Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menlu Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi berjalan menemui awak media usai pertemuan bilateral di Departemen Luar Negeri (Deplu) AS di  Washington, pada 3 Agustus 2021. ( Foto: JOSE LUIS MAGANA  / POOL / AFP )

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menlu Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi berjalan menemui awak media usai pertemuan bilateral di Departemen Luar Negeri (Deplu) AS di Washington, pada 3 Agustus 2021. ( Foto: JOSE LUIS MAGANA / POOL / AFP )

Indonesia-AS Laksanakan Dialog Strategis Pertama

Rabu, 4 Agustus 2021 | 10:31 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi dan Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken telah melakukan pertemuan pertama Dialog Strategis (1st Meeting of Strategic Dialogue) di Washington DC, pada Selasa (3/8).

Penyelenggaraan Pertemuan Dialog Strategis itu merupakan sejarah baru dalam hubungan bilateral Indonesia-AS, dan merefleksikan komitmen dua negara untuk memperkuat hubungan bilateral. Sebagai informasi, Indonesia dan AS telah memiliki Kemitraan Strategis pada 2015.

Di samping itu, lawatan Menlu Retno juga merupakan kunjungan Menlu Asean pertama yang diterima oleh Menlu Blinken di Washington, D.C.

Sebelum Dialog Strategis dimulai, kedua menlu telah menyampaikan beberapa pesan kepada media. Dalam kesempatan ini, Menlu Retno mengatakan bahwa sebagai negara demokrasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kemitraan strategis yang kokoh antara Indonesia dan AS akan merjadi aset bagi AS dalam meningkatkan engagement-nya dengan Asia Tenggara dan Asia. AS juga merupakan salah satu mitra penting dalam mengimplementasikan “Asean Outlook on the Indo-Pacific”.

Selain itu, Menlu Retno juga mengharapkan dukungan AS bagi Presidensi Indonesia di G-20 pada tahun depan, untuk menciptakan pemulihan ekonomi dunia yang inklusif, hijau dan berkesinambungan.

Dalam Dialog Strategis turut dibahas secara lebih detail tentang komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan. Kerja sama kesehatan merupakan salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan.

Menlu Retno pun menyampaikan penghargaan atas kerja sama dan dukungan AS bagi Indonesia selama pandemi. Menurut catatan, sejauh ini, AS telah memberikan lebih dari 8 juta vaksin Moderna dengan mekanisme dose-sharing melalui fasilitas Covax. Sebelumnya, AS sudah memberikan bantuan 1.000 ventilator dan peralatan medis kepada Indonesia di awal pandemi. AS juga telah mengumumkan tambahan bantuan kepada Indonesia sebesar US$ 30 juta untuk penanganan pandemi.

Masih terkait kerja sama di bidang kesehatan, Indonesia bakal menjajaki kerja sama dengan AS dalam penyediaan obat-obatan terapatik. Untuk jangka panjang, Indonesia menjajaki kerja sama dengan AS terutama untuk pengembangan vaksin dengan teknologi mRNA, dan penguatan sistem ketahanan kesehatan global.

“Upaya kerja sama jangka panjang penting dalam upaya mengurangi kesenjangan akses global terhadap vaksin dan obat-obatan Covid-19 serta mengantisipasi potensi terjadinya pandemi di masa yang akan datang,” ujar Menlu Retno dalam situs laman kemlu.go.id.

Sedangkan di bidang ekonomi, kedua menlu sepakat masih terdapat banyak ruang bagi upaya peningkatan kerja sama ekonomi. Menlu Retno menjelaskan mengenai Undang-Undang Cipta Kerja yang diyakini akan dapat membantu upaya meningkatkan investasi AS di Indonesia.

Di bidang perdagangan, Menlu Retno kembali menyampaikan pentingnya dilanjutkan pembahasan mengenai Limited Trade Agreement antara dua negara. Sebagaimana diketahui, pada 2020, AS merupakan mitra dagang terbesar ke-2 bagi Indonesia. Nilai perdagangan antara kedua negara pada 2020 dilaporkan mencapai sebesar US$ 27 milyar.

Kedua menlu juga melakukan tukar pendapat mengenai sejumlah isu kawasan dan internasional. Menlu Blinken memberikan apresiasi peran penting Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

“Indonesia merupakan mitra demokrasi kunci AS, dan AS siap bekerja sama dalam berbagai isu-isu penting di kawasan,” tutur Blinken.

Kedua menlu juga tukar pikiran mengenai situasi di Myanmar, dan menyampaikan kekhawatiran yang sama melihat perkembangan Myanmar saat ini. Demokrasi penting untuk ditegakkan kembali di Myanmar, dan keselamatan serta kesejahteraan rakyat Myanmar penting untuk terus dijadikan prioritas.

Perkembangan situasi di Afghanistan pun menjadi bahasan dalam Dialog Strategis. Menlu Retno menjelaskan mengenai peran Indonesia selama ini, antara lain sebagai inisiator pertemuan ulama. Selain itu, Menlu RI juga menekankan pentingnya perlindungan dan pemberdayaan perempuan dalam kehidupan masa depan Afghanistan.

“Perempuan harus diberikan kesempatan untuk membangun Afghanistan kedepan pasca konflik,” pungkas Retno.

Kedua Menlu juga sepakat mengenai pentingnya komitmen, dan good faith para pihak di Afghanistan untuk melanjutkan perundingan perdamaian.

Terkait isu perubahan iklim, Indonesia menyampaikan progres pemenuhan komitmen Indonesia dalam isu perubahan iklim. Indonesia yakin akan dapat memenuhi komitmen penurunan emisi sebanyak 29% dengan kapasitas nasional dan 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2030. Pemerintah Indonesia mengharapkan AS dan negara maju dapat juga memenuhi komitmennya, termasuk penyediaan Climate Fund untuk mendukung program-program adaptasi.

Dialog Strategis antara kedua menlu berlangsung dengan bersahabat dan sangat terbuka. Sebelum Dialog Strategis berlangsung, Menlu Retno sempat bertemu dengan Deputy Secretary Wendy Sherman, yang pada Mei melakukan kunjungan ke Indonesia.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Kementerian Luar Negeri RI

BAGIKAN