekonomi global saat pandemi mereda. Demikian disampaikan OPEC yang berkantor pusat di Wina, Austria dalam sebuah pernyataan pers.

“Kelompok ini akan menilai perkembangan pasar pada Desember,” ujarnya, dikutip AFP.

Kesepakatan itu juga memperpanjang batas waktu pembatasan produksi dari April 2022 hingga akhir 2022. Sebelumnya pada Juli, negosiasi anggota OPEC+ tentang pelonggaran pengurangan produksi sempat menemui jalan buntu karena perselisihan antara eksportir minyak terbesar dunia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Advertisement

Sejak Mei, OPEC+ yang beranggotakan 23 negara anggota, termasuk Rusia, telah meningkatkan produksi minyak sedikit demi sedikit. Hal ini dilakukan setelah menurunkannya lebih dari setahun yang lalu, ketika pandemi virus corona Covid-19 menghancurkan permintaan.

Tujuannya adalah untuk kembali ke tingkat produksi pra-pandemi, di mana aliansi masih dapat memompa 5,8 juta bph lebih sedikit daripada sebelum pandemi.

Membangun Konsensus

Dalam tantangan luar biasa bagi Arab Saudi, sebagai pemimpin OPEC, UEA menolak kesepakatan yang diusulkan awal bulan ini karena dianggap tidak adil dan mengarah ke jalan buntu.

Namun dalam komprominya, diskusi yang dilakukan pada Minggu menghasilkan kesepakatan untuk menyesuaikan kuota produksi Mei mendatang bagi UEA, Irak, Kuwait, Rusia dan Arab Saudi sendiri. Ini berarti pemangkasan aktual mereka akan lebih sedikit.

Di sisi lain, Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman, yang memimpin pembahasan OPEC, menolak mengatakan bagaimana kuota ditetapkan dan pemilihan penerima manfaat. Menurut dia, hal ini telah menjadi bagian dari "pembangunan konsensus".

Para pengamat sendiri telah memperkiraan terjadi kesepakatan.

“Pembicaraan yang sibuk pada Sabtu (17/7) ditujukan mencoba dan menutup kesenjangan,” demikian cuit Herman Wang, editor S&P Global Platts, yang khusus meliput industri energi.

Sebagai informasi, harga minyak – yang telah merosot karena mengkhawatirkan situasi ekonomi global – anjlok pada April 2020 karena virus corona menyebar ke seluruh dunia serta menghancurkan konsumsi, transportasi, dan rantai pasokan global.

Tahun lalu, OPEC+ memutuskan menarik 9,7 juta bph dari pasar dan secara bertahap memulihkan pasokan pada akhir April 2022. Akibatnya, acuann harga minyak rebound.

Persaingan ekonomi tampaknya menjadi inti dari perseteruan antara anggota OPEC. Pasalnya, negara-negara Teluk mencoba menguangkan cadangan minyak mereka yang besar ketika menghadapi awal dari akhir era minyak.

Ketidaksepakatan antara Arab Saudi dan UEA – yang pernah menjadi sekutu tak terpisahkan – biasanya diselesaikan secara tertutup di istana dan jarang dipublikasikan.

Menurut pernyataan, Minggu, para menteri dari negara-negara anggota OPEC+ sudah sering melakukan pertemuan, sejak virus corona baru menyebar untuk menilai pasar di pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada 1 September.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com