Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nancy Pelosi (kiri) dan Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer menandatangani Undang-Undang Rencana Penyelamatan Amerika setelah DPR setuju mevisi undang-undang terakhir dari bantuan Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun yang direncanakan, di gedung Capitol, Washington, DC,M Amerika Serikat (AS), pada 10 Maret 2021. ( Foto: OLIVIER DOULIERY / AFP )

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nancy Pelosi (kiri) dan Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer menandatangani Undang-Undang Rencana Penyelamatan Amerika setelah DPR setuju mevisi undang-undang terakhir dari bantuan Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun yang direncanakan, di gedung Capitol, Washington, DC,M Amerika Serikat (AS), pada 10 Maret 2021. ( Foto: OLIVIER DOULIERY / AFP )

Pembahasan RUU Infrastruktur AS Diprediksi Segera Selesai

Senin, 2 Agustus 2021 | 06:48 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Senator Demokrat Joe Manchin mengatakan bahwa pembahasan rancangan undang-undang (RUU) infrastruktur bipartisan bernilai sekitar US$ 1 triliun harus diselesaikan pada Minggu (1/8) waktu setempat.

“Saya pikir Anda akan melihat naskahnya hari ini. Malam ini mudah-mudahan kita bisa memulai prosesnya, mudah-mudahan proses amandemen kita mulai besok. Kita harus menyelesaikan pada Kamis,” ujar senator asal West Virginia dalam program CNN's “State of the Union”, yang dikutip CNBC, Minggu.

Senat telah bersidang pada Sabtu (31/7) guna menyelesaikan RUU legislatif paket infrastruktur yang kuat. RUU tersebut diperkirakan mengalokasikan sekitar US$ 110 miliar untuk pembangunan jalan-jalan dan jembatan, kemudian US$ 39 miliar untuk angkutan umum, US$ 66 miliar untuk kereta api, dan US$11 miliar untuk keselamatan jalan. Selain itu ada juga sekitar US$ 55 miliar untuk infrastruktur air dan air limbah, serta dana miliaran untuk bandara, pelabuhan, internet broadband, dan stasiun pengisian kendaraan listrik.

“Ketika Anda berbicara tentang jalan dan jembatan, dan rel dan kereta api, serta segala sesuatu yang menyertainya, layanan internet, itu adalah sesuatu yang dibutuhkan setiap negara bagian, setiap area di setiap negara bagian. Sebuah lubang tanpa nama Republik atau Demokrat di atasnya. Lubang ini akan merusak ban dan merobek mobil Anda. Kita perlu memperbaiki banyak hal,” ungkap dia

Manchin – yang menduga bahwa RUU itu akan disahkan – menambahkan bahwa ketika Anda melihat Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer dan Pemimpin Minoritas Mitch McConnell sama-sama memberikan suara untuk hal yang sama, maka itu adalah hal yang luar biasa.

Sebelumnya, Senator Republik Susan Collins mengatakan pada program yang sama bahwa menurutnya akan ada lebih dari 10 senator Republik yang akan mendukung RUU tersebut. “Harapan saya adalah kami akan menyelesaikan RUU di akhir pekan ini,” kata dia.

Sebagai informasi, Demokrat bertujuan meloloskan RUU tersebut bersama dengan paket kedua senilai US$ 3,5 triliun yang akan mencakup sekumpulan prioritas partai lainnya. Usulan ini dapat ditujukan ke perawatan anak, cuti berbayar, kredit pajak untuk rumah tangga dan kebijakan iklim.

Ketua DPR Nancy Pelosi menyatakan tidak akan mengadakan pemungutan suara untuk RUU tersebut, dengan asumsi RUU itu lolos ke Senat, sampai paket rekonsiliasi anggaran yang jauh lebih besar senilai US$3,5 triliun disahkan.

Namun, Manchin yakin setiap RUU harus disahkan berdasarkan manfaatnya sendiri. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN