Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Kunjungi Gedung Putih, Menlu Terima Tambahan Dukungan Rp 430 Miliar dari AS

Selasa, 3 Agustus 2021 | 14:52 WIB
Natasia Christy Wahyuni

WASHINGTON, investor.id  - Indonesia  menerima komitmen tambahan dukungan kerja sama AS sebesar US$ 30 juta (Rp 430,5 miliar) terkait penanganan Covid-19 berupa pasokan, peralatan oksigen, alat kesehatan, dan obat-obatan.

Komitmen tambahan dukungan AS tersebut disampaikan Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan saat menerima Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi o di Gedung Putih, Amerika Serikat (AS), Senin (2/8/2021).

Menlu menemui Jake Sullivan, dalam rangka membahas berbagai isu bilateral untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan AS.

“Kehadiran saya di Washington DC adalah bukti nyata komitmen Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral RI-AS,” kata Retno lewat siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Selasa (3/8/2021).

Dengan tambahan dukungan tersebut, Retno menyampaikan total dukungan kerja sama AS sejak awal pandemi sebesar US$ 65 juta (Rp 932,7 miliar).

Selain itu, AS juga memberikan dukungan kerja sama berbagi dosis vaksin (dose-sharing vaccine) Moderna melalui Covax Facility yang berjumlah 8.000.160 dosis.

“Sebagaimana diketahui, tambahan vaksin Moderna sebanyak 3.5 juta telah tiba di Jakarta, Minggu, 1 Agustus 2021,” ujar Retno.

Menlu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada AS atas dukungan negara sahabat itu ‚Äčkepada Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19. Menlu juga membahas kerja sama jangka panjang Indonesia-AS di bidang kesehatan agar kapasitas nasional, regional dan global lebih baik dalam menghadapi pandemi mendatang.

“Indonesia mengharapkan dukungan AS untuk dapat membangun kapasitas Indonesia dalam membuat vaksin teknologi terkini yang berbasis mRNA dan obat terupatik penyakit menular,” kata Retno.

Selain melakukan pertemuan dengan penasihat keamanan AS, menlu juga bertemu dengan beberapa industri farmasi dan kesehatan antara lain Eli Lilly (perusahaan obat-obatan), president dan CEO Arcturus (farmasi bergerak dalam pembuatan vaksin mRNA), dan Baylor College of Medicine (pusat riset pembuatan vaksin protein rekombinan).

Dalam pertemuan dengan Eli Lilly, perusahaan tersebut memberikan dukungan obat-obatan untuk Covid-19 sebesar US$ 51,6 juta (Rp 740,4 miliar).

Dalam pertemuan dengan perusahaan pengembang vaksin, dibahas kemungkinan kolaborasi pengembangan vaksin berbasis mRNA di Indonesia agar Indonesia memiliki kemampuan pengembangan vaksin berbasis teknologi terbaru serta kerja sama beyond Covid-19.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN